DPD DKI Gerindra Gelar FGD”Efek Ekor Jas Dalam Meningkatkan Elektabilitas Parpol”

FOKUSATU-Efek ekor jas saat Pemilu di Indonesia mulai jadi pertimbangan partai politik dalam mengambil keputusan di Pemilu 2024.

Secara sederhana efek ekor jas dimaknai parpol dalam Pileg akan mendapat limpahan suara karena tokoh yang diusung dalam Pilpres.

DPD Gerindra DKI Jakarta mengadakan Focus Group Discussion (FGD) ke 3 secara hybrid dengan mengambil tema pengaruh Efek ekor jas dalam Meningkatkan elektabilitas partai politik.

Menghadirkan narasumber Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) DKI Jakarta,A Riza Patria yang juga Wakil Gubernur DKI Jakarta ,Dr(Cand) Syarif, M.Si selaku Wakil ketua DPD Gerindra DKI Jakarta dan Dr Ujang Komarudin,M.Si selaku pengamat politik,dengan di moderatori oleh DR Rahmatullah,Selasa (25/01).

Dalam sambutan nya A Riza menjelaskan pentingnya efek ekor jas dalam pemilu serentak 2024 nanti.

Tokoh populer yang dicalonkan dalam Pilpres atau pilkada, bisa ikut meningkatkan elektabilitas partai.

“Artinya, tokoh yang populer dengan tingkat elektabilitas yang tinggi akan memberikan efek positif secara elektoral kepada partai pengusungnya,” kata A Riza .

A Riza memang menyadari pentingnya efek ekor jas terutama saat pemilu serentak 2024 nanti. Namun, mengusung calon yang berpengaruh tidaklah cukup, kredibilitas sebuah partai politik juga penting.

Lebih lanjut di katakan oleh Dr Ujang, bicara Efek Ekor Jas di Pemilu,tak Jaminan, Kerja Partai Harus Baik .

Namun, Dr Ujang mengingatkan, efek ini tak boleh membuat partai terlena. Karena tidak semua partai koalisi menikmati efek terhadap tokoh.

“Efek ekor jas ini penting diperhatikan sebagai cara mendapat keuntungan elektoral dari calon yang diusung dalam pilpres maupun pilkada. Namun tidak ada jaminan bakal terjadi,” jelas dia.

“Untuk itu, 1 hal yang perlu diperhatikan adalah kerja keras partai. Partai tidak bisa hanya bergabung atau mengharapkan dapat efek ekor jas,” ujar Dr Ujang.

Sebab, dampak efek tokoh terhadap partai juga punya faktor lain. Misalnya, sejauh mana tokoh ini dekat dengan partai politik pendukung.

“Partai anggota koalisi mengambil dampak efek ekor jas tergantung pada kuat lemahnya asosiasi mereka terhadap sang tokoh yang dicalonkan di Matador pemilih,” tutup Dr Ujang.

Dr(Cand) Syarif, M.Si selaku Wakil ketua DPD Gerindra DKI Jakarta menyoroti Pilkada DKI Jakarta yang akan digelar pada 2024,dan pasangan Anies-Riza akan habis masa jabatannya pada Oktober 2022 dan kepemimpinan diteruskan Pj yang ditunjuk Kemendagri.

Secara nasional Gerindra sudah mulai menawarkan kembali Prabowo Subianto sebagai sosok yang akan maju sebagai Capres 2024.

Lebih lanjut Syarief katakan, kita akan bekerja sama dengan tokoh local untuk menciptakan “jas jas baru” karena pelaksanaan pileg dan pilpres lebih dulu dengan pilkada.

14 Februari 2024 hari Rabu adalah pelaksanaan pemilihan legislatif dan presiden sedangkan pelaksanaan pilgub bulan November 2024. Jadi dalam hal ini DPD Gerindra DKI Jakarta akan berusaha all out memenangkan khususnya di wilayah DKI Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *