Agus Fatah : Generasi “Rabun Jauh”

FOKUSATU-Kalau kita perhatikan, banyak anak-anak di sekitar kita, diusianya yang masih sangat belia sudah mengenakan kacamata.

Ada beberapa sebab anak-anak tersebut harus berkacamata, diantara nya: terlalu lama dan terlalu dekat menonton di layar HP, Tab, televisi dan sebab-sebab lainya. Apabila seseorang sakit mata, memang sebaiknya menggunakan kacamata sebagai upaya pencegahan agar penyakit mata tersebut tidak bertambah parah.

Ada dua penyakit mata yang umum diketahui masyarakat, yaitu rabun dekat dan rabun jauh. Penyakit mata rabun dekat adalah ketidakmampuan seseorang melihat dengan jelas obyek dari jarak dekat, sementara penyakit mata rabun jauh adalah ketidak mampuan seseorang melihat dengan jelas sebuah objek dalam jarak jauh.

Kedua penyakit mata tersebut tentu berbahaya bagi penderitanya. Tapi, sesungguhnya ada penyakit mata rabun jauh yang lebih berbahaya dari penyakit mata rabun jauh yang dikenal selama ini. Penyakit rabun jauh yang lebih berbahaya itu adalah penyakit “rabun jauh” dalam melihat kehidupan diakherat

Penyakit “rabun jauh” dalam melihat kehidupan akherat, kini banyak diidap oleh masyarakat terutama generasi muda.
Rabun jauh dalam melihat kehidupan di akherat ini membuat pengidapnya kehilangan orientasi hidup yang bermakna didunia.
Mereka hanya berpikir jangka pendek, hidup hanya untuk hari ini tanpa berpikir kehidupan yang kekal abadi di akherat kelak.

Masyarakat yang mengidap penyakit ini akan terjebak menuhankan materi (harta benda, kedudukan, jabatan dan popularitas). Mereka sangat mencintai kehidupan dan sangat takut pada kematian.

Jika penyakit rabun jauh dalam melihat hakikat dan tujuan hidup ini diderita generasi muda, maka mereka akan kehilangan visi idealis membangun negeri dan hidup bahagia di akherat.
Bagi mereka yang penting dalam hidup ini punya HP, kuota, dan followers. Mereka hanya butuh upload status di medsos, mendapat like (jempol) dan subscribe dari followers.

Mereka tidak peduli pada norma baik, buruk, halal dan haram, pantas dan tidak pantas. Bagi mereka yang penting popularitas. Untuk bisa terkenal melanggar norma, adab, dan etika adalah hal biasa, prinsip mereka adalah : “biar tekor atau kesohor, atau kencingin air zamzam kalau mau terkenal” (bul ‘ala zamzam fa tu’raf) demikian pepatah Arab mengungkapkan.

Jika penyakit rabun jauh ini diderita para pejabat negara, politisi, ulama dan ilmuan, maka akan sangat berbahaya. Mereka akan kehilangan tanggung jawab atas amanah yang dibebankan kepadanya.
Para pejabat dan politisi akan menjadi zholim: mengkorupsi uang rakyat, menebang hutan, menjual pulau, dan tak peduli pada derita rakyat yang dipimpinnya.

Para ulama dan kaum cerdik pandai yang mengidap penyakit rabun jauh ini hanya akan mencari selamat dan keuntungan pribadi, mereka akan memberi pendapat dan fatwa sesat yang menyenangkan penguasa dan pejabat tapi merugikan rakyat.
Mereka takluk, tunduk pada penguasa dan kehilangan jati diri. Mereka seperti “harimau sirkus” yang bisa diperintah apa saja oleh pawangnya.

Jika pemerintah, politisi, ilmuan, ulama dan generasi muda menjadi seperti yang digambarkan diatas, maka sesungguhnya bangsa dan negara ini hanya tinggal menunggu kehancuran.

Jika bangsa, negara, masyarakat dan generasi muda ini kehilangan visi dan misi besarnya sebagai wakil Allah dibumi (khalifatullah fiil ardhi) yang diamanahi mengurus bumi, makan mereka tak ubahnya hanya seperti binatang ternak bahkan lebih rendah dari itu, demikian alquran menggambarkan keberadaan mereka,

“Dan sesungguhnya, akan Kami isi neraka jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak digunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tapi tidak dipergunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka memiliki telinga (tetapi) tidak dipergunakan untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi, mereka itulah orang-orang yang lalai” (QS: Al- A’raf : 179)

Mari kita sembuhkan diri, keluarga, masyarakat, generasi muda bangsa dan negara kita tercinta dari penyakit “rabun jauh” dalam melihat kehidupan di akherat, agar kita semua selamat dunia dan akherat.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *