Bang Azis : Lebaran Cina

FOKUSATU– Saat ini kita sedang berada pada tahun 1444 H dalam penanggalan Islam (Hijriah), tahun 2023 dalam hitungan masehi, dan Tahun baru Imlek 2574.

Masyarakat Betawi memiliki kearifan tersendiri pada setiap perayaan Tahun baru. Pada Tahun Baru Imlek misalnya, Orang Betawi menyebutnya dengan sebutan “Lebaran Cina”.

Kata Lebaran bermakna hari raya, keriaan (ramai) dengan suasana gembira dan saling berbagi, di Betawi sendiri dikenal ada ; Lebaran pada 1 Syawal, Lebaran Haji (saat idul Adha), Lebaran Yatim (10 Muharam), bahkan kini saking populernya istilah Lebaran, BAMUS BETAWI menyebut Agenda Halal Bi Halal kaum Betawi dengan sebutan “Lebaran Betawi”.

Terkait Lebaran Cina atau Tahun Baru Imlek bagi masyarakat Betawi adalah wujud Kebersamaan dan toleransi yang sudah mengakar sejak dahulu, hal ini karena Betawi dan Cina menjadi bagian tidak terpisahkan, budaya Betawi tidak lepas dari sentuhan adat istiadat Cina, baik dari dialek (bahasa) maupun tradisi budaya lainnya.

Dari bahasa misalnya, serapan bahasa Cina yang telah menjadi base (bahasa Betawi) misalnya ; Baba (bapak), Kong/Engkong (Kake), Cing/encing, Cang/encang, nyi, nyai, gue, lu, dan masih banyak lagi. Pakaian (busana) misalnya, baju laki ; koko/ sadaria, kebaya encim, pengantin wanita betawi pun tidak luput dari sentuhan cina.

Singkatnya Betawi dan Cina telah membaur dan berasimilasi cukup panjang, sehingga tumbuh persaudaraan dan toleransi yang terjaga cukup baik, termasuk saat memasuki Tahun baru Imlek, Betawi pun bergembira dan menjiwai tradisi Cina ini dengan menyambutnya dengan saling bersedekah kue keranjang (dodol cina), masak pindang bandeng dan kegembiraan lainnya.

Demikian sekelumit ekspresi persaudaraan kaum Betawi yang telah berjalan ratusan tahun di Tanah Betawi. Demikian dipaparkan Bang Azis Khafia selaku wakil Ketua Umum BAMUS Suku Betawi 1982 yang juga calon Anggota DPD RI 2024 mendatang, disela-sela kesibukannya menghadiri Ulujami Bersholawat tadi malam di Jakarta Selatan.(21/01). 

Lebih lanjut Bang Azis mengajak semua pihak untuk terus merajut persaudaraan dan kebersamaan dalam membangun Bangsa, kekayaan budaya harus menjadi perekat dan kekayaan bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *