Syiar Muharram 1443 H Santunan Andalas

FOKUSATU-Bulan Muharram sebagai bulan awal tahun baru hijriah menjadi momen yang terbaik untuk melakukan hijrah, hijrah dari sifat yang tercela menuju sifat yang terpuji.

SD Angkasa 12 ( Andalas) yang berlokasi di jl Gatot kaca,komplek dirgantara II Halim Perdanakusumah, Kecamatan Makasar ,
Jakarta Timur pada hari ini Kamis 10 Muharram 1443 H bertepatan tanggal 19 Agustus 2021 mengadakan kegiatan Syiar Muharram 1443 H , Santunan yatim piatu. Melalui aplikasi zoom meeting dan live YouTube.

Acara di mulai pukul 8 pagi, di pandu oleh Bu Puji Lestari, di awali dengan pembacaan doa asyura dan asmaul husna.

Bu Aam Nurdiana selaku Kepala Sekolah mengatakan dalam sambutan nya, ” Alhamdulilah pada hari ini kita bisa melakukan acara santunan yatim piatu dan memberikan kepada 20 anak yatim piatu, semoga acara ini bisa istiqomah kita lakukan di tiap tahun nya, Aamiin.

Acara selanjutnya tausiah oleh Pak Anugrah Widhy,S.Fil.I selaku guru agama, beliau sampaikan bahwa bulan Muharram di sebut sebagai musim kebaikan, momen yang baik untuk melakukan perdamaian, momen yang baik untuk meningkatkan amal, sedekah, menyantuni anak yatim, dan menolong mereka yang membutuhkan.

Bulan Muharram Bulannya Anak Yatim

Empat bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT yaitu, bulan Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Sejumlah ahli tafsir bahkan menyebut, amalan-amalan ibadah yang dilakukan selama empat bulan haram itu bakal dilipatgandakan pahalanya. Demikian pula balasan untuk perbuatan buruk pada 4 bulan ini, akan lebih besar. Hal ini seperti dijelaskan Ibnu Katsir dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir: “Allah SWT mengkhususkan empat bulan haram dari 12 bulan yang ada, bahkan menjadikannya mulia dan istimewa, juga melipatgandakan perbuatan dosa di samping melipatgandakan perbuatan baik.

Kita Usahakan setiap datang bulan Muharram (Suro) kita lakukan santunan anak yatim.

Dan pada hari ini tanggal 10 Muharram atau di sebut juga hari Asyura, hari nya anak yatim, oleh karena nya kita lakukan santunan yatim.

“Acara Santunan ini sebagai pembelajaran dan pembiasaan berbuat baik kepada anak yatim. Ini juga bertujuan agar kita peduli terhadap anak yatim, semoga kita bisa istiqomah lakukan kegiatan ini,Aamiin

Alasan 10 Muharram Disebut Hari Raya Anak Yatim Sebagian masyarakat Indonesia bahkan menganggap bahwa tanggal 10 Muharram (Asyura) adalah Hari Raya anak yatim.

Istilah Idul Yatama (Hari Raya anak yatim) sebenarnya hanyalah ungkapan kegembiraan bagi anak-anak yatim, sebab pada saat itu banyak orang yang memberikan perhatian dan santunan kepada mereka.

Dalam hadits riwayat Abu Dawud ra. dinyatakan bahwa Hari Raya umat Islam hanya ada dua, yaitu Idul Adha dan Idul Fitri “ Dari Anas, ia berkata : Rasulullah SAW datang ke Madinah dan mereka (orang Madinah) menjadikan dua hari raya di mana mereka bergembira. Lalu Rasulullah bertanya: “Apa maksud dua hari ini?” Mereka menjawab: “Kami biasa bermain (bergembira) pada dua hari ini sejak zaman Jahiliyah.”

Kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah telah menggantikan untukmu dengan dua hari raya yang lebih baik dari padanya, yaitu hari raya Adha dan hari raya Fitri (HR : Abu Daud : 1134).

Momentum 10 Muharram dijadikan sebagai Idul Yatama, berdasarkan anjuran untuk menyantuni anak-anak yatim pada hari tersebut. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah SAW sangat menyayangi anak-anak yatim. Dan beliau lebih menyayangi lagi pada hari Asyura (tanggal 10 Muharram).

Di mana pada tanggal tersebut, Beliau menjamu dan bersedekah bukan hanya kepada anak yatim, tapi juga keluarganya. Kemudian dalam kitab Tanbihul Ghafilin bi-Ahaditsi Sayyidil Anbiyaa-i wal Mursalin disebutkan bahwa Rasulullah SAW. bersabda: “Barangsiapa berpuasa para hari Asyura (tanggal 10) Muharram, niscaya Allah akan memberikan seribu pahala malaikat dan pahala 10.000 pahala syuhada’.

Dan barang siapa mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura, niscaya Allah mengangkat derajatnya pada setiap rambut yang diusapnya“.

“Bahwa awal Muharram itu adalah tahun barunya seluruh umat Islam.

Adapun tanggal 10 Muharram adalah “Hari Raya”yang digunakan untuk bergembira dengan shadaqah,.

Hari raya ini, adalah untuk mensyukuri nikmat Allah, bukan hari raya dengan shalat. Tetap hari raya dengan pakaian rapi dan memberikan makanan kepada para faqir.

“Barangsiapa hari ini keadaannya masih sama dengan kemarin, maka ia dalam keadaan kurang baik.”

Dari pernyataan tersebut, mari kita bangkitkan motivasi kita untuk berubah dan berhijrah ke perilaku yang baik, semakin merekatkan persaudaraan, memanfaatkan potensi yang kita miliki sesuai dengan profesi masing-masing untuk membantu orang lain, membantu agama, dan membantu negara.

Seseorang hamba akan selalu mendapatkan perlindungan dari Allah SWT selama ia bermanfaat dan membantu kesusahan saudaranya.

Semoga kita dapat menjadi orang yang selalu berhijrah menuju kebaikan dan menjadi orang yang bermanfaat untuk masyarakat, agama, dan bangsa. Allahumma Aamiin.

Acara ini di ikuti oleh para guru,karyawan dan siswa siswa kelas 4 sampai kelas 6 , dan kelas 1 sampai kelas 3 mengikuti via YouTube. Acara di tutup dengan doa khotmul Quran. (AW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *