Agus Fatah : Rasulullah Teladan Kita Dalam Berkisah

FOKUSATU– Rasulullah adalah teladan kita dalam seluruh aspek kehidupan termasuk dalam mendidik ummat melalui berkisah. Banyak hadits Rasulullah yang sampai kepada kita dalam bentuk kisah dan beliau mampu mengkisahkannya dengan sangat menarik sehingga para sahabat ketagihan ingin mendengar kembali kisah lainnya dari lisan pribadi yang mulia ini.

Dalam berkisah Rasulullah menceritakannya dengan sangat detail dan menggugah rasa ingin tahu para sahabat. Salah satu kisah yang disukai para sahabat adalah kisah tentang para penghuni surga dan neraka. Kisah ini biasanya diminta oleh sahabat untuk diceritakan usai pulang dari peperangan.

“Ya Rasulullah ceritakanlah kami tentang syurga dan neraka, agar bertambah keimanan kami”, begitu permintaan salah seorang sahabat.

Maka mulailah Rasulullah berkisah dengan memberikan gambaran (deskripsi) tentang syurga diawali dengan kalimat yang memancing rasa ingin tahu para sahabat,

“Syurga itu keindahannya belum pernah dilihat mata, didengar telinga dan terbetik dalam hati”,
demikian kalimat pembuka kisah Rasulullah tentang syurga.

Rasulullah juga pernah bercerita bertema keimanan, seperti kisah Ashabul Ukhdud. Kadang kala Rasulullah berkisah dengan menampilkan tokoh binatang dengan manusia yang menggambarkan hubungan kasih sayang manusia terhadap binatang (kisah seorang laki-laki dan seekor anjing yang kehausaan dan kisah pelacur dengan seekor kucing yang kehausan)

Di lain waktu Rasulullah berkisah tentang bangsa- bangsa terdahulu yang Allah azab karena kufur (kaum Aad dan Tsamud) serta kisah motivasi seperti kisah penaklukan Imperium Romawi oleh kaum Muslimin dan kisah panglima perang terbaik dengan pasukan terbaiknya (Muhammad Al-Fatih)

Di kesempatan lainnya Rasulullah berkisah tentang orang yang bersyukur dan kufur ni’mat dengan karakteristik tokoh-tokoh yang unik, seperti kisah Si Botak, Si Kusta dan Si Buta.

Dan yang paling menarik adalah ketika Rasulullah mengkisahkan kisah Nabi Yusuf As secara lengkap, bersumber dari Al-Quran. Kisah Nabi Yusuf ini adalah salah satu kisah terbaik dalam Al-Quran. Surah ini turun saat Rasulullah mengalami kesedihan yang mendalam karena ditinggal isteri tercinta beliau, Siti Khodijah Radhiya Allahu Anha.

Dari paparan diatas, penulis menyimpulkan bahwa:

Pertama, dilihat dari konten kisah yang disampaikan. Konten yang disampaikannya merupakan konten kisah yang baik, karena berisi tentang keimanan, kebaikan, kasih sayang, motivasi dan inspirasi untuk ummatnya.

Kedua, dari sisi teknis penyampaian, Rasulullah menyampaikan kisah dengan bahasa yang menarik, terbukti dengan ketagihannya para sahabat yang ingin mendengar kembali kisah dari Rasulullah, terutama kisah tentang syurga dan neraka dan para penghuninya.

Ketiga, Rasulullah menghayati benar apa yang beliau kisahkan dan semua beliau sampaikan dengan tulus dari dalam hati beliau. Itulah yang membuat kisah yang beliau sampaikan mampu menyentuh hati para sahabat, membuat mereka tergerak untuk melakukan kebaikan yang beliau kisahkan. Karena sejatinya yang berasal dari hati akan kembali ke hati.

Keempat, kadang Rasulullah juga menggunakan media saat menyampaikan tentang hukum seperti saat beliau menyampaikan haramnya laki-laki mengenakan sutera dan emas, beliau memegang sutera dan emas lalu menunjukkan kepada para sahabat bahwa laki-laki haram mengenakan sutera dan emas.

Kelima, kisah yang Rasulullah sampaikan adalah kisah-kisah terbaik sepanjang masa yang secara plot dan penokohan sangat kuat karakternya.

Allmarhum Kak Wees Ibnu Say, Pendongeng professional yang diakhir hayatnya menetap di Kota Yogyakarta dan banyak melahirkan pendongeng multi talent, mengatakan bahwa:

” Pengkisah, dan kisah yang baik itu harus memenuhi kriteria 3 M.
*M* pertama, pembukaan *Menarik* (pengkisah mampu menarik perhatian audiens) dengan berbagai teknik muncul dan narasi pembuka yang keren.

*M* kedua, isi kisah *Memikat* (isi ceritanya bagus dan bernilai dengan tokoh-tokoh yang kuat karakternya).
*M* Ketiga Penutup *Mengesankan* (pengkisah mampu menutup kisah dengan mengesankan).

Mencermati apa yang disampaikan Kak Wees Ibnu Say, penulis berkesimpulan bahwa kisah yang disampaikan Rasulullah dan cara beliau menyampaikannya sesuai dengan kriteria yang Kak Wees Ibnu Say, sampaikan : *Kisahnya Menarik, Memikat, Mengesankan*

“Kami menceritakan kepadamu (Muhammad) kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Qur’an ini kepadamu, dan sesungguhnya engkau sebelum itu termasuk orang yang tidak mengetahui.”
(QS: Yusuf : 3)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *