Abah Asluk : Eksistensi Allah Di Mata Logika Rasulullah (Bagian Kedua)

FOKUSATU-Allah dimata logika rasulullah bukan hanya diyakini bahwa Dia memang Ada, namun lebih dari itu, logika rasulullah meyakini bahwa Allah mutlak sebagai penguasa kehidupan yang senantiasa eksis atau tidak pernah lalai dan abai dalam menghukum perbuatan manusia.

Allah di mata logika rasulullah mutlak diyakini dalam bentuk hukum-Nya yang berlaku bagi siapapun, bahkan bukan hanya berlaku pada aktivitas manusia melainkan berlaku pula bagi aktivitas langit, bumi, matahari, bulan, bintang, tumbuhan dan hewan. Jelasnya bahwa bukti eksisnya Allah dimata logika rasulullah mutlak melekat kuat dalam bentuk Hukum Alam (Sunnatullah).

Artinya bahwa semua pergerakan makhluk pastinya tidak akan keluar dari hukum-Nya (Hukum Alam) terpaksa ataupun tidak terpaksa.

Allah dimata logika rasulullah adalah penguasa yang sebenar-benarnya. “Laa ilaha illallah” tidak ada Tuhan selain Allah, tidak ada penguasa selain Allah, tidak ada tempat bergantung selain Allah dan tidak ada konsep hidup yang baik, yang benar dan yang tepat untuk membangun kehidupan manusia kecuali konsep hidup yang diajarkan Allah.

Allah dimata logika rasulullah adalah penguasa yang Maha Kaya, sifatnya pemberi bukan peminta-minta. Dalam arti lain bahwa Allah di mata logika rasulullah adalah penguasa yang samasekali tidak butuh memungut pajak dan atau pungutan lainnya.

Allah dimata logika rasulullah adalah penguasa yang tidak butuh alutsista atau semua perlengkapan Militer lainnya. Allah dimata logika rasulullah adalah penguasa yang tidak dibatasi terotorial, dalam arti penguasa yang tidak menganut paham Nasionalisme sehingga tidak perlu mengurusi masalah pasfor ataupun visa.

Semua yang ada di langit dan di bumi adalah milik-Nya. Allah menciptakan manusia berbagai macam bangsa dan suku bukan untuk saling terkam atau saling bunuh, dalam arti luasnya bukan untuk saling memonopoli melainkan agar satu sama lain bisa hidup rukun saling menghargai dalam melakukan aktivitas sosial dan perdagangan.

Allah dimata logika Rasulullah adalah penguasa yang tidak butuh dukungan Parpol ataupun Ormas. Allah dimata logika rasulullah adalah penguasa yang tidak butuh IMF, World Bank dan atau lembaga keuangan sejenisnya. Allah dimata logika rasulullah adalah penguasa yang tidak perlu melakukan berdagangan dan atau mengurusi masalah Ekspor Impor.

Allah dimata logika Rasulullah adalah penguasa yang senantiasa memberi petunjuk tehadap segenap umat manusia demi agar bisa membangun kehidupan yang aman nyaman sejahtera sentosa.

Suatu kehidupan yang Happy, Enjoy dalam melakukan aktivitas ekonomi karena mustahil akan terjadi Inflasi Resesi Deflasi. Aktivitas ekonomi yang senantiasa akan tetap, terbaca dan terukur. Aktivitas ekonomi yang benar-benar steril dari berbagai praktek monopoli. Suatu kehidupan yang total normal seimbang jauh dari ketimpangan sehingga tidak ada kesenjangan dan gontok gontokan antara si kaya dan si miskin.

Intinya bahwa Allah dimata logika Rasulullah adalah penguasa yang sangat tidak mengenal kompromi dalam menjatuhkan hukuman terhadap siapa saja yang melanggar aturannya. Itulah sebabnya jika Allah dimata logika rasulullah menjadi segala-galanya.

Artinya beliau lebih takut kepada Sang Penguasa Hidup dari pada harus takut kepada penguasa Negara yang nyata-nyata banyak melakukan pengrusakan di muka bumi. Namun demikian sebagai sosok yang “Akhlakul karimah dan Fathonah” maka sudah pasti beliau akan sangat menghindari untuk tidak melakukan ujaran kebencian, terlebih untuk melakukan Hoak dan atau teror, sejahat apapun perbuatan penguasa Negara tersebut.

Bersambung …

#PhotoHanyaPemanisBelaka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *