Hajatan Betawi 4 Makin Meriah di hadiri Tokoh Nasional dan Banyak Masyarakat yang Datang

FOKUSATU-Luar biasa! Pesta ‘Hajatan Betawi 4’ memang pertunjukkan berkelas. Yang membikin heboh warga Jakarta dan sekitarnya. Masyarakat tumpah ruah, memadati kampus 2 Universitas Islam Assyafiiyah (UIA) Jatiwaringin-Pondok Gede untuk menyaksikan rangkaian kegiatan yang dikemas menarik.

Acara pembukaan dimulai jam 08.30 wib, Sabtu 16/9. Diawali dengan  manusia petasan dengan letusan puluhan petasan yang memecah keriuhan. Membuat seluruh pengunjung kaget. Kemudian mereka berbondong ke arah asal suara letusan. Ternyata di situ sudah berdiri yang punya hajat. Prof. DR H. Dailami Firdaus SH, LLM, didampingi isteri.

Dikawal puluhan pendekar dan juga ondel-ondel. Tak ketinggalan pula suara musik khas Betawi yang riang, rombongan berjalan ke panggung utama. Pengunjung yang tadinya masih bersebaran di semua lokasi, kemudian berdesakaan ke pinggir jalan yang dilalui. Puluhan kameramen dari berbagai media pun berebutan mengambil gambar. Mereka seperti kesulitan mencari spot yang pas karena pengunjung berdesakan menutup jalur yang dilewati. Karena mereka pun ingin mengabadikan kegiatan menarik ini dengan hp-nya. Untuk mengabadikan momen penting ini konten sosial mereka.

Petugas pun terpaksa bekerja keras agar jalur yang dilewati tidak tertutup pengunjung yang begitu antusias. Sesekali tampak mereka mendorong diri-kanan pengunjung berdesakakna gar jalur terbuka.
Sekitar 10 meter sebelum mencapai panggung utama, rombongan Bang Dai (sapaan akrab Prof. Dailami) dihadang oleh ‘pasukan’ palang pintu berbaju merah. Terjadilah ‘cekcok’ yang panas. Awalnya dimulai dengan adu mulut (berbalas pantun). Akhirnya diselesaikan secara adat. Yakni adu nyali pertarungan ilmu silat.

Menegangkan!… Jika jagoan Bang Dai kalah maka rombongan tak bisa masuk. Acara bubar… Maka terjadilah pertarungan hidup mati antara tiga orang pengawal Bang Dai dengan pasukan palang pintu tersebut.
Pertarungan silat tingkat tinggi, dengan jurus-jurus maut perguruan masing-masing berlangsung seru. Dan mencekam! Pertarungan tidak hanya dengan tangan kosong. Tetapi juga pakai golok. Wuis….tak kalah seru dengan film silat Cina yang ada di tv.

Alhasil tiga orang jagoan Bang Dai menang dan dengan demikian mereka berhasil melewati pasukan palang pintu. Rombongan kemudian berjalan gagah menuju panggung uatama, yangd isertai tepukan meriah dari seluruh pengunjung yang sudah tidak sabar.
Di aula utama sudah menunggu sejumlah tokoh nasional untuk ikut menyaksikan Hajatan Betawi 4 yang spketakuler ini. Pesta yang –boleh jadi- paling meriah diantara sekian peristiwa budaya Betawi yang masih hidup sampai sekarang.

Di deteran kursi VIP tampak Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Mantan Kepala Badan Nasional Penanggunalangan Bencanal (BNPB) Komjen Boy Rafli Amar Tokoh Betawi yang dari angkatan (tentara) Mayjen TNI (Purn) Nahrowi Ramli, Rektor UIA Prof. DR. Masduki Ahmad MM., Ulama terkemuka Habib Ali Alhabsy Kwitang, Ustad H. Rusdi Saleh, Komedian dan juga politisi Miing Bagito, Ketua Umum BKMT Dr. Hj. Syifa Fauzia dan sejumlah tokoh lain.

Hadirnya sejumlah tokoh nasional di Hajatan Betawi 4 ini menunjukkan gelaran yang digagas oleh senator DKI Prof Dailami Firdaus ‘berkelas’. Yang mampu merepsetasikan budaya Betawi. Merawat, menjaga dan mengangkatnya sekaligus. Sehingga budaya Betawi tetap langgeng. Menjadi landasan filosofi kehidupan warganya
Setelah memberi sambutan, Bang Dai kemudian meminta seluruh tahu kehormatan tersebut naik ke atas panggung untuk membuka secara bersama-sama. Sebelum dibuka –dengan memukul rebana- secara bersama-sama. Bang Dai meminta para sahabatnya ini memberikan sepatah dua kata sambutan (apresisasi). Semuanya memuji dan bangga dengan konsistensi Bang Dai dalam merawat budaya Betawi yang adiluhung. Maka tidak heran seluruh tokoh tersebut mengharapkan Bang Dai kembali terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) atau senator Daerah Pemilihan Jakarta.
Harapan tersebut diambut antusias oleh seluruh tamu undangan dengan tepuk tangan gemuruh. Mereka semaunya –sepertinya- juga mengharapkan demikian. Agar ada tokoh yang bisa menjadi panutan untuk menjaga, merawat dan melestarikan Budaya Betawi.

Setelah prosesi pembukaan, ada pelantikan Lembaga Seni Nasyid Insani Indonesia (Lesensi) yang langsung di lantik oleh Bang Dai yang juga sebagai Ketua Dewan Pembina, sebelum nya Lesensi mengadakan Kongres I yang mensyahkan Syafrudin Atasoge sebagai ketua umum masa bakti 2022-2028.

Sebagai info! Pada pemilu 2024 mendatang, Bang Dai tercatat di nomor urut 6 Daftar Calon Sementara (DCS) anggota DPD daerah pemilihan Jakarta.
Hajatan Betawi 4 berlangsung selama dua hari Sabtu-Ahad, 16/17 September. Pada hari kedua (penutupan) akan tampil sejumlah acara yang sangat menarik. Salah satunya di acara penutupan yakni Lenong Paski. Uniknya lenong ini akan dimainkan oleh pelawak papan atas dan juga tokoh nasional***()

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 + = 9