Prof Henri Subiakto : Pancasila Menyatukan Rakyat Indonesia Yang Beragam

FOKUSATU– Bakti Kominfo Kembali Gelar Seminar Merajut Nusantara.dengan mengambil
tema “Peran Milenial dalam Membumikan Pancasila melalui Politik Digital”, Badan Aksebilitas Telekomunikasi Informasi (Bakti) Kominfo bekerja sama dengan DPR RI kembali mengadakan seminar Merajut Nusantara, melalui aplikasi zoom meeting dan live streaming youtube SwaraSenayan http://www.youtube.com/watch?v=JmTPHv6p8I8, Jumat /09 Juli 2021.

Bersama narasumber Dr. Azis Syamsuddin selaku Wakil Ketua DPR RI, Prof Henri Subiakto selaku Guru Besar Universitas Airlangga dan Ferdy Ferdian Azis, SH, MA selaku anggota DPRD Provinsi Lampung.

Aziz Syamsudin mengingatkan agar kita tetap menjaga protokol kesehatan karena PPKM darurat sampai tanggal 20 Juli, pandemi masih mewabah.Dan di masa pandemi ini, saya ucapkan terimakasih kepada Bakti Kominfo yang bekerjasama dengan DPR RI masih bisa berikan manfaat kepada masyarakat,tutup Aziz.

Prof Henri Subiakto selaku Guru Besar Universitas Airlangga paparan nya mengatakan,” Indonesia merupakan mosaik indah, rainbow of nation, dengan berbagai macam suku dan etnis. Itulah di sebut keragaman atau kebhinekaan yang di sebut Bhineka Tunggal Ika.

Pancasila dan NKRI telah menyatukan rakyat yang beragam, yang dulunya negara negara kecil, kasultanan dan Kerajaan yang sudah ada berabad abad di Nusantara.

Pancasila menyatukan nilai beragam yang hidup di masyarakat, karena Pancasila lahir dari kesepakatan dari para pemimpin dan pendiri bangsa sekaligus sumbangan besar umat Islam, karena mayoritas adalah pemimpin Islam.

Ki Bagoes Hadikoesumo selaku ketua PP Muhammadiyah 1945 mengatakan tak akan ada nation Indonesia tanpa umat Islam, lebih dari itu karena kalangan nasionalis Indonesia yang berjuang dalam lingkup nasional yang mulai pertama berwatak Islam.

Siapa pun kita, saat ini tidak bisa di lepaskan dari internet, karena internet sudah menjadi kebutuhan dasar. Orang sekarang hanya bisa terpisah 7 menit dengan HP nya dan rata rata 3-4 jam sehari terkoneksi internet.

Dan siapapun kita bisa jadi pewarta, pengamat, komunikator hingga provokator.Oleh karena nya medsos jadi sarana adanya politik digital, 3 tahapan politik digital yakni kesadaran politik, keterikatan politik, aktivisme politik.

Mari kita jaga persatuan Indonesia dengan modernisasi Agama, NU dan Muhammadiyah ini moderat dengan kalimat Cinta Tanah air adalah sebagaian dari iman, kalau kita biarkan negara ini hancur kita sama juga menghancurkan agama kita, menghancurkan keluarga kita.

jangan mudah percaya dengan informasi dari internet, banyak berita hoak, jadi saringlah informasi , cermatlah berinternet,tutup Prof Henri.

Pemateri terakhir Ferdy Ferdian Azis, SH, MA selaku anggota DPRD Provinsi Lampung. mengatakan pancasila merupakan sumber hukum , jiwa bangsa Indonesia , dasar negara dan cita cita bangsa Indonesia.

Tantangan pancasila di era 4,0 , sebagai kaum muda sangat di butuhkan dalam pembangunan bangsa dan menjaga pancasila, seperti kata bung Karno ,”berikan aku 10 pemuda , maka akan aku guncang dunia, artinya kaum muda ini sangat potensial untuk merubah dunia.

Bijaklah dalam menggunakan internet atau teknologi digital,tutupnya.(AW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *