Firdaus Turmudzi,M.Hum : Mengenal Fahmi Tamami Pimpinan Bang Haji Oma Irama

FOKUSATU-FAHMI TAMAMI

Sejarah berdirinya fahmi tamami

Organisasi Masyarakat atau jamiyyah yang bernama FAHMI TAMAMI adalah sebuah singkatan dari “Forum Silaturrahmi Ta’mir Masjid dan Mushalla Indonesia”.

Secara Bahasa FAHMI TAMAMI adalah sebuah PEMAHAMAN YANG SEMPURNA dari ahlu sunnah wal jama’ah. JAMIYYAH FAHMI TAMAMI berdiri pada pada hari Sabtu 22 September 2007 bertepatan dengan 10 Ramadhan 1428 H.

TERBENTUKNYA FAHMI TAMAMI berawal dari kegelisahan H. Rhoma Irama pada saat mengendari kendaraan dan mendengar ceramah dari salah satu Radio yang isinya mengkafir-kafirkan dan membid’ah bid’ahkan saudaranya sesama muslim yang tidak sepaham atau se aliran. Dari situlah timbul kegelisahan dalam diri H. Rhoma Irama terhadap masalah tersebut.

Masalah yang terjadi tentang pengambil alihan kepengurusan masjid dan musholla serta pergantian tata cara beribadah dan gampang membid’ah bid’ahkan serta mengkafirkan sesama muslim dari kelompok Radikal.

Dari kegelisahan itu terjalinlah komunikasi yang intens dengan para Ulama dengan menceritakan gelisahan dan kekhawatirannya kepada ummat Islam yang bisa terjadi perpecahan di kalangan ummat.
Adapun para ulama yang di ajak komunikasi untuk mencari solusi dari permasalahan tersebut antara lain KH. Hasyim Muzadi Ketua Umum Nahdhotul Ulama, Prof Dr. KH Din Syamsudin Ketua PP Muhammadiyyah Dr. Tarmidzi Taher Ketua Dewan Masjid Indonesia, KH. Zaenuddin MZ Da’I, KH. Manarul Hidayah Pimpinan Pondok Pesantren Al Mahbuubiyyah.
Dari hasil muzakkaroh dengan para alim ulama maka tercetuslah Idea mendirikan jamiyyat atau organisasai yang Bernama FAHMI TAMAMI sebagai wadah organisasi pemersatu umat dan H.Rhoma Irama di minta menjadi Ketua Umumnya.

Ada 3 (tiga) hal yang menjadi tujuan utama FAHMI TAMAMI
Melindungi masjid dari intervensi kelompok yang membid’ah-bid’ahkan (menyesatkan pihak lain
Menjaga kelestarian ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah yang sudah ratusan tahun dilaksanakan oleh umat Islam. Merekatkan Ukhuwah Islamiyah khususnya dalam bingkai madzhab yang empat,yaitu madzhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali.

Para pendiri FAHMI TAMAMI

Fahmi Tamami dibentuk dan di deklarasikan oleh para Ulama dan cendikiawan muslim. Mereka Semua disebut sebagai Pendiri FAHMI TAMAMI antara lain :
KH. Rhoma Irama
KH. Zaenuddin MZ
KH. Hasyim Muzadi
KH. Tarmidzi Taher
KH. Dr. Din Syamsuddin
KH. Manarul Hidayah
Al Habib Muhammad Rizieq Shihab

Sejarah singkat Rhoma Irama

Raden Oma Irama atau Rhoma Irama lahir di Tasikmalaya, 11 Desember 1946. Dia dikenal sebagai penyanyi dangdut senior dan juga bintang film. Semula lebih dikenal dengan nama Oma Irama, namun setelah pulang dari menjalankan ibadah haji namanya berganti, R.H. Oma Irama atau Rhoma Irama.

Kepengurusan fahmi tamami

Susunan Kepengurusan FAHMI TAMAMI dari Tingkat Majelis Pimpinan Pusat atau MPP, Majelis Pimpinan Wilayah atau MPW di tingkat Propinsi, Majelis Pimpinan Cabang atau MPC di Tingkat Kota/Kabupaten dan Majelis Pimpinan Anak Cabang atau MPAC di tingkat Kecamatan.

Alhamdulillah Jamiyyah atau organisasi FAHMI TAMAMI sampai saat ini telah terbentuk di 34 Propinsi dan 136 di kabupaten kota dan 35 di tingkat kecamatan se Indonesia. Hingga saat ini terus mengembangkan kepengurusannya untuk tingkatan Kabupaten /kota dan kecamatan se Indonesia.

Visi misi Fahmi Tamami

Adapun VISI MISI dari FAHMI TAMAMI adalah sebagai organisasi pemersatu ummat Islam secara umum dan yang beraqidah ahlu sunnah wal jama’ah secara khusus.
Membentengi Aqidah ummat Islam Indonesia yang beraliran Ahlusunnah wal jama’ah. Secara Etimologi atau Bahasa Ahlun yang artinya keluarga, golongan atau pengikut, komunitas. Sunnah yang artinya segala sesuatu yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, yakni semua yang datang dari Nabi Muhammad SAW baik berupa perbuatan, ucapan, dan pengakuan Nabi Muhammad SAW. Al-Jamaah yang artinya apa yang telah disepakati oleh para sahabat Rasulullah SAW pada masa Khulafaur Rasyidin, yakni Khalifah Abu Bakar ra., Umar bin Khattab ra., Utsman bin Affan ra., dan Ali bin Abi Thalib ra.

Ahlussunnah wal Jamaah atau aswaja merupakan pemahaman tentang akidah yang berpedoman pada sunnah Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya.
Aadapun Ahlus sunnah wal jama’ah sebagai mazhab atau paham dipelopori oleh Imam Abu al-Hasan al-Asy’ari dan Imam Abu Manshur al-Maturidi. I mam Al Ghazali mengatakan, “Jika disebutkan Ahlussunnah wal Jamaah maka yang dimaksud adalah pengikut Al-Asy’ari dan Al-
Maturidi.”

Dalam kajian akidah/ilmu kalam istilah Ahlussunnah wal Jama’ah dinisbatkan pada paham yag diusung oleh Abu Hasan al-Asy’ari dan Abu Mansur al-Maturidi, yang menentang paham Khawarij dan Jabariyah (yang cenderung tekstual) dan paham Qadariyah dan Mu’tazilah (yang cenderung liberal).

Dalam kajian fikih, istilah Ahlussunnah wal Jama’ah disisbatkan pada paham Sunni yaitu merujuk pada fikih 4 (empat) madzhab (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali).
Dari situlah kemudian FAHMI TAMAMI menjadikan Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai asas oraganisasi.

Sebagai organisasi Pemersatu Ummat FAHMI TAMAMI tidak mempersoalkan hal hal yang Furu’iyyah dalam hal Ibadah yang dilakukan oleh ummat Islam baik Ibadah Mahdhoh maupun ghiru mahdhoh seperti dalam Sholat Usholli atau tidak, Tahlilan, Maulidan serta Yasinan.

FAHMI TAMAMI menjaga ummat dari perpecahan degan mencegah dan meluruskan paham paham yang mudah mengtakfirikan dan membid’ahkan kelompok lain.
TUHAN Kita Sama, Nabi Kita Sama, Qur”an Kita sama Kiblat Kita Sama Kenapa harus saling mengkafirkan.
Sholat kita Sama, Puasa Kita sama, Zakat Kita Sama, Haji Kita Sama
Kenapa Harus Saling Membid”ahkan

Perbedaan yang tidak penting Jangan Masalahkan, Bina Rasa Persaudaraan Bukan Permusuhan.
UKHUWAH HARUS DIWUJUDKAN !

Yel yel fahmi tamami

FAHMI TAMAMI : UKHUWAH ISLAMIYYAH
FAHMI TAMAMI : UKHUWAH WATHONIYYAH
FAHMI TAMAMI : UKHUWAH BASYARIYYAH

Penutup
مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلا مُضِلَّ لَهُ ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلا هَادِيَ لَهُ ، إِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا ، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ

“Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Dan yang disesatkan oleh Allah tidak ada yang bisa memberi petunjuk padanya. Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan dan setiap kesesatan tempatnya di neraka” (HR. An Nasa’i no. 1578, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan An Nasa’i)

Firdaus Turmudzi, M.Hum : Sekjen FAHMI TAMAMI DKI Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *