Agus Salim : Rasulullah Ayah Teladan

FOKUSATU– Setiap anak membutuhkan kehadiran ayah, terutama di saat yang tepat. Ada beberapa waktu dimana ayah harus hadir untuk anak, terutama anak usia dini. Waktu tersebut adalah pagi, siang, dan malam menjelang tidur

Kehadiran ayah di waktu- waktu tersebut bagi anak usia dini adalah sebuah keharusan, karena diusia dini anak- anak membutuhkan kehadiran ayahnya secara fisik untuk menguatkan hubungan emosional (bounding). Bounding yang kuat antara ayah dan anak akan mengokohkan komunikasi antara seorang ayah dengan anaknya di tahapan perkembangan psikologis anak selanjutnya.

Coba kita baca riwayat hidup Rasulullah, bagaimana beliau sangat dekat dan kuat boundingnya (hubungannya) dengan Fatimah, anaknya. Begitu juga dengan cucunya Hasan dan Husien. Dengan anak-anak di dikota Madinah, beliau pun sangat dekat, dan selalu dirindukan kehadirannya.

Rasulullah memiliki kebiasaan baik yang patut kita diteladani terkait hubungannya dengan anak dan cucunya serta anak-anak di Kota Madinah, antara lain:

Pertama, Rasulullah akan mengucapkan salam lebih dahulu jika bertemu anak-anak.

Kedua, Rasulullah senang mendoakan anak-anak sambil mengelus kepala anak yang didoakannya.

Ketiga, Rasulullah senang berbagi hadiah kepada anak-anak berupa manisan kurma.

Keempat, yang pertama mendapat hadiah dari Rasulullah adalah anak perempuan.

Kelima, Rasulullah sering menggendong atau meletakkan cucunya di atas punggungnya.

Keenam Rasulullah sering mencium anak cucunya sebagai ungkapan rasa sayangnya.

Suatu hari seorang sahabat yang bernama Aqra, melihat Rasulullah sedang mencium cucunya Hasan dan Husien. Melihat hal tersebut Aqra berkomentar:

“Wahai Rasulullah, ini yang tuan lakukan bersama cucu ?, saya punya anak 10, tak satupun dari mereka yang pernah saya cium.

Kemudian Rasulullah bersabda :

“Siapa yang tak menyayangi tidak akan disayangi”

Lalu Rasulullah meminta Aqra pulang untuk mencium anak-anaknya.

Begitulah Rasulullah, sosok yang sangat penyayang pada semua orang, terutama anak-anak. Rasulullah bukan hanya berperan sebagai ayah biologis bagi anak cucunya, tapi juga ayah sosiogis bagi anak-anak di Madinah dan dimanapun mereka berada.

Anak-anak di kota Madinah seperti Ibnu Abbas, Usamah, Umair menjadi saksi bahwa Rasulullah adalah ayah sosiologis bagi mereka dan bagi anak- anak lainnya.

Semoga kita para ayah bisa meneladani pribadi Rasulullah yang siap membersamai anak- anak tumbuh, berkembang dan membimbing mereka menjadi sosok yang hebat dan berkarakter kuat. Karena sejatinya karakter anak tumbuh dan berkembang bersama orang-orang dewasa disekelilingnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *