ABAH ASLUK : MATERIALISME IDEOLOGI KEKUASAAN DUNIA YANG LAHIR DARI IRASIONALISME (EDISI KETIGA)

FOKUSATU-Irasional, jika mempercayai Negara dengan sistem materialisme yang dianutnya sekarang ini bisa mensejahterakan rakyat. Kenapa? Karena fakta rasionalnya justru keberadaan Negara lah yang menjadi beban hidup rakyat.

Negara suatu oraganisasi yang total sepenuh hidupnya dibiayai rakyat. Sementara keberadaan Negara itu ibarat “Raksasa” yang perutnya tidak pernah merasa kenyang. Faktanya sosok Adidaya, yang hidupnya tidak pernah akan merasa cukup meski telah memiliki sejuta rudal dan seribu pesawat siluman.

Artinya, semua Negara beserta sistem materialisme yang dianutnya memaksa masing-masing senantiasa berlomba berupaya bagaimana penampilan dirinya tetap terlihat “Kekar Kuat” sehingga ditakuti Negara lain, sudah barang tentu demi Memonopoli Mengeksploitasi Negara-negara lemah. Bagi Adidaya tentu bisa melakukan hal itu, tapi berbeda bagi Negara-Negara lemah mereka hanya bisa memeras keringat rakyatnya sendiri.

Intinya yang saya ingin katakan bahwa Negara itu suatu organisasi besar yang hidupnya selalu serba kekurangan. Tapi di lain pihak Ironinya Negara malah berperan mutlak sebagai pengatur dan sekaligus pengendali perekonomian. Artinya apa ? Hal ini berarti perdagangan yang dilakukan Negara itu tidak akan pernah mendapat untung melainkan hasil akhirnya akan selalu ditimpa kerugian besar. Karena sebab itulah wajar jika Negara beserta ambisinya menjadi begitu nekad melakukan perang dagang seperti yang dilakukan China dan Amerika. bukankah Itu bukti real pada saat ini Negara nyata sedang sempoyongan dalam mempertahankan eksistensinya.

Dulu, sewaktu masa-masa euforianya Negara sanggup mensubsidi berbagai kebutuhan hidup rakyat. seiring berjalannya waktu, cerita telah berubah, sedikit demi sedikit subsidi terus dikurangi dan akhirnya 100% dicabut atau dihilangkan. Bukankah itu suatu tanda nyata saat ini Negara sedang kewalahan. Bahkan Sampai-sampainya ada rencana akan lebih memperberat hidup rakyatnya lagi, dengan dikenakanya PPN pada bahan-bahan pokok.

Pertanyaannya; “Rasionalkah jika kondisi sekarang ini dikatakan bahwa Negara sedang dalam kondisi maju..?

Apapun alasan pemerintah, pajak tetaplah suatu pungutan yang memberatkan rakyat, terlebih bagi Si Miskin. Bagaimana tidak sebab dengan peningkatan pajak otomatis memaksa terjadinya inflasi. dalam posisi ini Negaralah sumber penyebab kacaunya dan atau buruknya perekonomian.

Dan meski bagimanapun inflasi adalah musuh besar Negara juga, dalam arti lain inflasi itu dapat dipandang perilaku separatis yang membuat perekonomian tidak kondusif. Tapi ironinya kenapa malah Negara yang melakukan.

Saudara sekalian, Kenapa bisa demikian ? Bukankah memeras keringat rakyat Itu artinya suatu tanda bahwa sekarang ini Negara sedang menggerogoti jantungnya sendiri ..

Bersambung …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *