Catatan Asep Lukman : Benarkah Pancasila Itu Ada Atau Hanya Ilusi Belaka

FOKUSATU-Lepas dari pro dan kontra, terus terang saya sebagai masyarakat biasa merasa kasihan terhadap para ahli dan petinggi negara ketika mengatasi polemik yang mengancam perpecahan bangsa. Dimana masalah bukannya reda tapi malah semakin parah. Kenapa? karena satupun tidak ada pakar negara yang bisa merealisasikan bentuk real konsep pancasila dalam menangani masalah.

Semua terlihat bingung gelagapan persis laksana orang-orang yang sesat ditengah hutan belantara dimalam gelap gulita. Ironinya dilain pihak mereka selalu memandang pancasila sebagai alat pemersatu, lebih kasihannya lagi mereka senatiasa bicara soal moral-moral pancasila tapi pada faktanya satupun tidak ada yang mampu menjelaskan tentang bentuk real moral pancasila itu seperti apa.

Moral adalah perilaku atau perbuatan baik dan buruk. Dimana hal itu bersumber dari ajaran keyakinan yang embrionya berawal dari apa yang kita sebut fitrah. Artinya secara fitrah setiap manusia pasti menuntut atau menyukai moral yang baik bukan moral yang buruk. Sangat tepat jika moral adalah hal yang erat sekali kaitannya dengan soal ke-Tuhanan. Setiap ajaran keyakinan memiliki aturan-aturan tentang moral yang dicatat dalam kitabnya masing-masing. Sekarang kitab tentang moral pancasila itu seperti apa, dan bentuk konkret ajaran moral pancasila itupun apa. Kalau bisa tolong kasih contoh seorang figur yang mewakili sebagai orang yang bermoral pancasila.

Negara ini sudah dipimpin tujuh orang presiden. Semestinya piguritas yang pas dijadikan contoh bermoral pancasila itu tentunya sosok presiden. karena pancasila mutlak sudah dipandang bangsa ini sebagai ideology negara. karena itu antara sikap kepemimpinan kepala negara dan moral pancasila itu harus menjadi suatu kesatuan persis seperti gula dan manisnya. Dengan kata lain bentuk real moral pancasila itu harus betul-betul mutlak tertuang dalam sikap kebijakan seorang kepala negara. Entah itu sikap kebijakan dalam soal ekonomi, politik dan atau sikap kebijakan dalam menyelesaikan polemik yang terjadi dalam kehidupan bangsa.

Sekarang, dari ketujuh presiden itu kira-kira siapa yang sikap kebijakannya mencerminkan sosok orang yang bermoralkan pancasila. Mohon dijawab jujur. apakah presiden Sukarno, Suharto, Habibi, Gusdur, Megawati, SBY, dan atau presiden Jokowi. Kenapa demikian ? Supaya semua masyarakat awam seperti saya pribadi tidak bingung karena sudah bisa melihat dengan jelas bentuk real dari apa yang kita sebut moral pancasila itu. Jika tidak jelas lantas bagaimana moral pancasila itu bisa kita jadikan suatu acuan sebagai standarisasi bagi perilaku bangsa.

Seyogyanya kita selaku makhluk yang punya Akal dan Rasa jangan membelakangi fakta bahwa kepala-kepala negara yang telah memimpin bangsa ini semua “bermasalah”. satupun tidak ada yang bisa kita citrai sebagai sosok figur yang bermoralkan pancasila.

Bahkan setiap kepala negara dalam melakukan kebijakannya justru berbeda-beda. Buktinya sikap kebijakan presiden Sukarno sangat berbeda dengan yang dilakukan presiden Suharto, begitupun seterusnya dimana perbedaan senantiasa saja terjadi.

Jika diamamati, Setiap presiden melakukan kebijakannya hanya cenderung dipengaruhi oleh empat hal.

1. Oleh pembawaan karakter pribadinya masing-masing.
2. Oleh kapasitas wawasan dan keilmuannya masing-masing.
3. Oleh konstalasi atau dinamika politik nasional yang dihadapi dirinya masing-masing.
4. Oleh SIKON politik dan ekonomi global yang dihadapi dirinya masing-masing.

Jadi, di mana sebenarnya eksistensi moral pancasila itu. Dan kenapa sampai tidak bisa tertuang dalam bentuk kebijakan para kepala negara. Bahkan kenapa setiap kepala negara senantiasa bersikap lebih mementingkan kelompoknya dan pihak-pihak yang dipandang loyal terhadapnya saja.
Kenapa bisa begitu, apa yang menjadi inti penyebabnya ?

Setiap rezim senantiasa bicara soal keadilan kesejahteraan persis sebagaimana poin-poin yang tercantum dalam pancasila. Namun tanpa disadari dibalik itu semua bahwa apa yang diperbuat oleh setiap rezim pada faktanya kebijakannya membebani rakyat.

Pertanyaannya; sadarkah kita bahwa dengan kebijakan-kebijakan seperti itu secara otomatis akan menimbulkan Pertentangan yaitu antara pemerintah dan rakyat. Oleh karena faktanya memang demikian maka pertanyaanya; siapa sih sebenarnya yang mendahului berbuat perpecahan permusuhan itu..? dan dimana sebenarnya keberadaan moral pancasila itu..?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *