H Mohammad Saleh Paparkan 4 Pilar Kebangsaan di Hadapan Mahasiswa UNIB

FOKUSATU– Dalam kunjungannya ke Universitas Bengkulu pada Senin (31/7/23), H. Mohammad Saleh yang juga alumni FE UNIB mendiskusikan 4 Pilar kebangsaan dengan para mahasiswa.

Bertempat di auditorium utama Universitas Bengkulu, acara tersebut dipadati oleh tak kurang dari 500 mahasiswa. Jumlah itu belm termasuk dosen dan para akademisi dari kampus lain yang ikut hadir. Menurut pengurus BEM, banyaknya mahasiswa yang hadir dalam acara ini karena narasumbernya adalah alumni yang dianggap sebagai salah satu yang sukses di pentas nasional.

Selain dikenal sebagai pengusaha, Mohammad Saleh memang dikenal sebagai politisi sukses. Dirinya pernah menjabat sebagai Ketua DPD RI pada tahun 2017 silam.

“Empat pilar kebangsaan ini terdiri dari Pancasila, UUD NRI 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Gagasan ini pertama kali dilontarkan oleh Taufiq Kiemas ketika menjabat Ketua MPR RI. Gagasan ini sebenarnya dimaksudkan agar masyarakat Indonesia terus ingat dengan visi besar kebangsaan yang telah mempersatukan kita. Agar masyarakat Indonesia sadar bahwa ada visi besar sekaligus jati diri pmersatu kemajemukan Indonesia,” Ujar politisi Partai Golkar mengawali sambutannya.

Lebih lanjut, pria yang dikenal sebagai salah satu pengusaha sukses asal Bengkulu menjelaskan bahwa, mahasiswa punya tugas yang lebih besar untuk menjadikan 4 Pilar Kebangsaan ini sebagai landasan perjuangan dan pergerakan. Sebab mahasiswa menyandang ststus ganda, sebagai kaum terpelajar sekaligus agen penggerak kejumudan.

“Sebagai kaum terpelajar, mahasiswa punya catatan sejarah dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Setiap kali bangsa ini terjebak dalam kejumudan dan seolah kehilangan jalan keluar, mahasiswa selalu tampil dengan idealismenya. Fakta ini sudah dilakukan sejak zaman pra-kemerdekaan hingga saat ini. Gagasan tentang Pancasila memang dicetuskan oleh Bung Karno. UUD 1945 memang hasil kerja dari Konstituante. Bhinneka Tunggal Ika memang semboyan yang ditulis Mpu Tantular, dan NKRI menjadi harga mati pasca Mohammad Natsir mengajukan mosi. Artinya, meskipun keempat pilar ini adalah produk dari para tetua pendiri bangsa, tapi secara historis, mahasiswa justru menjadi elemen yang paling konsisten menjaganya,” jelas Anggota Komisi VIII DPR RI yang disambut gemuruh tepuk tangan mahasiwa.

Para mahasiswa terlihat serius dan antusias mengikuti acara. Apalagi ketika sesi diskusi dibuka. Banyak dari peserta yang mengangkat tangan untuk mengajukan pertanyaan. Semua pertanyaan yang mereka ajukan sangat kritis. Khas mahasiswa. Moderator sampai kewalahan mengatur sesi diskusi, karena mahasiswa mengajukan interupsi agar panitia menambah durasi waktu, supaya semua pertanyaan bisa diakomodasi.

Setelah acara selesai, Mohammad Saleh menyempatkan diri untuk melayani beragam pertanyaan mahasiswa yang tidak tersampaikan di forum resmi, karena kehabisan waktu. Melihat semangat mahasiswa yang tinggi, Mohammad Saleh berjanji untuk kembali menggelar acara Empat Pilar Kebangsaan di UNIB.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 − 11 =