Ervan Ketum PITA : Ziarah Kubur VS Wisata

FOKUSATU-Keputusan Gubernur DKI Jakarta sebagai orang nomor satu di Jakarta yaitu menutup seluruh TPU ( Tempat Pemakaman Umum ) Di Ibu Kota mulai tanggal 12 Mei sampai 16 Mei, menurut saya kurang tepat dan sangat berkesan tidak adil.

Disatu sisi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, mengeluarkan Surat Edaran Disparekraf DKI Nomor 81/SE/2021 tentang operasional tempat wisata atau rekreasi pada libur Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah/ 2021 di masa pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Seharusnya Pemprov DKI Jakarta bisa membuat aturan sistem pembatasan untuk berziarah kubur juga, agar tidak terjadi opini seolah – olah dengan ziarah kubur akan menimbulkan Covid 19 sedangkan berwisata tidak.

Bila ziarah kubur dilarang maka Pa Anies harus juga bisa memberikan solusi bagi para penjual bunga tabur yang selama ini mengantungkan rejekinya dari hadirnya orang orang yang berziarah.

Para penjual bunga tabur tentu sangat terpukul dengan keputusan ini, apalagi keputusan pelarangan ziarah ini tidak disosialisasikan jauh jauh hari.

Acunk salah satu penjual bunga tabur sangat menyayangkan keputusan tersebut, “apalagi saya baru banget panen bunga nya dan harapan menjualnya hanya disaat orang orang berziarah, bunga yang sudah saya beli untuk dijual mau saya apain sekarang ?” keluhnya.

Saya jadi teringat ucapan Pa Anies kalo tidak salah ditahun 2018, “Kalau kita mau lihat kemiskinan yang ekstrim, maka tidak usah jauh-jauh, datang ke Jakarta. Ingin lihat kekayaan ekstrim? Enggak usah jauh-jauh, datanglah ke Jakarta”.

Menurut saya ketimpangan terjadi dikarenakan kebijakan yang seolah olah menutup mata sikecil untuk membuka mata para pembesar.Tutup Ervan Purwanto selaku
Ketua Umum Pemuda Cinta Tanah Air.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *