Workshop Khotib Moderat 2021 “Optimalisasi Islam Kebangsaan Dalam Mensukseskan PPKM Darurat”

FOKUSATU-Wadah Silaturrahim Khatib Indonesia (WASATHI) selenggarakan Worksop Khatib Moderat 2021 dengan mengangkat tema, “Optimalisasi Islam Kebangsaan Dalam Mensukseskan PPKM Darurat”, Masjid Al Huda Cempaka Putih Jakarta Pusat, Rabu, 21/7/2021

Kegiatan ini diselenggarakan secara offline dengan mematuhi protokol kesehatan secara ketat dan online (daring), adapaun narsumber worskop ini adalah KH. Soleh Asri, Wakil Rais Syuriah PWNU DKI Jakarta, Dr. Andi Hadiyanto, Sekretaris Komisi HLNKI-MUI Pusat, KH. Arif Fachrudin (Ketua Pembina Wasathi dan Wasekjend MUI Pusat), dan Ustadz. Syafrudin

Menurut Kiyai Soleh Asri bahwa dalam kondisi seperti ini (menghadapi PPKM) di mana Himbauan pemerintah MUI, DMI, serta tokoh-tokoh lainnya agar mempersingkat materi khutbah Jumat lalu bisa ditangkap dan bisa melahirkan kesejukan disetiap hati para jamaah.
di atas dasar itu, lanjut Kiyai Asri mari kita sama-sama berupaya membentuk agar khatib-khatib kedepan betul-betul menjadi khatib-khatib yang menjadi dambaan bagi setiap para jamaah,
“Bicaralah kita betul-betul mewakili diri kita sesuai dengan kapasitas dan kemampuan kita, banyak orang yang jadi khatib ikut-ikutan, musim politik bicara politik padahal ia tidak paham politik, karena itu ketika jadi khatib jangan merasa paling alim, paling pintar di tengah-tengah jamaah, padahal jamaah itu beraneka ragam adanya”, tutur Wakil Rais Syuriah PWNU DKI Jakarta ini.

Adapun menurut Dr. Andi Hadiyanto bahwa seorang dai, seorang khatib itu harus bersikap wasathiyah, bersikap tengah-tengah tidak ekstrem kanan dan tidak ekstrem kiri, dan mengidentifikasi siapa yang ekstrem.

“Sekarang kita harus mengidentifikasi siapa yang ekstrem, orang yang ekstrem itu ciri-cirinya biasanya cendrung tekstual cenderung teosentris jadi pokoknya hanya teks-teks, kalau nggak ada teksnya tidak ada dalilnya ditolak, lampu merah itu ada dalilnya nggak? Vaksinasi, PPKM apakah ada dalilnya tidak?, Apalagi isolasi mandiri salat di rumah gak ada dalilnya tolak karena yang penting harus ada teksnya, inilah yang harus betul-betul dihindari oleh seorang khatib untuk tidak bersikap ekstrem.

Kemudian adapun menurut Kiyai Arif Fachrudin bahwa ia mengajak kepada para khutoba untuk mensukseskan PPKM darurat

“Mari kita sukseskan PPKM darurat itu intinya, apa senang tidak senang susah tidak susah jadwal khotib berkurang tapi inilah ujian yang benar-benar nyata, tetapi ingat bahwaا يُسْرً الْعُسْرِ مَعَ إِنَّ setiap kesulitan yang diturunkan oleh Allah SWT, tidak mungkin di dalamnya tidak ada kemudahan itu Al quran jadi kita jangan sedih sedih berarti kita enggak fair, enggak percaya sama al qur’an”, tutur Kiyai Arif, Ketua Pembina Wasathi.

Pemerintah dalam hal ini, lanjut Kiyai Arif tidak tinggal diam untuk mencari jalan keluar dengan adanya vaksinasi, pemberlakuan PPKM darurat dan program-program lainnya, kemudian protokol Covid yang hari ini kita laksanakan, oleh karena itu kita sebagai warga yang baik harus menaatinya, karena menjaga diri juga adalah ajaran syariat Islam.

Karena itu, tambah Kiyai Arif kita wajib menjalankan itu semua. Bahkan Syekh Nawawi Al-Bantani mengatakan bahwa menjaga diri dan orang lain dari wabah dan melakukan pengobatan dengan obat hukumnya adalah wajib.

“Kami berpesan kepada para khutaba kita sukseskan PPKM darurat, alasannya adalah PPKM darurat ini sudah sesuai dengan syariat Islam”, terang Kiyai Arif Wasekjend MUI Pusat ini.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *