Agus Fatah : Kang Denny Sosok Pendongeng, Aktivis Teater Anak Dan Literasi Telah Pergi

FOKUSATU-Kakak saya yang satu ini adalah orang yang ramah bersahaja, kala itu, disebuah ajang lomba dongeng yang saya ikuti di Taman Mini, beliau memilih saya sebagai pemenang.Tutur Agus Fatah
Selaku pengamat dongeng dan literasi. 

Kemudian saya diajak bergabung dalam beberapa project dan event yang dikelolanya. Beliau adalah pendongeng luar biasa, dengan latar belakang sebagai orang teater, beliau mampu membuat dongeng ber-genre fragmen yang mematuhi prinsip prinsip dramaturgi dan psikologi anak, sehingga selalu menarik ditonton anak dan orang dewasa.

Tahun 2018, saya bertemu beliau kembali di Taman Mini, di acara Kemah Dongeng yang diikuti para peserta dari berbagai daerah. Tak ada yang berubah darinya, tetap ramah dan masih asik diajak diskusi. Beliau dengan ringan tangan membantu mensukseskan acara tersebut, itulah kenangan terindah saya bersamanya, demikian ungkap kak Awam Prakoso (Pendiri Komunitas Kampung Dongeng) tentang tokoh yang akan kita bicarakan ini.

Banyak orang tahu, terutama orang tua dan guru bahwa sosok ini adalah seorang pendongeng sejati, tapi mungkin banyak yang belum tahu bahwa beliau adalah seorang aktivis teater anak, praktisi pendidikan dan literasi.

Sosok ini adalah pribadi yang tak mengenal kata henti dalam beraktivitas dan berkarya. Di awal, saya mengenalnya sebagai aktivis pendamping anak anak kaum marjinal, lalu saya mengenalnya sebagai aktivis teater, pendongeng, praktisi pendidikan dan literasi.

Di dunia anak dan dongeng, sosok ini luar biasa kiprahnya. Bersamanya saya pernah diajak berkelana ke hutan belantara hingga ke ujung rimba Aceh jaya mendongeng dan membangun perpustakaan di sana.

Beliau pernah tinggal di Aceh setahun lebih (2006-2008), bersama teman-teman LSM Lokal : Safe Emergency for Aceh (SEFA) mendampingi anak anak Aceh korban Tsunami. Di sana beliau mendongeng diberbagai lokasi dan memberikan berbagai pelatihan bagi para relawan pendamping anak, walau kadang ditemani getaran gempa, tapi beliau tak gentar menyapa anak anak dan para kader desa dimana pun mereka berada.

Kemampuannya dalam mendongeng saya akui luar biasa, staminanya tangguh dan aktingnya menawan. Latar belakangnya sebagai aktivis teater anak membuat setiap penampilannya dalam mendongeng selalu menarik perhatian anak. Ia memulai kariernya sebagai pendongeng di tahun 1997 rutin mendongeng di masjid At-Tiin dan hingga hari ini beliau telah berkeliling ke berbagai daerah di nusantara.

Saya harus mengacungkan jempol untuk kiprahnya di dunia literasi. Di tahun 2007, bersama teman teman Safe Emergency For Aceh (SEFA) di sponsor oleh Xlcomindo, di dukung para siswa, guru dan kepala sekolah di 9 sekolah Dasar Desa Ujung Rimba kecamatan Sampoenit, Aceh Jaya beliau mendirikan 9 perpustakaan sekolah dengan motto: “Banyak membaca kita cerdas dan berwawasan luas”

Konsep perpustakaan yang beliau buat bersama team cukup unik, karena melibatkan partisipasi siswa, guru dan kepala sekolah mulai dari penentuan disain interior ruangan, jenis buku yang dipilih dan petugas perpustakaan yang akan dilibatkan.

Dengan konsep partisipatif library ini, para siswa merasa memiliki perpustakaan tersebut, dan senang berlama lama diruang perpustakaan untuk membaca buku. Bahkan mereka lebih senang berada di ruang perpustakaan dibanding diruang kelas.

Pada acara launching 9 perpustakaan tersebut beliau menampilkan aksi teaterikal (Happening Art) menawan dengan judul : “Menaklukkan Monster Kegelapan”.
Beliau juga sempat aktif di komnas anak (KPAI) bersama almarhum Kak Danang Sasongko dalam program literasi : Perpustakaan Keliling “Mobil Pintar”

Sementara aktivitasnya dalam dunia teater, terutama teater anak dan remaja juga tak kalah menarik untuk dibahas. Beliau mengawali karier teaternya dari teater remaja (Teater Gudang), lalu merambah ke teater anak.

Di Teater anak beliau cukup eksis. Beliau adalah pengajar teater dibeberapa sekolah, mulai dari sekolah TK hingga SMK. Beliau juga aktif di Lembaga Teater Anak Jakarta dan pernah menjadi ketua Panitia Festival Teater Anak Jakarta di tahun 2014.
Di Festival Teater Anak tersebutlah beliau mengerahkan seluruh kemampuan dan kreativitasnya, bahkan di malam puncak Festival Teater Anak tersebut beliau dan team panitia mampu menghadirkan, mengapresiasi dan memberi penghargaan kepada Pak Raden sebagai tokoh pendongeng Indonesia.

Kakak kita ini pernah bekerja di Taman Mini Indonesia Indah, menghidupkan permainan tradisional dan sempat terlibat dalam pementasan teater berjudul “Sultan Kerajaan Siak” yang diselenggarakan Anjungan Kepulauan Riau.

Ditahun 2019, beliau terlibat sebagai sutradara dalam pementasan kolosal Sekolah Al-Jannah Cibubur dengan bintang tamu Cut Mini dan pementasan kolosal sekolah Bellarminus Jatibening Bekasi.

Tokoh yang saya tulis ini adalah sosok yang senang memberi waktu, kesempatan, panggung dan mengapresiasi serta mempromosikan orang-orang disekitarnya untuk terus berkarya.
Saya termasuk orang yang paling sering mendapat kesempatan, waktu, panggung, promosi dan apresiasi dari beliau.

Beliau pernah memberi kesempatan (merekomendasikan) saya untuk bergabung dengan Safe Emergency For Aceh, (LSM) dan Fatayat NU memberikan pelatihan dan pendampingan untuk guru guru PAUD di tahun 2007-2008 serta merekomendasikan saya untuk mengikuti program Safari Dakwah” Lembaga “Dakwah Al-Qolam Jakarta, pimpinan Bapak Ust. Ali Sonhadji untuk memberikan pelatihan “Bermain, Bernyanyi dan Bercerita” di 6 kabupaten di Aceh, tahun 2006.
Beliau juga merekomendasikan saya untuk menjadi Juri Festival Teater Anak di 2015.

Disamping itu beliau dikenal aktif dalam dunia pendidikan, banyak mencetak guru, pendongeng dan aktivis teater anak, mengelola sekolah TK dan Institut keguruan dan Ilmu Pendidikan. Bahkan saya mendapat informasi bahwa beliau
sedang merintis PKBM Bintang Cerdas Mandiri dibawah naungan YABI (Yayasan yang dikelola nya), membantu berdirinya PKBM Bannan sekaligus menjadi kepala PKBMnya, menjalin kerjasama dengan LPPM Unika Atmajaya untuk project Mobile Art For Peace, dan menjadi nara sumber di acara Talk Show : BUAH HATIKU (TVRI ) bersama Shahnaz Haque dan dibulan Juli ini beliau dan para seniman dan budayawan di Bogor akan menggelar hajatan akbar : Festival Jonggol (Festival Seni & Budaya) yang akan berlangsung sepanjang tahun 2021-2022 dengan tema : ” Dari Jonggol Untuk Dunia”

Siapakah sosok hebat dibalik sukses banyak orang ini?. Beliau adalah Kak Denny Kadarusman. Qodarullah, Rabu, 23 juni 2021 beliau berpulang ke rahmatullah.
Saya sangat berduka kehilangannya, Beliau adalah salah seorang sahabat yang hebat. Bersamanya saya merasa lebih bermanfaat bagi ummat.

Kak Dion (Aktivis Teater Anak) sahabat dekat almarhum mengungkapkan kesan sebagai berikut:

Beliau merupakan sahabat yang selalu mendorong saya untuk berkarya dan terus bergerak menceritakan pada dunia bahwa hidup itu penuh warna dan ceria. Sebab itu, saya tak pernah jenuh menjadi pembelajar sejati.

Beliau seorang motivator cerdas yang selalu menghargai setiap orang dalam upaya “mengasah” kreatifitasnya. Tak dipungkiri, telah banyak anak-anak bangsa yang dikembangkannya melalui konsep cerdas yang diyakininya di yayasan (YABI) yang dikelolanya bersama istri selama ini.

Dia tak pernah lelah melayani orang lain, mendidik tanpa pamrih. Tak mengeluh dan selalu kuat dalam menjalankan setiap keinginan dan ide-ide edukasinya. Hingga suatu saat nanti ia berharap dapat mewujudkan “Sekolah Kehidupan”.

Selamat jalan Kak Denny, doa kami menyertaimu. Insya Allah kakak husnul khotimah, nama dan karyamu selalu di hati, dan semoga amal- amalmu mengkristal abadi, tampil percaya diri menemanimu menghadap Ilahi, seperti percaya dirinya Kak Denny saat tampil di dunia dongeng dan literasi.

Allahu yaghfirukum wa yarhamkum. Aamiin…

Kak meninggal seorang istri (Dian Syafitri) dan 2 orang putra : Dafa dan Bintang. Kita doakan juga keluarga yang ditinggalkan tetap sehat, kuat dan hebat seperti kak Denny yang telah menghebatkan banyak sahabat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *