Inilah Fatwa MUI Tentang Vaksin Yang Telah Beredar Dan Di Berikan Kepada Masyarakat

FOKUSATU-MUI telah mengeluarkan fatwa untuk beberapa vaksin yang telah digunakan untuk masyarakat dalam pencegahan wabah virus Covid-19.

Dikutip dari detikhealth Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Prof Dr KH Hasanuddin AF MA mengatakan untuk penggunaan vaksin Piezer masih diperbolehkan penggunaan nya dimasyarakat.

Saat dihubungi wartawan, Rabu (01/09/2021) Hasanuddin mengatakan pihak MUI sudah mengirimkan fatwanya ke Pemerintah mengenai vaksin yang telah difatwakan tersebut.

“Kami sudah kirim fatwanya ke Pemerintah, sudah difatwakan, intinya boleh”, kata Hasanuddin.

Sebelum nya MUI sudah melakukan sertivikasi kehalalan pada tiga jenis produk vaksin untuk masyarakat, vaksin tersebut adalah AstraZeneca, Sinovac dan Sinopharm, untuk vaksin Sinovac vaksin ini MUI menetapkan halal, sedang untuk vaksin AstraZeneca dan Sinopharm MUI menetapkan bahwa keduanya adalah haram.

Namun untuk penggunaan vaksin Sinopharm dan vaksin AstraZenekan pemggunaannya tetap diperbolehkan karena kondisi yang mendesak karena adanya resiko risiko fatal jika tidak dilakukan vaksinasi karena ketersediaan vaksin Covid-19 yang tidak halal tidak mencukupi serta serta sulitnya mendapatkan dosis vaksin.

Dalam hali ini MUI menyampaikan bahwa ada tiga hal dalam menetapkan fatwa untuk produk halal, yang pertama adalah bahan seperti bahan baku, bahan tambahan serta bahan penolong, bahan-bahan tersebut haruslah halal, kedua adalah proses produksi yang harus dijamin kehalalannya tidak terkontaminasi oleh najis, ketiga adanya jaminan dari perusahaan dalam sistemnya yang menjamin sismstem tersebut terjamin kehalalannya dari hulu samapai kehilir.

Jadi dalam hal ini MUI telah memfatwakan adanya vaksin yang halal dan tidak halal yang diberikan kepada masyarakat untuk menanggulangi wabah Covid-19 dan vakain yang difatwakan haram masih tetap diperbolehkan untuk digunakan karena dilihat dari kondisi yang sangat beresiko fatal pada situasi saat ini.
(JS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *