ABAH ASLUK : MATERIALISME IDEOLOGI KEKUASAAN DUNIA YANG LAHIR DARI IRASIONALISME (EDISI SATU)

FOKUSATU-Iman dan ilmu satu kesatuan yang tidak bisa dipisah. Mustahil iman tanpa ilmu. Ilmu adalah dasar yang menjadi terbentuknya iman. Begitupun ilmu dan akal dua hal yang tidak bisa dipisah. Mustahil berilmu tanpa akal sebab akal adalah alat untuk bisa memahami ilmu. Dengan demikian IMAN, ILMU dan AKAL tiga hal saling berkaitan. Dan Ke empatnya adalah “Amal Saleh” perbuatan yang bermaslahat, atau lebih jelasnya yaitu perbuatan yang mutlak bersifat “membangun bukan merusak”.

Pernyataan diatas menyimpulkan bahwa secara otomatis Islam menegasikan semua yang berbau Mitos Mistic Tahayul Khurofat Klenik dst. Intinya Islam menolak semua yang bersifat Irasionalisme. “Wa allama aadamal asmaa-a kullaha”. Allah mengajarkan pada Adam semua yang bisa dicerna nalar.

Dan Semesta seisinya ini mutlak tercipta atas potensi ilmu dan secara otomatis ditata dengan hukum yang serba eksak. Artinya semesta tercipta secara ilmiah Rasional. Dengan begitu, semua yang bersifat irasionalisme samasekali tidak punya tempat di alam semesta ini.

Kalau toh irasionalisme itu faktanya memang ada, maka keberadaannya itu bukan berarti Real ada, bukan berarti bisa dibuktikan secara ilmiah tapi hanya “ada” dalam bentuk ilusi atau angan-angan belaka. Pendek kata irasionalisme samasekali tidak punya tempat dibenak orang-orang beriman.

irasionalisme hanya dianut musyrikin dan orang-orang yang mengingkari eksistensi Allah SWT sebagai Pencipta Semesta Seisinya. Jelasnya, yaitu orang-orang yang pikirannya total bergantung pada kekuatan materi dalam mengatur kehidupan manusia. Sebagaimana sistem materialisme yang sekarang sedang dianut oleh semua Negara dipenjuru bumi.

Allah sama sekali tidak mengajarkan pada Adam “Asmaan sammaittumuuhaa” yaitu tentang nama-nama berhala yang sengaja dikarang atau diada-ada oleh para penguasa sebagai simbol dari aturan “Jahilliyyah” yang membebani hidup rakyat demi untuk membiayai apa yang menjadi kebutuhan Negara.

Nabi Hud as. menjawab dengan tegas: “Kamu pasti mendapat siksa dan kemurkaan dari Tuhanmu. Apakah kamu akan berbantah dengan aku sehubungan dengna nama-nama (berhala) yang kamu sebut sebagai perantara kepada Tuhan, baik olehmu maupun oleh nenek moyangmu, padahal Allah tidak pernah menurunkan dalil untuk itu? Karena itu, tunggulah siksaan itu, sesungguhnya aku juga termasuk orang yang menunggu bersama kamu”. Qur’an surat Al Araaf ayat 71

Apa yang kamu sembah selain Allah itu, hanyalah nama-nama yang sengaja dikarang atau dibuat-buat lalu dipandang sebagai tuhan baik olehmu maupun oleh nenek moyangmu. Padahal Allah samasekali tidak menurunkan satupun keterangan tentang nama-nama itu. Sesungguhnya keputusan (hukum) itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Qur’an surat Yusuf ayat 40.

Berhala-berhala yang dinamakan “tuhan” baik olehmu maupun oleh nenek moyangmu itu, hanyalah nama-nama belaka. Allah samasekali tidak menurunkan suatu keterangan tentang itu. Mereka hanya mengikuti prasangka dan mengikuti keinginan hawa nafsunya belaka. Padahal petunjuk Tuhan telah diberikan kepada mereka. Qur’an surat An Najm ayat 23.

Ketiga ayat qur’an tersebut intinya menjelaskan bahwa sistem materialisme dan semua aturan yang menjadi turunannya itu lahir dari irasionalisme.

Bersambung …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *