Sinergitas KKG Kecamatan Matraman Dan PERHISA Gelar Webinar Mindfulness

FOKUSATU-Klompok Kerja Guru (KKG) Kecamatan Matraman dan PERHISA mengadakan Webinar mindfull teaching“Seni Mengajar dengan Hati”

Menghadirkan narasumber
Master Nur Purwana Hidayat, S.Pd dan
Master Dewi Kartini, CPEC, CT, CEHt.

Dan acara ini dimoderatori oleh master
Agus Yuliono, S.Pd.Acara ini melalui link Zoom Meeting, pada hari selasa, 08 November 2022 di mulai pukul 12:30 s.d 15.00 WIB.

Dalam paparan nya, Master Nur Purwana mengatakan, ” Totalitas Saat ini.,demi kesehatan mental, mari kita praktikkan Mindfulness di segala rutinitas.

Menurut Eksekutif Kesehatan dan Keselamatan Inggris, sekitar 526.000 karyawan menderita stres, depresi atau kecemasan karena pekerjaan. Saat kehidupan kita semakin sibuk, penting untuk berhenti sejenak dan menilai pandangan kita tentang kehidupan. Konsep mindfulness saat ini dipercaya mampu menjaga kesehatan mental. Bahkan, NHS menyatakan praktik mindfulness sebagai cara efektif untuk membuat orang lebih memperhatikan pikiran, perasaan dan dunia sekitarnya. Mindfulness dapat memiliki arti yang berbeda bagi banyak orang. Lalu, bagaimana cara kita untuk mulai mempraktikannya?

Psikolog bernama Susan Peacock memberikan beberapa kiat untuk mempraktikkan mindfulness dalam kehidupan sehari-hari. Namun, sebelum mempraktikannya, kita harus benar-benar memahami apa yang dimaksud dengan mindfulness. “Mindfulness adalah momen kesadaran saat di mana kita berlatih membawa perhatian penuh untuk apa pun yang kita lakukan pada saat itu,” kata Susan. Praktik mindfulness, kata Susan, bisa dilakukan hanya dengan melibatkan kesadaran saat bernafas, melangkah, atau menyuap makanan. Ini semua adalah contoh dari praktik mindfulness masa kini.

Lalu, apa perbedaanya dengan meditasi?
Meditasi adalah sarana untuk mengubah pikiran, mendorong konsentrasi, kejelasan, kepositifan emosi, dan ketenangan. Susan menjelaskan berbeda dengan mindfulness, praktik meditasi melibatkan waktu khusus yang harus kita luangkan untuk fokus pada napas atau tubuh. “Penelitian menunjukkan meditasi 10 menit per hari untuk merasakan manfaatnya. Jelas, semakin banyak kita berlatih, semakin besar manfaatnya,” tambahnya. Sedangkan mindfulness adalah melakukan kegiatan sehari-hari, namun dengan kesadaran penuh. Misalnya saat makan, ya kita makan, merasakan tiap suapan, bukan sambil melamun atau nonton televisi. Saat mencuci piring, ya fokus pada pekerjaan itu, Merasakan air yang mengalir, menyadari gerakan menggosok dan lainnya. Bukan sambil bengong. Dalam bahasa agama, hal ini disebut sebagai “hidup pada saat ini”, tidak memikirkan masa lalu dan tidak mengkhawatirkan apa yang akan datang. Susan juga mengatakan mindfulness berkembang dari tradisi kontemplatif kuno. Jadi, praktik ini telah ada selama lebih dari 2.500 tahun. Namun, dalam beberapa tahun terakhir konsep ini menjadi populer karena ilmu saraf telah menunjukkan manfaatnya yang besar. “Kami di Dunia Barat telah menjadi semakin tertarik dalam menerapkan kesadaran untuk kehidupan kami yang sibuk,” ucapnya.

Mindfulness telah direkomendasikan oleh Institut Nasional untuk Kesehatan dan Perawatan Excellence Inggris sebagai pencegah depresi sejak 2004. “Ini juga merupakan perawatan pilihan untuk depresi yang berulang, tetapi tidak dianjurkan untuk orang yang sedang mengalami depresi,” paparnya. Oleh karena itu, ia merekomendasikan kita berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui manfaat lanjut dari mindfulness ini.

Mindfulness mengubah otak Penelitian menunjukkan mindfulness dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan kreativitas, dan memori. Menurut Susan, manusia sulit memahami proses dalam otak dan dampak mindfulness. Tapi, kita bisa tahu apa efek yang terjadi saat melakukannya berulang kali. “Banyak penelitian telah dilakukan dalam pengaturan klinis, sehingga penelitian lebih lanjut diperlukan dalam konteks lain seperti tempat kerja,” kata Susan. Mengingat tingkat gangguan, kompleksitas, dan gangguan dalam kehidupan sehari-hari, menurut Susan, mindfulness adalah cara penting untuk mendukung perbaikan mental dan fokus. Untuk memulai mempraktikannya, Susan menyarankan kita untuk mengikuti kelas khusus yang menyediakan pelatihan mindfulness. Susan mengatakan mindfulness juga memungkinkan kita menjadi lebih sadar akan diri sendiri, orang lain, dan dunia di sekitar. Jadi, kita bisa belajar untuk sepenuhnya hadir dan terhubung dengan sekitar kita. “Banyak klien saya mengatakan mindfulness telah menjadi pengubah kinerja profesional maupun dalam kehidupan pribadi mereka,” ucap Susan. Menurutnya, manfaat ini bisa dirasakan karena mereka menyadari memberikan perhatian penuh, bermanfaat untuk orang lain, dan juga sangat memuaskan bagi mereka.

Selain mengikuti kelas khusus, Susan juga mengatakan kita bisa mempraktikan mindfulness saat berada di rumah. Berikut cara menerapkan mindfulness di rumah. Curahkan perhatian ke pernapasan ketika pertama kali bangun di pagi hari sebelum kita beranjak dari tempat tidur, hanya perhatikan napas. Perhatikan perubahan dalam postur tubuh. Sadarilah bagaimana perasaan tubuh dan pikiran ketika kita bangun dari meja atau berjalan di luar kantor. Ini akan membantu membawa kesadaran pada transisi kita. Luangkan waktu untuk memperhatikan rasa, tekstur, dan bau saat makan atau minum. Pikirkan dari mana makanan itu berasal dan semua koneksi yang telah dibuat sebelum makanan tersebut terhidang untuk kita. Setelah itu, rasakan kenikmatan rasanya. Perhatikan gerakan tubuh saat berjalan atau berdiri. Rasakan udara di wajah, lengan, dan kaki saat berjalan. Lakukan dengan perlahan. Setelah mempraktikan semua hal tersebut, rasakan kembali apakah pikiran dan jiwa kita benar-benar hadir untuk melanjutkan aktivitas. Mempraktekkan mindfulness di tempat kerja juga menjadi hal penting untuk menghilangkan stres dan meningkatkan produktivitas kerja.

Demikian paparan dari Master Nur Purwana yang juga ketua KKG Kecamatan Matraman.

Dalam webinar ini di hadiri pengawas Kecamatan Matraman dan diikuti oleh para guru se Jakarta Timur . (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *