Agus Fatah : Syahwatul Kalam

FOKUSATU– Manusia sebagai ciptaan terbaik Allah SWT dibekali akal, hati dan hawa nafsu. Itulah yang membedakan manusia dengan malaikat. Malaikat tidak memiliki hawa nafsu. Jika manusia mampu mengelola hawa nafsunya, ia akan lebih mulia dari malaikat tapi jika tidak, ia akan lebih hina dari hewan ternak.

“Dan sungguh, akan kami isi neraka jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah), dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka memiliki telinga (tetapi) tidak dipergunakan untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai” (QS: Al-A’raf : 179)

Salah satu syahwat yang harus dikelola dengan baik oleh manusia adalah syahwatul kalam atau hawa nafsu berbicara..

Al-quran dan sunnah mengatur adab berbicara secara detail dan mengkategorikan sebagai syarat sempurnanya keimanan seseorang. Rasulullah bersabda :

“Barang siapa yang beriman kepada Allah SWT hendaklah ia berkata yang baik atau diam”

Hari ini dimana sosial media menjadi ruang bagi banyak orang untuk mengekspresikan dirinya, kita menyaksikan banyak pihak yang tak mampu mengelola syahwatul kalamnya (nafsu bicara), termasuk para politisi, pejabat negara, artis, pemuka agama dan budayawan. Status sosial, popularitas, kapasitas keilmuan dan jabatan membuat mereka merasa boleh bicara apa saja tanpa mengindahkan hukum, etika dan moral. Bisa jadi ucapan seorang budayawan melukai hati pejabat negara dan perkataan seorang petinggi negara menyakiti hati rakyatnya.

Ada pepatah Arab yang mengatakan : “Jika pedang lukai tubuh masih ada obatnya,,tapi jika lidah (perkataan) melukai hati, kemana obat kan dicari”

Mari bersama jaga syahwatul kalam kita, agar selamat di dunia dan akhirat.

“Salamatul insan fii hifzhil lisan”

“Keselamatan insan terletak pada kemampuannya menjaga lisan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

57 − = 49