Agus Fatah : Meraih Mimpi Cara Greysia Polii

FOKUSATU-Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpimu” demikian kalimat bijak yang diungkapkan Andrea Hirata, Penulis Novel Laskar Pelangi yang fenomenal itu.

Seorang atlit yang kini mimpinya terwujud adalah Greysia Polii, pemain bulutangkis ganda putri Indonesia yang berhasil meraih medali emas pada Olimpiade Tokyo 2020 berpasangan dengan Apriyani Rahayu. Greysia Polii dan Apriyanii Rahayu berhasil mengalahkan pasangan ganda putri asal Cina : Yifan/Chen Qingchen, dalam dua set langsung 21-19 dan 21-15 dalam pertandingan di Musashino Forest Sport Plaza Tokyo, 2 Agustus 2021. Kata Agus Fatah selaku Team Konsultan ISCO.

Sang Pemimpi

Greysia Polii adalah seorang pemimpi yang kini berhasil meraih mimpinya. Greysia memang bermimpi untuk mencetak sejarah disektor ganda putri bulutangkis.
Raihan ini merupakan jawaban dari mimpinya selama ini. Greysia yang ingin membuat sejarah di sektor ganda putri akhirnya mewujudkan mimpi tersebut di kali ketiga keikutsertaannya dalam Olimpiade.

“Dua puluh tahun yang lalu ketika saya berusia 13 tahun, saya tahu Indonesia belum membuat sejarah di ganda putri dan saya bersabar. Saya tahu saya dilahirkan untuk menjadi pemain bulutangkis dan saya memiliki keyakinan bahwa saya ingin membuat sejarah di bidang ini,” ungkap Greys.

“Tuhan telah memberi saya mimpi dan keyakinan di hati saya bahwa saya memilih ini. Ketika orang berkata:

‘Anda tidak akan berhasil, Indonesia tidak memiliki sejarah di ganda putri.’ Tentu saja China dan Korea kuat di lapangan. Lalu kita semua tahu apa yang terjadi di London 2012, saya bangkit di Rio 2016 tapi belum juga berhasil mendapat medali,”

“Tapi saya tetap sabar dan berkomitmen. Dibutuhkan komitmen untuk meraih mimpi dan emas. Dan di sinilah kami sekarang. Keluarga saya juga memotivasi untuk tidak menyerah, jangan berhenti,” tutur Greys.

Dalam final melawan Jia dan Chen yang berlangsung tidak sampai sejam itu, Greys dan Apri tampil sabar dan konsisten.

Mereka memainkan reli-reli panjang sampai akhirnya lawan membuat kesalahan, baik itu menempatkan shuttle cock ke luar lapangan maupun menyangkut di net.

“Kunci kami adalah ketenangan dan kesabaran. Pokoknya kami naikkan mental dulu sebelum pertandingan,” ujar Greys, yang juga mengaku mereka jarang main media sosial selama ini.

Mari kita bahas keberhasilan Greysia Polii dalam meraih mimpinya.
Dari apa yang diungkapan Greysia pada beberapa paragraf dalam tulisan ini, kita dapat menarik beberapa kesimpulan, antara lain:

Pertama, untuk sukses dibidang apapun seseorang harus berani bermimpi bahwa ia bisa meraih impiannya. Perhatikan Greysia yang pada usia 13 tahun sudah bercita-cita ingin mencetak sejarah dalam olahraga bulutangkis.

Kedua, sesorang yang ingin sukses harus memiliki keyakinan bahwa ia akan mampu mewujudkan impiannya, lihat kalimat yang diucapkan Greysia:

” Saya tahu saya dilahirkan untuk menjadi pemain bulu tangkis dan saya memiliki keyakinan bahwa saya ingin membuat sejarah dibidang ini. Tuhan telah memberi saya mimpi dan keyakinan dihati saya untuk memilih ini.

Ketiga, untuk meraih sukses dibutuhkan kesabaran dan komitmen, coba simak apa yang di katakan Greysia,

Ketika orang berkata:

‘Anda tidak akan berhasil, Indonesia tidak memiliki sejarah di ganda putri.’ Tentu saja China dan Korea kuat di lapangan. Lalu kita semua tahu apa yang terjadi di London 2012, saya bangkit di Rio 2016 tapi belum juga berhasil mendapat medali,”

“Tapi saya tetap bersabar dan berkomitmen. Dibutuhkan komitmen untuk meraih mimpi dan emas. Dan di sinilah kami sekarang.

Keempat, untuk sukses seorang membutuhkan dukungan, motivasi dan doa dari orang tua.
Lihat kalimat yang di ungkapkan Greysia,

“Keluarga saya juga memotivasi untuk tidak menyerah, jangan berhenti,” tutur Greys.

Kelima, untuk sukses seseorang harus memiliki pelatih atau mentor dan guru yang memahami karakter dan kekuatan orang yang dibimbingnya. Lihat Greysia Polii dan Apriyani Rahayu yang memiliki pelatih yang memahami karakter dan kekuatan mereka.

Di balik keberhasilan
ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, meraih medali emas badminton Olimpiade Tokyo 2020, ada jasa besar sang pelatih, Eng Hian.
Eng Hian adalah salah seorang legenda bulu tangkis Indonesia. Bersama Flandy Limpele, pria yang akrab disapa Didi itu berhasil mempersembahkan medali perunggu bagi Merah Putih pada Olimpiade Athena 2004.

Demikian analisa kesuksesan Greysia Polii dalam meraih mimpinya, mencatatkan dirinya dalam sejarah perbulutangkisan Indonesia : Juara cabang bulutangkis ganda putri di Olimpiade Tokyo 2020.

Siapapun yang ingin sukses, dibidang apapun, bisa belajar dari Greysia Polii yang berani bermimpi, yakin, sabar, berkomitmen, memiliki dukungan, motivasi dari keluarga, pelatih yang mumpuni dalam mewujudkan mimpinya.

Mari kita hidupkan dan wujudkan mimpi, seperti Greysia Polii.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *