Catatan KH Yusuf Sholeh : Ada Yang Merasa Aman Dari Corona Karena Merasa Dekat Dengan Allah?

FOKUSATU-Ada yang merasa aman dari corona karena merasa dekat dengan Allah ?… sehingga gak ada Rasa empati sama sekali, bahkan dengan PD nya merasa seakan tidak ada HAL luar biasa.

Wahai Saudaraku

Renungkan Lah dengan seksama :

1- Rasulullah Saw adalah manusia yang paling dekat dengan Allah
– Suatu ketika beliau bersembunyi di Gua Tsur, hal ini beliau lakukan untuk menghindar dari kejaran Kafir Quraisy yang akan membunuh beliau.
– Bukan karena beliau takut atau pengecut, bukan beliau tidak yakin kepada Allah, bukan beliau tidak yakin dengan pertolongan Allah, bukan beliau tidak percaya dengan takdir Allah, tapi RISALAH agama harus sampai ke generasi berikutnya,itulah sebabnya beliau harus menghindar ketempat yang aman.

2- Nabi Musa Alaihis Salam adalah salah satu Nabi dan Rasul yang bergelar Ulul Azmi, salah satu manusia yang paling dicintai oleh Allah SWT
-Beliau dan pengikutnya yang beriman berlari menyeberangi laut mati menghindari kejaran Firaun.
– Bukan karena beliau takut atau pengecut, bukan tidak yakin dengan kekuasaan dan perlindungan Allah, bukan tidak yakin dengan pertolongan Allah, bukan tidak percaya dengan takdir Allah,
– tapi Agama ini tidak menginginkan Rosulullah/Nabi Musa dan umatnya mati konyol ditangan Fir’aun dan Pasukannya,
karenanya beliau dan ummatnya harus menghindar dari kejaran Fir’aun dan pasukannya untuk sementara waktu,

3- Nabi Ibrahim Alaihi Salam adalah manusia kedua yg paling dicintai oleh Allah SWT bergelar Kholilullah
– Beliau dan ummatnya yang beriman pernah Menghindar dari kejaran Raja Namrudz.
– Bukan karena beliau takut atau pengecut, bukan karena beliau tidak yakin dengan perlindungan Allah, bukan karena beliau tidak yakin dengan pertolongan Allah, bukan pula beliau tidak percara dgn takdir Allah,
– tapi agama ini kadang harus mengalah untuk menang.
Untuk itulah menghindar dari kejaran Namruz agar Da’wah tidak terhenti.

4- Khalifah Umar Radhiyallahu Anhu adalah manusia yg dijamin masuk syurga, yang kuat keimanannya, yang bagus agamanya.
– tapi beliau pernah menghindari kampung yg terkena wabah/ sedang ada ada wabah (tha’un).
Beliau tidak jadi masuk kekampung tersebut utk menghindar dari wabah.
– Bukan karena beliau takut atau pengecut, bukan tidak yakin kepada Allah, bukan tidak yakin dengan perlindungan Allah, bukan tidak percara dgn takdir Allah,

– tapi beliau berpendapat bahwa :
Hal terbaik adàlah berlari dari takdir buruk utk menuju ke takdir yang baik.
Karena itu beliau tidak berusaha utk masuk kekampung yg sedang merebak Wabah disana, sehingga beliu mennghindar dari kampung yg sedang terjadi Wabah itu.

(Renungan….)

– SEMENTARA ADA BANYAK ORANG yg bukan Rasul, bukan Nabi, bukan pula manusia yg dijamin masuk Syurga, tapi dengan pongahnya seolah menantang wabah (tha’un), dg berkata:
– jika kita dekat dgn Allah maka wabah itu tidak akan mendekati kita,
– jika kita yakin dgn taqdir Allah dan tawakkal kepadanya maka kita akan aman dari wabah.

Ketahuilah…

Keyakinan kepada Allah itu memang suatu keharusan dan kewajiban,
Tetapi haruslah disertai dan tetap diiringi dg Berihktiar, dan ini adalah merupakan *kesempurnaan dari suatu IMAN dan KETAQWAAN* kepada Allah. SWT.

– janganlah berlaku *SOMBONG* dan *JAHIL* dg ilmu yg sangat terbatas,

– Perhatikanlah baik², dan Renungankanlah baik- baik Kisah-kisah diatas diatas tadi.
– Apakah Merasa iman, keyakinan, tawakkal, kedudukan Lebih hebat dibanding dgn Para Rosul AS, dan dibanding shabat Umar RA, dimana beliau-beliau Masih menjalankan IKHTIAR dan IKHTIAAAAR….

 

(PENUTUP)

Kisah inspiratif sebagai Renungan saja

( Untuk Yang Sering Bilang TIDAK TAKUT CORONA )

– dikisahkan ada Seorang Nenek :

– Nenek ini yang Begitu Percaya Sama Tuhan…,
Nenek Ini Selalu Berpedoman Percaya akan Tuhan itu, Akan Menyelamatkan seseorang”

– Pada Suatu ketika Rumahnya Kebanjiran, Saat Itu Air Masih Setinggi 1 Meter,
Ketua RT nya Datang Dan Mengajaknya Untuk Mengungsi,
Tetapi Dia Menolak Dengan Berkata:
“Tuhanku Akan Menyelamatkanku, karena aku selalu berdoa dan tawakkal kpd-nya, ”
Lalu Pak RT Itupun Pergi Mengungsi.

“Air Terus Naik, dan Nenek Itu Mulai Naik Ke Lantai 2 Rumahnya.
Kemudian Datang Tetangganya Yang Kebetulan Lewat Mau Mengungsi, Dan ia Mengajak si nenek utk Pergi meninggalkan Tempat Itu,
Tetapi Dia Menolak Dan Tetap Berkata:
“Tuhanku Akan Menyelamatkanku”
Air Terus Semakin Tinggi, Akhirnya Dia Naik Ke Atap Rumahnya. Rumahnya Sudah Tenggelam, Kemudian Datang Tim SAR Untuk Menyelamatkannya,
Dan Mengajaknya Pergi Ke Tempat Pengungsian:
Lagi – Lagi Si Nenek Tetap Menolak. ia Berkata:
“Tuhanku Akan Menyelamatkanku”
-Akhirnya Si Nenek Pun Tenggelam Bersama Rumahnya, Dan Ditemukan Telah Meninggal Dunia.

-Di pintu Surga Saat Bertemu Dengan Malaikat,
Si Nenek itu Protes Dan Berkata,:
“Kenapa Tuhan Membiarkanku Mati ?!?
Bukankah Tuhan Berkata bahwa ia bersama hamba-hambanya yang bertawakkal kpd-Nya, dan Akan Menyelamatkanya!?!”

-Jawaban Malaikat :
“Tuhan Sudah Berusaha Menyelamatkanmu, Tapi Kau Menolaknya !!!
Kau Pikir Pak RT, Tetangga Dan Tim SAR Yang Datang Kepadamu Untuk Menyelamatkanmu Itu Siapa Yang Nyuruh” mereka,
Ujar Si Malaikat.
-“Tuhan-lah Yang Menyuruh Mereka, Dengan Perantara Merekalah Tuhan Akan Menyelamatkanmu !!!”.

-Si Nenek Baru Sadar, Kalaupun Tuhan Berkata Akan Menyelamatkannya Bukan Berarti Tuhan Sendiri Yang Akan Datang Kepadanya, Tetapi Melalui Perantaranya (Orang Lain).

Begitulah Dengan Kondisi Kita Saat Ini… ?’
Kita Percaya Sama Allah, Tetapi Pemerintah Pusat Atau Daerah Serta Juga Petugas Medis Yang Sudah Membuat Pengumuman Adalah Perpanjangan Tangan Tuhan, Sebagai LantaranNya Untuk Menyelamatkan Kita,
– Mari Kita Ikuti,,,!!!.
“Karena Itulah Jalan Yang Terbaik Buat Semua, Yang Bisa Kita Lakukan Saat Ini”.

– Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

فِرَّ مِنَ الْمَجْذُومِ فِرَارَكَ مِنَ الْأَسَدِ

“Larilah dari orang yang terkena kusta, sebagaimana engkau lari dari singa”
(HR Ahmad no.9722, ).

Menunjukkan bahwa boleh berusaha menghindarkan diri dari penyakit menular.
Bahkan ini perintah Nabi.
Dalam hadits lain, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

لاَ تُورِدُوا المُمْرِضَ عَلَى المُصِحِّ

“Janganlah mengumpulkan unta yang sakit dengan unta yang sehat”
(HR. Bukhari no.5774, Muslim no.2221)

عصمنا الله و إیاکم بطاعته
…امين يارب العالمين

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *