Kecam Kebijakan Trump, Ribuan Umat Muslim Sholat Jamaah Disela-Sela Unjuk Rasa

WARTAHOT -Ribuan umat Muslim Amerika Serikat keturunan Yaman menggelar salat berjemaah di sela-sela aksi unjuk rasa mengecam kebijakan rasis Presiden Donald Trump di Brooklyn, negara bagian New York.

Massa memenuhi alun-alun Borough Hall pada Kamis (02/02) dan membawa poster dengan berbagai macam pesan, baik ditulis dalam bahasa Arab maupun Inggris. Mereka menggelar salat maghrib berjemaah dan selalu disapa dengan kalimat “Assalamu’alaikum” oleh pejabat yang menjadi orator dalam aksi mengutuk perintah eksekutif Trump yang melarang warga tujuh negara mayoritas Muslim, termasuk Yaman, masuk ke AS.

“Hal ini tidak benar … semua orang sedih. Masyarakat Amerika juga,” kata Abdo Saeed (34), New York Daily News melaporkan.

Sebagian besar umat Muslim keturunan Yaman di Brooklyn memiliki toko kelontong yang menjual berbagai macam kebutuhan sehari-hari masyarakat seperti makanan dan minuman ringan, peralatan mandi, koran, dan majalah, yang dikenal sebagai bodega. Mereka melakukan mogok dengan menutup toko lebih cepat untuk menunjukkan betapa pentingnya pendatang bagi Amerika.

“Kami memiliki komunitas yang kuat di pusat kota Brooklyn, jadi kami harus tutup dan menunjukkan kepada masyarakat bahwa kami dapat mengubah apapun,” kata Abdul Kareem, pemilik Cobble Hill Deli di Brooklyn, dikutip dari the Guardian. Kareem sudah berjualan sejak 12 tahun lalu dan menetap di AS selama lebih dari 24 tahun.

“Penutupan bodega akan menunjukkan kepada publik betapa pentingnya peran para pedagang kecil dan keluarga mereka dalam struktur ekonomi dan sosial New York, dan selama periode ini, para pemilik toko akan menghabiskan waktu bersama keluarga dan orang-orang yang mereka cintai. Sebagian besar dari mereka terpengaruh secara langsung oleh larangan ini,” kata penyelenggara dalam sebuah pernyataan.

Istri Kareem dan keempat anaknya merupakan sedikit dari ratusan warga Yaman dan pemegang visa lainnya yang terlantar di Djibouti akibat perintah eksekutif Trump.

“Mereka seharusnya mendapatkan visa pekan lalu, tapi kini ditolak,” kata Kareem. “Jadi sekarang kami harus menunggu setidaknya 90 hari, kemudian kita akan melihat apa yang terjadi.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 64 = 67