SADRIANA MUSTAFA NETFID : HASIL PEMANTAUAN PENETAPAN HASIL TERTULIS PPS KPU KABUPATEN MAMUJU MASIH MENGKHAWATIRKAN

FOKUSATU-Hasil Pemantauan Penetapan Hasil Seleksi Tertulis Calon Anggota Panitia Pemungutan Suara Pemilihan Umum Tahun 2024 Masih Mengkhawatirkan
Berdasarkan pengumuman penetapan hasil seleksi tertulis calon anggota panitia
pemungutan suara Pemilu tahun 2024 NOMOR: 52/PP.04.1-PU/7602/2023 yang
diumumkan oleh KPU Kabupaten Mamuju pada tanggal 15 Januari 2023.

KPU Kabupaten mamuju mengumumkan nama-nama peserta yang lulus seleksi tertulis di 11kecamatan.
Sesuai dengan pematauan yang telah dilakukan oleh NETFID Sulbar pada saat
pelaksanaan tes tertulis di 3 Kecamatan yakni, Kecamatan Mamuju, Kecamatan
Simboro dan Kecamatan Bala-balakang pada Tanggal 09-10 Januari 2022.

Dilanjut dengan pemantauan pada pengumuman penetapan Hasil seleksi tertulis calon anggota panitia Pemungutan Suara Pemilihan Umum tahun 2024 dan dengan dengan mengacu kepada Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2022, Tentang Pembentukan dan Tata Kerja Badan Adhoc Penyelenggara Pemilu dan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur,Bupati dan Wakil Bupati dan Walikota dan Wakil Walikota serta PKPU no 534 tahun 2022 tentang pedoman teknis pembentukan badan adhoc penyelenggara pemilihan umum dan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan walikota dan Wakil Walikota. Berikut hasil pematauan kami.

Kecamatan Mamuju di Desa Bambu jumlah peserta lolos sebanyak 6 orang
dengan presentasi masing-masing 50% antara perempuan dan laki-laki. Hal yang
serupa juga terjadi di Desa Rimuku. Untuk Desa Kerema, Desa Batu pannu dan desa
Karampuang peserta laki-laki yang lulus tes tertulis masih mendominasi dari peserta
perempuan.

Bahkan di Desa Tadui tidak ada peserta perempuan yang lulus yang dimana
pada saat pelaksanaan tes tertulis dihadir oleh 1 orang peserta perempuan. Berbanding
terbalik terjadi di Desa Binanga dimana justru peserta perempuan yang lebih banyak
lulus sebanyak 5 orang sedangkan laki-lakinya hanya 1 orang. Desa Mamuyu dengan
jumlah peserta lulus sebanyak 6 orang, 2 diataranya adalah perempuan.

Kecamatan Simboro jumlah peserta yang lulus sebanyak 49 orang di 8 Desa.
Desa Sumare sebanyak 6 orang yang lulus dengan presentasi 50% perempuan dan 50%
laki-laki. Untuk desa Tampandullu dan Desa Simboro jumlah kelulusan tahap tes
tertulis imbang antara laki-laki dan perempuan dengan presentasi 67% dan 33%.

Hanya di Desa Rangas dimana peserta perempuan lebih banyak dari laki-laki yang lulus yaitu 4 orang sedangkan laki-lakinya ada 2 orang. Hal mengkhawatirkan terjadi di dua Desa dikarenakan tidak adanya peserta perempuan yang lulus, ini terjadi di Desa Botteng dan Saletto.

Di Desa Rangas peserta perempuan yang lulus sebanyak 2 orang dan 6 peserta
laki-laki. Desa Botteng Utara dengan jumlah peserta 7 orang yang lulus tes tertulis 4
laki-laki dan 3 perempuan. Desa Patti’di dengan 5 orang laki-laki dan 1 orang
perempuan sehingga jumlah peserta lulus sebanyak 6 orang.

Kecamatan Bala-balakang dengan jumlah peserta lulus sebanyak 9 orang dari 2
desa. Desa Bala-balakang peserta yang lulus sebanyak 4 orang 3 laki-laki dan 1
perempuan. Untuk Desa Bala-balakang Timur dengan jumlah peserta yang lulus
sebanyak 5 orang 4 laki-laki dan 1 perempuan.

Berdasarkan PKPU no 534 tahun 2022 tentang pedoman teknis pembentukan
badan adhoc penyelenggara pemilihan umum dan pemilihan Gubernur dan Wakil
Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan Walikota dan Wakil Walikota mengamanatkan salah satunya memperhatikan keterwakilan 30% perempuan Dalam pembentukan PPK,
PPS, dan KPPS, KPU Kabupaten/Kota. Tetapi jika melihat hasil tes tertulis peserta
calon anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang lulus di kecamatan pantauan
NETFID Sulbar masih ada beberapa desa yang tidak mencapai 30% bahkan ada
beberapa desa yang dimana calon peserta perempuan tidak ada yang lulus.

Berdasarkan hasil pemantauan tes tertulis tersebut NETFID Sulbar menyarankan/mendorong:
1. Saat melakukan proses seleksi wawancara, mempraktekkan proses seleksi dengan
semangat pemilu yang inklusif dan perspektif gender.
2. Melakukan pengrekrutman anggota PPS dengan prinsip inklusi dan keadilan gender
dengan mendorong perekrutan yang proporsional antara perempuan dan laki-laki.
3. Mendorong pelibatan aktif orang-orang yang/dengan disabilitas sebagai panitia penyelenggara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *