AJI NAJIULLAH THALIB : JAMBI KOTA KARET

FOKUSATU-Dulu idiom ini begitu melekat dengan Propinsi Jambi, karena memang hutan tanaman Karet/hutan Para, sangat memberikan kehidupan bagi sebagian besar masyarakat Jambi. Banyak yang menjadi saudagar/Tauke Karet, sehingga kaya Raya. Bahkan konon kabarnya masyarakat Jambi pernah menyumbang Pemerintahan Soekarno untuk membeli pesawat, dan peristiwa itu tertulis dalam sejarah Indonesia.

Dengan idiom Kota Karet berlaku juga Jam Karet, dimana kalau janjian waktunya selalu ngaret, tidak pernah tepat waktu. Idiom Jam Karet inipun sangat melekat pada masyarakat Jambi, kurang bisa menghargai waktu dan janji. Sekarang kebun karet sudah tidak lagi menjadi lahan pertanian masyarakat, akibat dari boomingnya kelapa sawit.

Sayangnya regulasi Pemda setempat terhadap industri kelapa sawit tidak Menguntungkan masyarakat setempat. Banyak lahan yang dijual kepada investor/pengusaha kelapa sawit, yang merupakan pengusaha dari luar Daerah. Pembukaan lahan secara besar-besaran dampaknya tidak Menguntungkan masyarakat setempat, masyarakat pada akhirnya hanya bisa menjadi buruh, bukan lagi pemilik lahan.

Kalau saja Pemda setempat membuat aturan, bahwa tidak ada investor/pengusaha yang diberi izin pembelian lahan, lahan bisa dimanfaatkan dengan sistem konsinyasi dengan masyarakat, tentunya lain lagi ceritanya. Meskipun tetap ada celah bagi masyarakat untuk dirugikan, karena prosentase Dalam bagi hasil pun bisa diakali oleh pengusaha, dan itu sudah banyak terjadi di Jambi.

Sayangnya para pemimpin pemegang kebijakan terkait hal ini Gelap Mata, sehingga banyak lahan masyarakat dan hutan adat pun bisa diperjualbelikan. Kalau pemimpin/kepala Daerah dengan mudah memberlakukan Jual beli lahan antara masyarakat dan pengusaha, maka lambat laun kepala masyarakat yang dipimpin mereka pun bisa mereka Jual dengan seenaknya. Itulah perlunya memilih pemimpin yang memiliki hati nurani, yang mengerti dan mau melindungi hak-hak masyarakat yang dipimpin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *