Abah Asluk : Eksistensi Allah Di Mata Logika Rasulullah (Bagian Satu)

FOKUSATU-Rasulullah adalah pribadi yang diutus atau diperintah Allah untuk melakukan perubahan kehidupan social secara Sistemik dan mengelobal. “Litukhrijan naasa minazhzhulumaati ilan nuuri bi-idzni rabbihim ilaa shiraathil aziizil hamiid”. Merubah peradaban gelap pada pereradaban terang. Merubah peradaban “dari Jahiliyyah ke peradaban Islami”. Atau bahasa kasarnya diperintah untuk merubah peradaban hewan ke pola kehidupan yang sesuai fitrah insan dan kehidupan yang sejatinya sedang dicari oleh umat manusia di seluruh penjuru bumi.

Perintah itu tentu tidak terucap seperti halnya ketika si tuan memerintah kepada pesuruhnya untuk melakukan sesuatu, tapi perintah itu muncul terucap secara alamiah dan sistematis otomatis. Gambaran sederhananya ibarat seseorang yang secara alamiah merasa terpanggil untuk menjaga serta melindungi “Mata Air” sebagai sumber kehidupan / hajat orang banyak.

Misalnya ada Komunitas yang menamai dirinya Pencinta Lingkungan Hidup. Sebut saja misalnya GREENPEACE. Bukankan secara alamiah mereka merasa memilki tanggung jawab menjaga lingkungan demi kepentingan umum. Perintah untuk bertanggung jawab itu tentu tidak terucap sebagaimana perintah yang diucapkan manusia kepada manusia, tapi muncul setelah mereka tahu dan sadar bahwa menjaga lingkukan hidup itu teramat sangat lah penting. Artinya kita pun pasti paham bahwa perintah yang diemban oleh GRENFACE itu adalah “Tugas Suci Mulia”.

Namun sayang, sesuci dan semulia apapun tugas yang diemban oleh para “Komunitas Pencinta Lingkungan Hidup” tetap akan berat dan jauh bisa berhasil secara maksimal, kenapa? karena di depan mereka ada penghalang yang kekuatannya jauh lebih besar. Yaitu para penguasa Negara, yang tapak dipermukaan seperti terlihat mendukung tapi dibelakang, faktanya sebagai penyebab terjadinya kerusakan di Darat dan di Laut yang sebab intinya tidak lain kecuali perbuatan tangan-tangan para penguasa Negara.

Karena hal di atas lah, menurut logika rosulullah wajib ada sistem yang “Maha Superior”. Sistem yang jelas, logis dan realistis yang dapat diterima hati nurani dan logika semua pihak atau semua kalangan, sistem yang secara alamiah bisa menggerakan naluriah manusia secara masif dan sistemik sehingga tiap-tiap diri secara alamaiah menjadi merasa terpanggil, bertanggung jawab untuk melestarikan Planet Bumi sesuai kadar kemampuan masing-masing. Dan Sistem yang secara alamiah mampu melumpuhkan serta menyadarkan para penguasa Negara untuk total berhenti melakukan pengrusakan di Muka Bumi.

Dia telah menciptakan kamu dari unsur bumi (tanah), dan menjadikan kamu sebagai Pemakmur Pelestarinya. Qur’an surat Huud ayat 61. Berbuat baik pada bumi sama nilainya dengan berbuat baik pada sang Ibu.

Jika engkau tanyakan kepada mereka:”Siapalah yang menciptakan langit dan bumi, pasti dijawabnya, “Allah!”. Ucapkanlah, “Alhamdu lillah!”. Tetapi kebanyakaan faktanya mereka tidak tahu. Qur’an surat Lukman ayat 25. Ayat ini secara implicit menjelasnya bahwa pada hakikatnya umumnya manusia benar-benar buta tentang Allah.

Allah dimata logika rasulullah bukan hanya diyakini bahwa Dia sebagai dzat yang memang Ada, namun jauh lebih dari itu, logika rasulullah meyakini bahwa Allah mutlak sebagai penguasa kehidupan yang senantiasa eksis atau tidak pernah lalai dan abai dalam menghukum perbuatan manusia….

Bersambung …..

#photoHanyaPemanisBelaka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *