Peristiwa dan Keutamaan Bulan Rabiul Awal

FOKUSATU– Rabiul Awal termasuk bulan yang ketiga dalam bulan hijriah dan memiliki keutamaan. Keutamaan bulan Rabiul Awal berkaitan dengan peristiwa bersejarah bagi umat Islam.

Tahun ini umat Islam memasuki bulan Rabiul Awal 1445 H yang bertepatan dengan Ahad, tanggal 17 September 2023, menurut Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2023 M yang disusun oleh Bimas Islam Kementerian Agama RI.

Di lansir dari detiknews,
Bulan Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Salah satu keutamaan bulan Rabiul Awal adalah sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Menurut Sirah Nabawiyah yang disusun Ibnu Hisyam, Rasulullah SAW lahir pada hari Senin tanggal 12 Rabiul Awal tahun Gajah. Para sejarawan menyebut, tahun Gajah bertepatan dengan 570 atau 571 M.

Menurut Muththalib bin Abdillah bin Qais yang menceritakannya dari Ibnu Ishaq, dari ayahnya, dari kakeknya, Qais bin Makhramah, ia mengatakan lahir pada tahun yang sama dengan Rasulullah SAW yakni bertepatan dengan tahun Gajah.

Kelahiran Rasulullah SAW pada bulan Rabiul Awal ini diwarnai dengan berbagai peristiwa, baik sebelum maupun setelahnya. Ibnu Ishaq menceritakan dalam kitab Sirah-nya sebagaimana dinukil Ibnu Hisyam, setelah Siti Aminah–ibunda Nabi Muhammad SAW–melahirkan putranya, ia mengutus seseorang untuk menemui kakek Nabi Muhammad SAW, Abdul Muththalib.

“Sesungguhnya telah lahir bayi untukmu. Oleh karena itu, datanglah ke mari dan lihatlah bayi tersebut!” bunyi pesan yang disampaikan Siti Aminah kepada utusannya.

Setelah mendapat kabar tersebut, Abdul Muththalib datang melihat Rasulullah SAW dan Siti Aminah menceritakan kepadanya apa yang ia lihat ketika mengandung Rasulullah SAW, apa yang dikatakan tentang beliau, dan perintah untuk memberi nama bayi tersebut dengan sebuah nama.

Ada yang mengatakan, saat itu Abdul Muththalib mengambil bayi Rasulullah SAW dan membawanya ke Ka’bah. Ia kemudian berdoa kepada Allah SWT dan bersyukur kepada-Nya atas nikmat yang telah diberikan. Setelah itu, Abdul Muththalib menyerahkan Rasulullah SAW kepada ibunya dan mencarikan ibu susuan untuk Rasulullah SAW.

Umat Islam kini memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai peringatan Maulid Nabi. Sumber sejarah menyebut, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW pertama kali dilakukan oleh Raja al-Mudzaffar. 12 Rabiul Awal 1445 Maulid Nabi 2023 jatuh pada Kamis, 28 September 2023.

Pelaksanaan Salat Jumat Pertama Kalinya
Selain menjadi bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, keutamaan bulan Rabiul Awal lainnya adalah menjadi waktu pertama kalinya Rasulullah SAW mendirikan salat Jumat, tepatnya saat dalam perjalanan hijrah dari Mekkah ke Madinah. Menurut buku 200 Amalan Ringan Berpahala Istimewa karya Abdillah F. Hasan, beliau melakukan salat Jumat setibanya di tempat kabilah Bani Salim bin Auf di wilayah Quba.

Disebutkan dalam buku Seri Fiqih Kehidupan karya Ahmad Sarwat, Rasulullah SAW melakukan salat Jumat pertama kalinya di tempat tersebut karena pada saat itu perjalanan beliau hampir sampai ke tengah Kota Madinah, namun saat itu belum sampai mendirikan Masjid Nabawi.

Abdurrahman bin Ka’ab, salah seorang perawi hadits mengatakan bahwa ketika ayahnya mendengar azan, dia menyampaikan berkah kepada As’ad bin Zarara. Ketika ditanya soal alasannya, dia mengatakan, “Karena dia adalah orang pertama yang menyelenggarakan salat Jumat berjamaah bersama kami.” Dikatakan, salat Jumat tersebut diikuti oleh 40 orang. Riwayat ini termuat dalam kitab Tafsir Surah al-Jumu’ah karya Syekh Nashir Makarim Syirazi.

Jibril Memberitahu Rasulullah Rencana Keji Yahudi Bani An-Nadhir
Ibnu Qayyim Jauziyyah menceritakan latar belakang pecahnya Perang Bani An-Nadhir dalam kitab Zadul Ma’ad. Saat itu Rasulullah SAW keluar menemui Yahudi Bani An-Nadhir untuk membicarakan masalah diyat dua orang yang telah dibunuh dan mereka pun setuju.

Tatkala Rasulullah SAW, Abu Bakar, Umar, dan Ali serta para sahabat lain tengah duduk, orang-orang Yahudi bermusyawarah kepada salah seorang dari mereka untuk membunuh Rasulullah SAW.

Salah seorang Yahudi paling kurang ajar yang bernama Amr bin Jahsy la’anahullah berdiri dan menyatakan siap menjalankan aksi tersebut. Malaikat Jibril pun turun memberitahu Rasulullah SAW tentang rencana keji mereka. Maka, saat itu pula beliau kembali ke Madinah dan bersiap memerangi mereka.

Rasulullah SAW mengepung mereka selama enam malam. Ibnu Ummi Maktum mengemban amanah menggantikan beliau untuk memimpin kota Madinah. Ibnu Qayyim al-Jauziyyah mengatakan, peristiwa ini terjadi pada bulan Rabiul Awal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

95 − 93 =