Umat Islam India Baik Baik Saja

FOKUSATU-misi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Majelis Ulama Indonesia Pusat (HLNKI-MUI) kembali melakukan dialog internasional bersama ulama dunia, kali ini menghadirkan Syekh Muhammad An-Nurany selaku Sekretaris Bidang kerjasama kantor Mufti India sekaligus sebagai dosen di Universitas Markaz at-Tasaqafah al-Islamiyah Vity of Knowledge India.

Dialog santai ini dihadiri oleh beberapa anggota komisi HLNKI diantaranya Dr. Ali Hasan Bahr, Dr. ubaidilah, Dr. Andy Hadiyanto, Dubes Safira Mahrusah, Ust yanuardi, ust ghazali Munawar, ust Muh. Faisal, KH. Tajul Mafakhir, ust. Ihsan Nahromi, dan Dr. fakhrurozi dari komisi fatwa (24/02). 

Dalam dialog tersebut banyak dilontarkan pertanyaan tentang kondisi terakhir di India, mengingat pemberitaan yang viral adalah menguatnya Islamphobia di sana. Berita tentang pelarangan hijab, rencana pembasmian umat islam, kekerasan terhadap umat islam di India akhir-akhir ini merebak di media social dan memancing emosi sebagian umat islam Indonesia.

Penjelasan sekretaris mufti India tersebut diharapkan dapat memberikan klarifikasi tentang situasi terkini di india, dan sekaligus menjadi bahan pertimbangan bagi MUI agar dapat menyikapi isu-isu tersebut secara bijak dan tepat.

Menurut Syekh Nurani berita yang akhir-akhir ini tersebar terkait tekanan agresif terhadap umat Islam terlalu dibesar-besarkan oleh beberapa pihak. Menurutnya, memang ada tindakan-tindakan intoleran dan persekusi oleh segelintir ekstrimis Hindu di beberapa daerah, tetapi itu hanyalah riak-riak kecil dalam kehidupan social masyarakat india. Kejadian-kejadian tersebut sempat terjadi beberapa bulan lalu, dan kondisinya kini dapat diatasi dan telah membaik, katanya. Secara umum hubungan umat muslim dan umat Hindu berjalan baik, dan India berada dalam kondisi yang aman, damai, dan stabil.

Terkait dengan naiknya Rezim Pemerintah yang militan Hindu, Nurani tidak menampik bahwa hal itu seolah menjadi energy penggerak radikalisme Hindu, namun demikian pemerintah India tetap bersikap baik terhadap umat Islam. Menurut Nurani lagi, Pemerintah India selalu bersikap netral kepada semua agama tidak ada perlakuan khusus bagi agama tertentu termasuk hindu.
Umat Islam di India benar-benar menikmati kebebasan dalam menjalankan dan mengekspresikan agamanya.

Hubungan Pemerintah dengan umat Islam sangatlah baik, umat Islam India tidak dihalangi untuk melakukan aktifitas social keagamaanya. Nurani menunjukkan bukti bahwa kebebasan yang dirasakan muslim India membuat mereka berhasil mengembangkan lembaga-lembaga pendidikan Islam dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi.

Lembaga-lembaga pendidikan agama dan rumah sakit yang didirikan oleh umat Islampun semakin berkembang pesat. Bahkan kegiatan ceremonial keagamaan, dakwah islam, dan perayaan hari-hari besar Islampun dapat dengan bebas mereka laksanakan dengan aman. Bahkan begitu leluasanya umat islam beraktifitas di India, sampai-sampai Mufti India Syekh Abu Bakar seorang diri saja mampu membangun 3500 masjid di seluruh India, belum lagi proyek-proyek lainnya.

Salah satu bukti kongkrit adanya kebebasan dan keamanan yang dirasakan umat islam India adalah berdirinya City of Knowledge (Madiinah al-Ma’rifah) di Kota Kerala India- dua hari perjalanan dengan Kereta dari New Delhi. Kota yang merupakan pusat peradaban islam ini didirikan di atas lahan seluas lebih dari 300 hektar, di dalamnya dibangun universitas Markaz at-Tsaqafah al-islamiyah yang membuka berbagai fakultas di bidang ilmu-ilmu umum dan agama.

Universitas tersebut meskipun disebut universitas Islam membuka kesempatan bagi mahasiswa India non muslim untuk belajar di sana. Semua mahasiswa yang kuliah di sana mendapatkan beasiswa penuh dari kampus yang biayanya berasal dari para dermawan muslim India. Di Kota Pengetahuan ini pun dibangun hotel-hotel, apartemen-apartemen, rumah sakit, perpustakaan, dan masjid terbesar di India. Pendek kata, keberadaan Kota Pengetahuan di Kerala yang penduduk muslimnya sebanyak 50% dari keseluruhan penduduknya, menunjukkan bahwa Umat islam India bebas berkreasi dan beraktifitas.
Bagi umat Islam india, letupan-letupan yang ditimbulkan oleh segelintir kecil Hindu radikal tidak perlu disikapi secara reaktif, karena hal itu justru akan menimbulkan madharat yang lebih besar.

Para Ulama India atas arahan Mufti India terbukti menunjukkan kepemimpinan umat yang baik. Atas arahan para ulama, umat islam mampu bersabar dan bijak dalam menyikapi tindakan-tindakan agresif atas mereka. Kematangan kepemimpinan Ulama terbukti efektif membuat umat menjadi matang dan bijak dalam bersikap. Seolah mereka ingin menegaskan bahwa eneriy positif yang mereka tebarkan akan sangat efektif untuk menghadapi dan melenyapkan benih-benih kebencian dan permusuhan dari siapapun.

Di akhir dialog yang berjalan selama 2 jam 30 menit tersebut, Syekh Nurani berharap bahwa MUI dan DIyar Mufti India bisa menjalin kerjasama khususnya dalam bidang peningkatan kualitas SDM Muslim. Beliaupun berharap agar bisa terjadi pertukaran pengalaman antara MUI dan Diyar Mufti India dalam pembinaan umat Islam.

Para peserta dialog dari komisi HLNKI dengan antusias merespon harapan tersebut, dan mereka menjanjikan bahwa dalam waktu dekat akan dilaksakan forum pertemuan yang lebih luas antara ulama India dan Indonesia, demi membahas berbagai hal khususnya upaya memperkuat moderasi beragama dan peningkatan kualitas hidup umat Islam.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *