Dr Aziz Syamsudin : Pembentukan Generasi Unggul Harus Di Imbangi Dengan Pendidikan Karakter Pancasila

FOKUSATU-BAKTI Kominfo Dan DPR RI Gelar Seminar Merajut Nusantara,dengan mengambil tema : “Peran Pemuda Dalam Meningkatkan Politik Kebangsaan di Era Digital” Bakti Kominfo bersama DPR RI menggelar acara seminar merajut Nusantara melalui ZoomMeeting dan di siarkan live streaming youtube SwaraSenayan http://www.youtube.com/watch?v=K5HIabxXklc.Jumat/23 April 2021.

Menghadirkan narasumber Dr. Azis Syamsuddin selaku
Wakil Ketua DPR RI, Ferdy Ferdian Aziz selaku anggota DPRD Provinsi Lampung dan Fredy Tulung selaku praktisi kehumasan dan komunikasi publik

Aziz Syamsudin dalam paparan nya mengatakan pentas politik abad 21 di warnai dengan fenomena khas kaum muda, seperti progresifitas, kreativitas,inovasi dan kompetisi.

Memasuki era revolusi Industri 4.0 Indonesia harus siap dalam mengejar segala kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi, dengan menciptakan generasi yang unggul.

Di harapkan bahwa masuknya era 4.0 ke Indonesia dapat membawa berbagai dampak positif bagi negara dalam berbagai sektor,seperti harus mensejahterakan masyarakat serta membangun perekonomian negara.

Revolusi Industri 4.0 merupakan fenomena yang menggabungkan teknologi siber dan teknologi otomatisasi,dan kita harus siap dalam teknologi digital.

Dalam konteks era revolusi Industri 4.0 ini, keadaan yang menuntut warga Indonesia untuk mengikuti perkembangan IPTEK harus di imbangi dengan sikap masyarakat yang beretika, terbuka dan toleran.

Pembentukan generasi unggul juga harus diimbangi dengan pendidikan Karakter pancasila, pendidikan pancasila berperan dalam menuntun agar nilai nilai bangsa Indonesia tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Agar jatidiri bangsa tidak hilang, pancasila harus selalu di pegang teguh oleh masyarakat Indonesia yang multikultural dan heterogen.

Di era 4.0 ini, pendidikan pancasila menjadi lebih relevan daripada sebelumnya, sebab dengan pendidikan pancasila secara otomatis nilai nilai politik kebangsaan di era digital juga akan berkembang.

Dalam menghadapi era revolusi Industri 4.0,pendidikan pancasila harus mampu di optimalkan, pancasila merupakan filter untuk menyaring nilai nilai atau ideologi yang masuk ke Indonesia.

Nilai nilai yang terkandung dalam pancasila seperti nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan sosial merupakan pilar penting yang harus selalu diingat, di resapi serta di amalkan oleh masyarakat Indonesia dalam aktivitas sehari harinya, tutup Aziz.

Pemateri selanjutnya Ferdy Ferdian Aziz selaku anggota DPRD Provinsi Lampung, beliau mengatakan peran pemuda sebagai agent of change, iron stock, social control, moral force and guardian of value.

Berdasarkan survey 2018 data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII),di Lampung pengguna internet hanya 39,5 % dari total penduduk Lampung sebanyak 11 juta jiwa.

Kelebihan industri kreatif 4.0 akses informasi tak terbatas, media pertukaran data, menjembatani kesenjangan budaya.
Sedangkan kekurangannya yakni tempat berkembang biak bagi aktivitas ilegal, kerentanan informasi pribadi, berkurangnya sosialisasi.

Pemateri terakhir Fredy Tulung selaku praktisi kehumasan dan komunikasi publik, beliau katakan Negara Indonesia Satu Bangsa dengan beragam ekspresi.

Politik kebangsaan, budaya rasa memiliki dan mencintai bangsa dengan selalu aktif terlibat, bergerak serta berbaur dalam keragaman ruang publik untuk menciptakan harmoni dan kemajuan bangsa.

Untuk mencapai harmoni dan kemajuan bangsa, di butuhkan kecerdasan politik yang mampu mengemban tugas kewarganegaraan memahami hak dan kewajiban.

Aktivitas milenial berbasis digital, mulai dari rekomendasi kuliner, travelling hingga pembelian barang sehari hari dilakukan secara online, dengan perilaku tersebut generasi milenial siap membawa Indonesia ke era digital.

Siapakah yang di sebut sebagai milenial, yakni kelahiran setelah tahun 1985.

8 dari 10 generasi milenial terkoneksi internet, 40,1 % memiliki akun instagram.

Diantara perilaku milenial Indonesia kecanduan internet, kerja cepat kerja cerdas, cuek dengan politik, tidak harus memiliki.

Para milenial Indonesia harus mampu mengisi ruang ruang publik , tutup Fredy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *