Muchlis Hassan : Sikap Prabowo = Anies-Sandi Reborn

FOKUSATU-Biasakan membaca sampai selesai.

Dalam pekan ini warganet kembali dibuat antipati dengan sikap Prabowo yang begitu melow kepada Jokowi, sebagai bawahan Jokowi di dalam pemerintahan hal itu tentu biasa saja, namun oleh orang-orang yang pernah turut berjuang untuk Prabowo-Sandi dengan ikhlas dan tanpa pamrih tentu saja sikap dan beberapa pernyataan Prabowo dalam mingu-minggu ini teramat menyesakan di dalam dada.

Tapi begitulah irama politik semuanya bisa berubah dalam sekejapan mata, tak ada kawan yang setia dan tak ada musuh yang abadi semuanya berjalan dengan mengikuti irama kondisional.

Soal sikap Prabowo yang terkesan membiarkan dirinya menjadi tempat umpatan dan cacian semakin memperjelas bahwa dirinya sudah tak berpikir tentang Capres men capres, Prabowo sangat sadar bahwa karier politiknya sampai di kemenhan saja. Prabowo bukan tanpa perhitungan ketika dia berbicara memuji Jokowi setinggi langit. Mantan danjen kopasus di jaman orde baru ini sepertinya memang tengah memberi jalan untuk ANIES-SANDI menjadi pemimpin masa depan.

Memang masih ada beberapa elit partai Gerindra yang berharap dapat berkoalisi dengan PDIP dengan menyandingkan Prabowo-Puan. Namun yang berharap agar Prabowo legowo juga tdk dibilang sedikit. Saya kira semuanya suatu hal yang biasa terjadi dalam percaturan dunia politik di Indonesia dan hal tersebut bukan suatu hal yang haram untuk di diskusikan dalam internal partai.

Berulangkali Prabowo melakukan pujian setinggi langit pada Jokowi dan tentu saja itu bukan basi basi, karena prabowo orang tidak bisa berbasa-basi. Namun sepertinya Prabowo memang telah benar-benar melepas peluang ke depan. Anginnya sangat jelas mengisyaratkan ANIES-SANDI untuk berduet kembali.

Mungkin banyak publik yang belum tahu peranan Prabowo dalam mengawal Anies di Dki Jakarta, semisal bagaimana Prabowo meyakinkan Jokowi agar menyetujui Revitalisasi monas yang di gagas Anies saat itu, padahal jika di lihat secara prosedural ada sedikit kesalahan Anies kala itu sehingga pada saat itu Mensekneg selaku ketua Tim pengarah tidak menyetujuinya, namun berkat lobi Prabowo pada Jokowi akhirnya Revitalisasi Monas terwujud dan di setujui oleh Mensekneg.

Yang kedua bagaimana sulitnya seorang Anies dalam upaya menyediakan APD untuk para Nakes di RSUD DKI, Lagi-lagi Prabowo turun tangan membantu Anies dengan membagikan beberapa APD untuk beberapa RSUD di DKI Jakarta, begitu juga dengan pengadaan beras di awal-awal PSBB kembali Prabowo membantu Anies, semuanya dilakukan dengan diam dan tidak perlu digembar gemborkan.

Lalu bagaimana peluang Prabowo-Puan, saya kira dalam dinamika politik hal tersebut masih bisa terjadi, namun tentu saja semua memerlukan perhitungan yang sangat matang, saya kira Gerindra dan prabowo tentu masih ingat perjanjian batu tulis yang menurut beberapa pengamat politik di anggap sebagai sebuah pengkhianatan PDIP kepada Prabowo karena pada akhirnya mencalonkan Jokowi. Dan tentu saja itu masih teringat jelas dalam ingatan para petinggi gerindra.

Menurut saya PDIP akan bermanuver di detik-detik akhir dan endingnya tentu saja akan mencalonkan seorang Ganjar Pranowo yang elektabilitasnya selalu di atas Puan. Jika melihat perolehan kursi di DPR saat ini, PDIP dapat mencalonkan Capres dan cawapres tanpa perlu berkoalisi, Gerindra sendiri pun hanya membutuhkan satu partai saja agar dapat mencalonkan ANIES-SANDI, tentu saja mencari satu partai bukan suatu hal yang sulit.

Yang tidak boleh dianggap kecil adalah peranan seorang Jusuf Kalla yang sudah dianggap seperti orang tua sendiri oleh Anies, dengan kapasitasnya sebagai pengusaha dan mantan Wakil Presiden dua kali sudah barang tentu akan habis-habisan berperang membantu Anies. Menarik untuk kita tunggu Duet Prabowo-JK dalam upaya memenangkan Anies-Sandi seperti pada pilgub DKI empat tahun lalu.

ANIES-SANDI REBORN
Ujung Barat Jakarta,2021

*Muchlis Hassan : Pegiat Sosial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *