Hewan Kucing Kesukaan Nabi Muhammad SAW Sekaligus Kesayangan Malaikat

FOKUSATU-Rasulullah SAW memilki Mueeza, seekor kucing yang dipelihara di rumahnya. Dalam adab dan akhlaq Islam, meskipun hanya kucing, tidak boleh diperlakukan semena-mena, apalagi terhadap manusia.

Diriwayatkan, Mueeza (nama kucing kesayangan Rasulullah SAW) sedang tidur diatas jubahnya, ketika hendak mengambil jubah, Rasulullah SAW lebih memilih memotong bajunya ketimbang membangunkan sang kucing yang terlelap diatasnya.

Itulah kemuliaan akhlak Nabi, yang menjadi tauladan bagi umatnya. Dalam riwayat itu, menyiratkan bahwa makhluk Allah harus dihargai.

Terlebih kepada manusia apalagi terhadap sesama muslim, sangat tidak diperbolehkan untuk saling memusuhi.

Dalam sebuah hadist Bukhari, diriwayatkan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam, bersabda, “Seorang wanita dimasukan ke dalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak memberikan makanan, bahkan sampai tidak diperkenankan untuk memakan binatang-binatang kecil yang ada dilantai sekalipun”. (HR. Bukhari).

Seperti yang dikutip hallobogor.com dari mantrasukabumi.com, dalam artikel yang berjudul ‘Berikut Keistimewaan Kucing sebagai Hewan Kesayangan Nabi SAW dan Malaikat’.

Jelas sudah, akhlak dalam Islam adalah menyayangi, bukan saling membenci, seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Bahkan terhadap seekor kucingpun.

Namun terkadang kita lupa, akan ukhwah Islamiyah yang menjadi dasar persaudaraan sesama muslim, tak jarang di era digital ini, dengan saudara sekandung pun terpupuk rasa kebencian, iri hati dan dengki.

Merasa lebih baik, merasa lebih hebat terkadang menjadi penyebab permusuhan. Padahal sebagai manusia, kita tak berdaya, hanya Allah SWT lah yang maha kuasa, segala puji baginya, dan tak berhak seorang manusia memgambil pujian itu tanpa seizinnya.

Seorang Nabi dan Rasul menghargai, meskipun hanya kepad seekor kucing, lalu bagaimana kah dengan kita?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *