Ketua DPD RI Minta Masyarakat Tingkatkan Kerukunan Antar Umat Beragama

FOKUSATU-Di tengah merebaknya virus Corona yang telah
menjangkiti banyak negara, termasuk Indonesia serta lesunya perekonomian dunia,
maka seluruh warga masyarakat Indonesia memerlukan kekompakan, kerukunan, dan
solidaritas agar dapat melewati semua masalah tersebut dengan aman dan selamat.

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPD RI LaNyalla Mahmud Mattalitti hari ini ketika ia
menanggapi kasus-kasus penyerangan terhadap tempat ibadah yang masih terjadi
dalam beberapa bulan terakhir ini.
LaNyalla katakan, virus Corona yang kini merebak di lebih dari 50 negara termasuk
Indonesia dimana ada 2 orang warga yang masih dalam pemantauan khusus itu telah
menambah beban pikiran penyelenggara negara, karena itu jangan ada lagi masalah
lainnya di masyarakat yang dapat semakin memperkeruh keadaan.
Ia juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap tersendatnya kegiatan renovasi
Gereja Katolik Santo Joseph Tanjung Balai Karimun yang meskipun pembangunannya
sudah mendapat semua izin yang dipersyaratkan Pemda setempat ternyata masih juga
dihentikan oleh oknum-oknum yang bermain politik dengan menggiring masyarakat
untuk berdemo dan menuntut agar semua izin dimaksud dicabut oleh Pemda.

“Negara harus hadir dengan jalan memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi
semua warganya, terlepas dari latar belakang suku, agama, dan budaya, sebab UUD
1945 menjamin kebebasan setiap warga negara untuk beribadah menurut
keyakinannya masing-masing,” tegas LaNyalla.

“Negara tak boleh tunduk pada tekanan massa yang secara tak adil memaksakan
kehendak dan tak mengindahkan hukum, sebab Indonesia adalah negara hukum dimana setiap warganya sama kedudukannya di depan hukum,” imbuhnya.

LaNyalla juga menyoroti kasus perusakan mushala di Perum Agape Tumaluntung,
Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara pada 26 Januari
silam oleh dua kelompok masyarakat yang mengklaim dirinya sebagai anggota
Brigade Yoshua dan Brigade Manguni.
“Kasus penyerangan terhadap tempat ibadah agama manapun tidak dibenarkan dan
patut dikecam oleh semua warga bangsa yang mencintai tegaknya NKRI, Pancasila,
dan UUD 1945”, tegas LaNyalla.

“Tindakan-tindakan tak beradab semacam itu tak boleh terulang lagi. Oleh sebab itu
maka aparat Pemda, aparat Kepolisian, serta Forum Komunikasi Antarumat Beragama
perlu meningkatkan kewaspadaan untuk memonitor semua gejolak serta potensi
gangguan keamanan di semua daerah di Indonesia,” imbuhnya.
LaNyalla menambahkan bahwa semua perbedaan dalam masyarakat, baik itu
perbedaan etnis maupun agama adalah kehendak dan anugerah Tuhan Yang Maha Esa;

Oleh karena itu haruslah disikapi sebagai sumber kekuatan dan kekayaan budaya
bangsa, bukan alasan untuk memecah-belah bangsa ini, sebab Indonesia membutuhkan
keamanan dan kekompakan untuk menyongsong masa depan.
“Keamanan Indonesia merupakan gabungan dari kondisi aman dan tenteram di semua
wilayah di Tanah Air. Gangguan keamanan terhadap satu daerah di negeri ini
merupakan gangguan keamanan terhadap seluruh wilayah NKRI. Karena itu
pemerintah dan semua aparatur negara harus meningkatkan kewaspadannya guna
mencegah terjadinya ledakan instabilitas di daerah manapun di negeri ini,” kata
LaNyalla.

Selain itu, LaNyalla juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik
dalam menghadapi pengumuman pemerintah tentang adanya sejumlah warga
masyarakat yang telah terjangkit virus Corona, sebab pemerintah dan penyelenggara
negara lainnya akan senantiasa bekerja keras untuk mengatasi masalah ini.
Warga masyarakat diminta agar memercayakan penanganan masalah ini kepada
institusi-institusi negara yang kini sedang giat meresponi gejala Corona ini; dan
menaati arahan yang telah disampaikan oleh pejabat-pejabat yang berwewenang.

Jakarta, 4 Maret 2020.
Bagian Pemberitaan dan Media,SetjenDPD RI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *