Hasbi Anshory : Dampak Politik Medsos Mendorong Munculnya Gerakan Sosial

FOKUSATU-Dengan mengambil tema“Pemanfaatan Media Sosial untuk Kampanye Politik Digital” Bakti Kominfo dan DPR RI menngadakan seminar Merajut Nusantara dengan Aplikasi zoom meeting dan live streaming YouTube SwaraSenayan http://www.youtube.com/watch?v=Qmu8E5SvM04, Rabu/21 Juli 2021

Bersama Narasumber Hasbi Anshory, SE., MM. Selaku anggota Komisi I DPR RI, Yuliandri Darwis,PhD selaku ketua Dewan pakar ISKI dan Dr Arfai,SH, MH selaku akademisi Universitas Jambi.

Hasbi Anshory, SE., MM. Selaku anggota Komisi I DPR RI mengatakan bahwa karakteristik medsos yakni partisipasi, keterbukaan, percakapan, komunitas dan saling berhubungan

Tren pengguna HP di Indonesia 338,2 juta, pengguna internet 175,4 juta dan pengguna medsos aktif 160 juta

Rata rata setiap hari waktu menggunakan internet melalui perangkat apapun 7 jam, 59 menit.

Dampak politik medsos mendorong munculnya gerakan sosial dan partisipasi Demokrasi, konsepsi ruang publik terwujud dalam medsos dimana kekuasaan dan kebebasan muncul tanpa hambatan, medsos menjadi wilayah netral dimana negara tidak dapat muncul dalam bentuk refresif nya.

Kekuatan dalam kampanye berbasis medsos berinteraksi dengan calon pemilih, biaya kampanye lebih murah, cepat dan intensif

Kelemahan nya bias konfirmasi, kesamaan identitas, mudah di duplikasi, dan tetep membutuhkan kampanye konvensional.

Medsos alat efektif untuk kampanye politik, medsos media masa kini dan masa depan untuk kampanye politik yang menjangkau pemilih dan pendukung secara luas dan instan.

Silahkan mengkritik saya di medsos, harapan nya tidak ada jarak sama konstituen. Tutupnya.

Lebih lanjut Yuliandri Darwis,PhD selaku ketua Dewan pakar ISKI, narasumber kedua mengatakan bahwa bukan kebenaran yang di tulis di medsos tapi pembenaran, oleh karena itu cerdaslah bermedsos.

Tulislah kebenaran bukan pembenaran, itulah banyak berita berita hoak.

Influencer the power of electronic word of mouth, di contohkan oleh Park Mak rye nenek milenial berusia 70 tahun asal Korea Selatan.

Komitmen pemerintah untuk menjangkau ke daerah terpencil yang di dukung oleh kominfo melalui program bakti sangat bagus.

Paparan terakhir dari Dr Arfai,SH, MH selaku akademisi Universitas Jambi, beliau katakan ,”pemanfaatan medsos untuk kampanye digital telah di atur oleh Undang undang.

Menurut Rogers dan Storey (1987) mendifinisikan kampanye sebagai serangkaian tindakan komunikasi yang terencana dengan tujuan untuk menciptakan efek tertentu pada sejumlah besar khalayak yang dilakukan secara berkelanjutan pada kurun waktu tertentu.

Dalam UU Pemilu kampanye adalah kegiatan peserta pemilu untuk meyakinkan para pemilih dengan menawarkan visi, misi dan program peserta pemilu.

Dalam prakteknya ada kampanye negatif dan kampanye hitam.
Oleh karena itu memanfaatkan medsos untuk kampanye politik dimaknai politik dalam arti paling baik.

Kampanye politik di Indonesia telah bergeser dari bentuk konvensional ke media sosial. Tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *