Catatan Bang Irul : Bang Rahmat, Telah Memenangkan Sekolah Kehidupan

FOKUSATU-Pagi itu cuaca di Berlin kurang lebih 6 derajat. Dingin, menembus jaket yang kami pakai. Di restoran hotel Ibis, saat segelas susu dan coklat panas belum habis diminum.

Sosok muda, berbadan gempal, berambut kelimis itu menyapa kami. Sambil menanyakan apa bahasa Jermannya selamat pagi. Saya bilang ‘ Gutten Morgan ‘ kalau bahasa Sunda selamat pagi ‘ Wilujeng énjing ‘ . Siap.siap jawabnya sambil tersenyum.

Rul, sampai juga kita di Jerman. Di Berlin kota yang saya baca kisahnya dari orang-orang termasuk Pak Fauzi. kalau lagi rapat soal kota ngomongnya dan referensi ibu kota Jerman terus . Sehebat apa si Berlin ini ?

Itu sedikit cerita yang saya kenal dari bang rahmat HS. Beliau memang tokoh muda Betawi, kecil dan masa muda di habiskan di tanah Abang. Tepatnya di jalan Gg haji Alhabsyi. kelurahan Kebon melati. Kecamatan Tanah Abang.

Perawakannya yang terbuka, supel, gampang bergaul. Menjadi cerita sendiri bagi aktifis Jakarta yang mengenalnya. Masuk dan dekat ke elite nga buat dia lupa diri. sekalipun beberapa kali mencoba peruntungan Caleg Gagal tapi tak ada kata putus asa bagi dirinya.

Sekali waktu, saat Jakarta sedang terjadi banjir di beberapa titik. Bang Rahmat HS berdialog di stasiun TV swasta . Sebagai tokoh Betawi dengan enteng nya beliau bilang “ beruntung Jakarta punya gubernur soleh dan banjir hanya weekend jadi tidak mengganggu aktivitas warga” .

Penasaran dengan istilah itu, sehabis live acara di TV swasta . saya tanya dan telepon beliau apa hubungan banjir dengan gubernur soleh. Beliau hanya bilang yang itu yang keluar di pikirkan Rul, sambil terkekeh.

Bang rahmat membuat suasana beku jadi cair. Ini saat, kumpul-2 dengan pak Effendi Anas ( kala itu walikota Jakarta utara) M Taufik ( wakil ketua DPRD ), bang Awing, Rico Amrta, dan beberapa teman. Lagi serius mendengarkan pak Effan bicara serius.
Bang Rahmat, tiba – tiba menyela pembicaraan seketika itu semua tertawa.

Menjadi Aktifis, adalah sekolah kehidupan yang banyak memberi manfaat. Banyak orang sekolah tinggi tapi nga banyak manfaat buat orang lain cetuk bang rahmat. Jam terbang bang Rahmat, ber- aktifis tidak diragukan beliau seorang Otodidak organik .

Kabar duka saya terima hari ini, bang rahmat HS tutup usia. Di usia 59 tahun. Berjuang keras melawan covid di rumah sakit Tarakan. Beliau orang baik, berkawan dengan baik, ramah dan menolong orang . Semoga Allah melapangkan kuburnya diterima segala amal kebaikannya. Bang Rahmat, anda sudah memenangkan sekolah kehidupan ini dengan Husnul Khatimah.

Hairullah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *