Yuk Kita Raih Lailatul Qodr..! Berikut 3 Keutamaannya

FOKUSATU-Malam Lailatul Qadar akan menjumpai orang-orang yang menyiapkan diri menemui malam kemuliaan ini di bulan Ramadhan.

Keutamaan malam Lailatul Qadar disampaikan dalam firman Allah Surat Al Qadar.

Berikut Keutamaan malam Lailatul Qadar:

1. Malam Turunnya Al Quran
Keutamaan pertama yakni malam Lailatul Qadar adalah malam turunnya Al Quran. Turunnya Al Quran pada malam Lailatul Qadar terdapat pada firman Allah Al Quran surat Al Qadar ayat ke-1:

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam qadar.”

Dalam ayat ini disampaikan, Allah menurunkan Al Quran pertama kali kepada Nabi Muhammad dari Lauhul Mahfudz ke ke Baitul ‘Izzah di langit dunia, pada malam qadar.

Dikutip dari situs resmi Kementerian Agama, manusia sangat memerlukan Al Quran dalam kehidupan sehari-hari. Al Quran sebagai pedoman yang menjelaskan sesuatu yang mereka ragukan dalam hal-hal yang berhubungan dengan soal-soal keagamaan atau masalah-masalah duniawi.

Al Quran juga menerangkan kepada mereka kejadian manusia dan kejadian yang akan datang ketika datangnya hari kebangkitan.

Karenanya, turunnya Al Quran pada malam Lailatul Qadar menjadi penting. Karena Al Quran menjadi pegangan hidup yang juga mengajarkan prinsip-prinsip kemaslahatan.

2. Malam Lebih Baik dari Seribu Bulan
Malam Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Pada malam Lailatul Qadar, malaikat-malaikat turun dan memenuhi bumi.

Turunnya malaikat Jibril dan para malaikat di malam Lailatul Qadar terdapat pada Al Quran surat Al Qadar ayat 3-4:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ – ٣

تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ – ٤

Artinya: “Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.”

Dalam ayat ini, Allah menyatakan sebagian dari keistimewaan malam Lailatul Qadar yaitu turunnya para malaikat bersama Jibril sehingga tampak oleh Nabi SAW, terutama Jibril yang menyampaikan wahyu.

Saat itu, Allah telah mempersiapkan Nabi untuk menerima wahyu yang akan disampaikan kepada manusia, yang mengandung kebajikan dan keberkahan.

Dikutip dari situs resmi Kemenag, pada malam itu, malaikat ikut bersyukur bersama manusia atas kebesaran malam Lailatul Qadar. Hal ini sebagai tanda kemuliaan manusia yang menjadi khalifah Allah di muka bumi.

Kata ‘qadar’ dalam Lailatul Qadar juga memiliki arti ‘sempit’. Pada malam itu, silih berganti malaikat turun ke bumi, sehingga bumi bagai sangat sempit dengan kehadiran malaikat, seperti yang dituturkan Quraish Shihab dalam bukunya, Lentera Al Quran.

Quraish Shihab menuturkan, malaikat selalu membawa kebaikan dan mendorong orang untuk melakukan kebaikan.

Turunnya malaikat menjadikan seseorang yang mendapatkan malam Lailatul Qadar selalu mengarah kepada kebaikan. Hal ini salah satunya karena ada malaikat bersama mereka.

3.Membawa Kedamaian
Keutamaan malam Lailatul Qadar berikutnya yakni membawa kedamaian yang dirasakan sampai terbitnya fajar. Hal ini disebutkan dalam firman Allah dalam Al Quran surat Al Qadar ayat ke-5:

سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ࣖ – ٥

Artinya: “Sejahteralah (malam itu) sampai terbit Fajar.

Lewat ayat ini, Allah menyatakan bahwa malam Lailatul Qadar dipenuhi kebajikan dan keberkahan dari permulaan sampai terbit fajar.

Sebab, pada saat itu turun Al Quran yang disaksikan para malaikat ketika Allah melapangkan dada Nabi Muhammad SAW, memudahkan jalan untuk menyampaikan petunjuk serta bimbingan kepada umatnya, seperti yang disampaikan dalam situs resmi Kemenag.

Fajar dalam surat Al Qadar dapat diartikan terbitnya fajar malam itu atau keesokan harinya, seperti yang disampaikan Quraish Shihab dalam buku ‘Shihab dan Shihab Edisi Ramadhan’.

Makna fajar bisa juga diartikan sampai terbitnya fajar kehidupan manusia di akhirat nanti, atau seumur hidupnya. Dengan kata lain, orang yang menjumpai malam Lailatul Qadar merasakan kedamaian dan mampu memberi kedamaian.

Ciri-ciri kedamaian orang yang menjumpai malam Lailatul Qadar yakni tidak menggerutu, damai dengan orang lain, tumbuhan, binatang, memberi kebaikan pada mereka, dan tidak mengganggunya.

Harapan memperoleh kedamaian seperti yang menjadi keutamaan malam Lailatul Qadar dapat diminta kepada Allah lewat doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, dikutip dari Shihab & Shihab edisi Ramadhan.

Berikut Doa Malam Lailatul Qadar:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلاَمُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمِ وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ دَارَ السَّلاَمِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَالْجَلاَلِ وَالْأِ كْرَامِ

Latin: Allahumma anta as-salam wa minka as-salam wa ilaika ya’udu salam fahayyina rabbana bi as-salam wa adhkilnal jannata darassalam tabarakta Rabbana wa ta’alaita ya dzal jali wal ikram.

Artinya: “Ya Allah, Engkaulah yang Maha Damai, dari-Mu bersumber segala kedamaian. Maka, hidupkanlah kami dalam kedamaian. Dan, masukkanlah kami ke dalam surga-Mu yang penuh dengan kedamaian, wahai Tuhan yang Maha Agung lagi Maha Mulia. ”

Yuk guys..Sambut keutamaan malam Lailatul Qadar dengan giat beribadah. Jangan sampai terlewat ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *