Hasbi Anshory Anggota DPR RI Fraksi Nasdem: Tren Influencer Saat Ini Bukan Hanya Hobi Belaka Tapi Sudah Menjadi Karir

FOKUSATU-DPR RI bersama BAKTI Kominfo kembali adakan seminar merajut Nusantara .Dengan mengambil tema : “Menjadi Influencer di Media Sosial” Melalui aplikasi zoom meeting dan di siarkan live streaming YouTube SwaraSenayan http://www.youtube.com/watch?v=cY_S-Z4Z1RI , Kamis/22 Juli 2021

Bersama narasumber Hasbi Anshory, SE., MM. selaku anggota Komisi I DPR RI, Gun gun Siswadi selaku akademisi Universitas Esa Unggul dan Zulqarnain, Ph.D Selaku Rektor IAI Nus Batanghari.

Peserta webinar ini dari aktivis HMI, PMII, Karang Taruna dari Provinsi Jambi dan masyarakat umum.

Influencer berperan penting di era demokrasi digital.Influencer berasal dari kata ‘influence’ yang artinya ‘pengaruh’. Dalam bahasa Indonesia, influencer disebut juga sebagai pemengaruh.

Hasbi Anshory, SE, MM anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Nasdem Dapil Jambi mengatakan, “Konsep dasar influencer di mulai saat PD II dengan di cetuskan nya propaganda “Big lie” Oleh Menteri Propaganda Adolf Hitler, Joseph Goebbels.

Kemudian influencer berkembang melalui media komunikasi massa, puncakmya sekitar tahun 2009,ketika medsos menjamur dan di manfaatkan sebagai platform baru bagi para influencer.

Tren influencer dengan bertambahnya konten video, podcast yang menggiurkan, brand lebih menargetkan influencer dengan value yang sama dan hubungan kerjasama panjang.

Semua orang berlomba lomba ingin mengunggah konten di masing masing platform demi mendapatkan exposure dan menjadi terkenal.

Menjadi influencer merupakan sebuah pilihan karir bukan lagi sekedar hobi belaka.

Influencer dianggap seperti role model yang harus di ikuti, dan secara tidak langsung hadir sebagai ideal person yang membangun ideal standar dalam berbagai aspek. Di masa depan influencer akan semakin bertumbuh. Tutupnya.

Lebih lanjut Gun gun Siswadi selaku narasumber kedua,akademisi Universitas Esa Unggul mengatakan, ”
Latar belakang influencer, masyarakat semakin mudah mengakses informasi, dan sudah menjadi kebutuhan pokok manusia. Masyarakat perlu memilih dan memilah informasi sesuai kebutuhan.

Seseorang yang memiliki medsos dengan jumlah followers yang banyak dan bisa berikan pengaruh di masyarakat bisa di sebut influencer.

Jenis jenis influencer yakni nano 1000 sampai 10.000 followers, micro 10.000 sampai 100.000 followers,macro 100.000 sampai 1.000.000 followers dan mega influencer memiliki lebih dari 1.000.000 followers.

Manfaat bila kita bekerjasama dengan influencer yakni membuat produk anda menjadi pusat perhatian, membuat konsumen lebih percaya produk anda, mendongkrak penjualan.

CR7 manusia pertama dengan 500 juta followers, data dari sindonews penghasilan influencer Deddy Coubuzer sebagai youtuber menghasilkan perbulan nya bisa sampai 5,1 Miliar dan menjadikan sebagai influencer penghasilan tertinggi di Indonesia.

Janganlah kita menyebar berita hoak, berita yang sengaja di buat untuk disamarkan seperti layaknya kebenaran.

Berinternetlah dengan bijak, di masa pandemi ini jangan kita menyebarkan berita hoak atau hate speech, mementingkan nilai persatuan, menyebarkan informasi positif. Tutupnya.

Narasumber terakhir Zulqarnain, Ph.D selaku Rektor IAI Batanghari mengatakan, ” Generasi milenial dan sosial media influencer
, keunggulan medsos yakni cepat, ringkas , simpel, user friendly, jangkauan luas kendali dan terukur .

Influence medsos didefinisikan sebagai individu yang dianggap sebagai pemimpin opini dan platform medsos dalam topik minat tertentu.

Dakwah kreatif melalui medsos dengan menemukan passion, ciptakan brandingmu, menulis kreatif melalui blog, berbagi status inspirasi, dan upload video keren dan memotivasi.

“Bekerjalah untuk duniamu seakan akan kau hidup selamanya, dan beribadahlah untuk akhiratmu seakan akan kau akan mati esok, tutup nya. (AW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *