Refleksi Akhir Tahun 2022 DPP Samudera

FOKUSATU– Dewan Pimpinan Pusat Santri Muda Nusantara (DPP SAMUDERA) berinisiatif menyelenggarakan Refleksi Akhir Tahun 2022 di Jakarta, Jum’at, (30/12/2022).

Sebagai bagian dari elemen masyarakat, DPP SAMUDERA menginisiasi kegiatan reflektif tahun 2022 di dalam merespons tantangan di tahun 2023.

Karena tahun yang akan datang masih berselimut ketidakpastian akibat faktor geopolitik, sektor keuangan global yang masih sarat masalah hingga potensi ancaman dari tingginya inflasi di sejumlah negara.

Faktor lain yang juga patut diwaspadai adalah potensi kenaikan harga pangan dan energi. Tahun 2023 adalah pintu gerbang dibukanya tahun politik karena agenda Pemilu dan Pilpres 2024. DPP SAMUDERA berharap seluruh komponen masyarakat fokus pada agenda negara-bangsa dalam menyikapi berragam tantangan.

DPP Santri Muda Nusantara terinspirasi catatan sejarah dimana prakarsa kaum santri di Kampung Bubutan, Surabaya, pada 22 Oktober 1945 melalui ‘Resolusi Jihad’ menciptakan pertempuran 10 November 1945.

Fatwa resolusi jihad tersebut menjadi dasar penetapan Hari Santri. Hari Santri ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 tahun 2015. Keppres ini ditandatangani pada 15 Oktober 2015.

Fakta sejarah tersebut menunjukkan kaum santri memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Bangsa ini.

Legitimasi negara melalui peringatan Hari Santri yang jatuh pada hari ini 22 Oktober memberikan ruang yang besar bagi para santri untuk mengartikulasikan seluruh potensinya.

Selama tahun 2022 kondisi perekonomian dan kehidupan sosial-politik yang relatif stabil. Hal ini menjadi modal penting untuk menyongsong tahun 2023 yang memiliki banyak tantangan. Oleh sebab itu DPP SAMUDERA perlu memberi perhatian ekstra pada beberapa masalah.

Paling utama adalah fakta bahwa tahun 2023 menjadi pintu Gerbang tahun politik untuk bersiap menyelenggarakan Pemilu serentak dan Pilkada serentak tahun 2024.

Sudah menjadi pengalaman bersama bahwa kontestasi politik selalu berpotensi memicu berbagai eskalasi ketegangan politik dan rentan menyulut konflik horisontal. Quo Vadis Pemerintahan Jokowi untuk Kepemimpinan 2024.

Untuk itu, pasca 2024 kepemimpinan hrs dapat melanjutkan trend positif kepemimpinan pada masa Jokowi berkuasa memimpin, baik dr segi pemerataan pembangunan seperti infrastruktur jalan cukup merata dan pembangunan lainnya tentu di sesuaikan berdasarkan kebutuhan dan potensi masyarakat dan daerahnya masing-masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *