Abah Asluk : Eksistensi Allah Di Mata Logika Rasulullah (Penutup)

FOKUSATU-Strategi perubahan yang dilakukan Rosulullah adalah dengan melalui pendekatan Edukasi. Fakta itu bisa kita kaji lewat makna yang terkandung dalam surat Al-Alaq ayat 1-5. Bacalah atas nama Tuhanmu yang telah menciptakan. Yang telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah ! Dan Tuhanmu Sangat Pemurah. Yang mengajarkan (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Himbaulah orang supaya mengikuti syari’at Tuhanmu dengan penuh hikmah dan pengajaran yang baik. Dan bertukar-pikiranlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik lagi. Sesungguhnya Tuhanmulah yang lebih tahu siapa yang telah sesat dari jalan-Nya, dan Dia pula yang lebih tahu siapa yang patut diberi petunjuk. Qur’an surat An-Nahl ayat 125.

Allah dimata logika rasulullah adalah penguasa pemberi petunjuk yang Maha Sempurna. Allah dimata logika rasulullah adalah penguasa yang sarat tauladan, yang dimana Konsep Hidupnya wajib dijadikan referensi bagi umat manusia dalam membangun kehidupan. Konsep Kehidupan yang benar-benar steril dari praktek-praktek monopolisme sehingga secara alamiah meniadakan Gap antara si kaya dan si miskin. Lebih jelasnya yaitu suatu Konsep Kehidupan yang secara alamiah meniadakan istilah Negara Adikuasa, Negara kuat dan ataupun Negara lemah, dalam arti bahwa semua bangsa dimata Allah derajatnya sama.

Edukasi yang dilakukan rasulullah lebih terorientasi pada para penguasa Negara, itu merupakan langkah sistematikanya beliau dalam melakukan perubahan secara Global dan Sistemik. Sangat lah tidak terbayang, kapan akan berhasilnya kalau untuk melakukan perubahan secara Global tanpa melalui sistem kekuasaan.

Rasulullah mengedukasi para penguasa Negara supaya mengenal Allah lebih dalam. Dalam hal ini rasulullah diberi tugas supaya “Basyiraan wa nadziiraan” yaitu pemberi kabar gembira dan ancaman. Kabar gembira dalam arti bahwa rasulullah secara real membawa konsep yang logis realistis, ancaman dalam arti jika menolak atau membangkang maka azab Allah pasti lebih berat menimpa mereka.

Shalat dimulai dengan mengucapkan takbir “Allahuakbar”, itu melambangkan bahwa tugas yang diemban rasulullah bukan perkara kecil. Selain itu makna yang terkandung dalam ucapan takbir “Allahuakbar” itu mengandung arti bahwa konsep yang diterapkan rasulullah dalam melakukan perubahan itu adalah konsep yang Akbar demi untuk menyelesaikan persoalan yang besar yang dimana umat manusia tatkala itu benar-benar sedang terjerat kuat oleh sistem jahiliyyah (Materialisme) yang secara alamiah total menghancurkan mental moral secara masiv sistemik. Sebelum shalat wajib berwudhu. Itu mengandung maka bahwa untuk melakukan perubahan dari peradaban gelap ke peradaban terang maka syarat utamanya yaitu wajib membersihkan nalar dari pikiran-pikiran najis yang bersumber dari paham materialisme (Sitem Jahiliyyah).

Dan kalau kita berkaca pada cermin yang kita lihat hari ini, di Era abad 21 sekarang ini semua para penguasa Negara sadar bahwa mereka sedang dihadapkan pada suatu masa yang sangat berat dalam menghadapi masalah untuk mempertahankan eksistensinya. Masalah akumulatif dari apa yang telah diperbuatnya sejak lama. Revolisi industri yang digagas oleh Negara-Negara kuat ternyata akhirnya bukan menyelesaikan masalah kemiskinan masyarakat dunia melankan malah memunculkan jurang kesenjangan yang begitu dalam karena faktanya yang terjadi justeru marakanya praktek-praktek monopolistik yang dilakukan oleh Negara-Negara kuat terhadap Negara-Negara lemah.

Peradaban seperti di atas itu fakta dari peradaban hewan “Siapa yang Kuat maka dialah yang akan tetap bisa bertahan hidup”, meski pada akhirnya tetap akan dijemput oleh ajal sebab posisinya tetap sarat keterancaman yaitu terancam oleh datangnya waktu kebangkrutan.

Sementara bagi Negara-Negara lemah sekarang ini sedang mengalami masa “Hidup segan matipun tak mau”. Kenapa..? karena sudah pasti mereka tidak bisa untuk ikut bertempur dalam kancah ekonomi internasional. Otoritas mereka amat sangat terbatas oleh karena sudah lebih dulu termonopoli oleh legalitas-legalitas yang telah dikukuhkan oleh Negara-Negara kuat dan yang ditokohi oleh Negara Adikuasa, dan itu merupakan takdir dari hirarki kekuasaan yang tercipta secara alami akibat terbangun oleh sistem materialisme.

Apakah yang mereka kehendaki itu hukum jahiliyyah..? Adakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin..? qur’an surat Al-Maidah ayat 50. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *