DPP KNPI : Indonesia Meski Miliki 11 Kapal Selam

FOKUSATU-Tragedi tenggelamnya Kapal Selam 402 adalah sebuah musibah tanah air. Sebagai negara yang berkembang maka tiap fenomena dan tragedi yang terjadi harus menjadi evaluasi bernegara. Ketua Bidang Pertahanan dan keamanan DPP KNPI Anas Raja Andi mengatakan bahwa Kelemahan pertahanan kita hari ini adalah,

Pertama : Alutista sudah ketinggalan kecanggihan teknologi sehingga butuh peremajaan
Kedua : alutista kita masih ada ketergantungan dengan negara lain

Meskinya pemerintahan diperiode Jokowi yang telah menggelorakan Indonesia poros maritim dunia harusnya sebanding lurus dengan political will anggaran pertahanan keamanan negara yang masih minim, meski ditahun 2021 mencapai 137 triliun naik 14% lebih dari pagu anggaran sebelumnya.

Anas menambahkan bahwa Alutista adalah unsur pembentukan kekuatan militer negara.
Sehingga kekuatan maritim harus dikonversi terhadap ketersediaan alutista.
Indonesia saat ini memiliki kekuatan dilaut dengan 282 kapal, 5 kapal selam, 7 unit vriger.
Coba bandingkan negara lain seperti Vietnam miliki 6 kapal selam, singapura miliki 4 kapal selam yang lebih kecil kekuatan maritimnya.
Ketersediaan peralatan militer di matra laut harus sesuai dengan luas wilayah Indonesia sekitar 7.081.000 Km, luas lautan 3.205.000 Km persegi, Zona ekonomi eksklusif 2.205.000 Km persegi dan Panjang pantai 95.181 Km persegi
Sehingga idealnya Indonesia memiliki 11 Kapal Selam.

Oleh karena itu ke depan Indonesia meski melakukan 3 hal yaitu pertama Modernisasi alutista sebuah keharusan, kedua Political will penganggaran pertahanan dan ketiga Menyiapkan SDM Profesional dan Tangguh dalam melakukan operasional pertahanan negara.

Anas Raja Andi
Ketua Bidang Pertahanan dan Kemanan DPP KNPI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *