Catatan Jumat Abah Asluk : Vaksinasi Virus Corona

FOKUSATU-Sejujurnya, saya sendiri tidak menolak vaksin. Bagi saya Vaksinasi itu program yang sudah ada sejak lama dalam rangka pemberian vaksin (antigen) yang dapat merangsang pembentukan imunitas (antibodi) sistem imun di dalam tubuh.

Namun saran saya, prosedur vaksinasi pun harus tepat dan benar. Karena virus corona yang masih bermutasi dan belum sampai pada titik puncak mutasinya ada spekulasi tidak bisa dihadang dampak penyebarannya melaui vaksinasi sekarang. Wajib dipikirkan, jangan sampai ada vaksinasi ulang hanya karena alasan virus corona yang datang diawal dianggap beda dengan yang terjadi sekarang atau di waktu yang akan datang. Hingga program vaksinasi yang terjadi hari ini dianggap kurang efektif.

Sebenarnya, sistem kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit bisa terbentuk secara alami saat seseorang terinfeksi virus atau bakteri. Jika Khusus menyoal prilaku alam, dapat kita pahami bahwa virus itu pun adalah kebaikan dari alam. Karena secara sunatullah manusia akan memiliki “berkah” kekebalan tubuh yang sangat baik jika dapat melewati waktu transisi kesehatan dari sejak terdampak virus ini dengan rata-rata 14 hari, setelah itu imunitas manusia akan meningkat lebih baik bahkan dibandung vaksinasi apapun yang dilakukan pemerintah. Artinya, bagi orang yang memilki daya tahan tubuh yang cukup hingga ia dapat melewati masa transisi, virus corona dapat disikapi sebagai program vaksinasi yang dilakukan alam bagi manusia (sunatullah).

Al Qur’an Surat Al-Insyirah Ayat 5-6 :
“Karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersma kesulitan itu ada kemudahan”

QS. Al Baqarah: 216
“Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *