Kasus Covid-19 Di Jakarta Melonjak Lagi

FOKUSATU-Kasus Covid-19 kembali melonjak di Jakarta dalam sepekan ini.

Beberapa daerah di DKI kembali menjadi zona merah untuk kasus Covid-19, dari data Dinas Kesehatan DKI setidaknya ada dua RT dan dua RW yang masih masuk menjadi zona merah.

Dikutip dari detiknews, yang menlihat data dari situs corona.jakarta.go.id Selasa (15/06/2021) zona merah ada di RT 13 RW 09 Kelurahan Rawasari Cempaka Putih Jakarta Pusat, diwilayah itu disebutkan ada 9 kasus aktif Covid-19.

Dijelaskan dalam situs tersebut ada 7 rumah dengan kasus aktif, adapun zona merah lain nya berada di RT 06 RW 04 Palmerah Jakarta Barat, dikawasan tersebut terdapat 6 rumah dengan kasus aktif Covid-19.

Dan sementara dijelaskan ada beberapa wilayah yang masuk menjadi zona rawan diantaranya adalah 460 RT yang masuk menjadi zona rawan diwilayah Jakarta Pusat, 828 RT di wilayah Jakarta Timur,975 RT diwilayah Jakarta Barat, 672 RT diwilayah Jakarta Selatan, 547 RT diwilayah Jakarta Utara dan diwilayah Kepulauan Seribu sebayak 4 wilayah.

Dari data wilayah zona rawan inilah yang dijadikan sebagai landasan perhitungan untuk penerapan Wilayah Pengendalian Ketat atau WPK periode 14 Juni 2021 hingga 20 Juni 2021 dan PPKM bersifat mikro kembali diperpanjang hingga 28 Juni 2021.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta waraga Jakarta untuk tetap waspada dan mencegah penularan dan penyebaran Covid-19 agar Jakarta tidak masuk kedalam fase genting seperti yang pernah terjadi beberapa waktu lalu yang membuat Pemerintah DKI Jakarta harus menarik rem darurat yang akan berdampak pada roda perekonomian.

Gubernur DKI Jakarta mengatakan Ibu Kota sekarang dalam kondisi yang memerlukan lerhatian ekstra, “Ibu Kota kini dalam kondisi yang memerlukan perhatian ekstra, bila kondisi sekarang tak terkendali, kita akan masuk fase genting, dan jika fase itu terjadi, maka kita akan ambil langkah drastis separti yang permah dalan bulan September dan Februari tahun lalu, kita inginkan peristiwa itu tak berulang , untuk itu maka dua unsur harus kerja sama, unsur rakyat warga denga pemerintah dan penegak hukum harus kolaborasi, masyarakat menjalankan 3M dan kita (di Pemerintahan) menjalankan 3T”, kata Anies.

Dalan keterangan tertulisnya Jumat (11/06/2821) Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Propinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia menjelaskan penamabahan kasus baru merupakan hasil pemeriksaan PCR terhadap 13.142 orang, “Sebanyak 13.142 orang dites PRC hari ini untuk mendiagnosa kasus baru dengan hasil 2.293 positif dan 10.849 negatif”, ucapnya.
(JS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *