Pancasila Dan Orang Madura

FOKUSATU-Suatu ketika, ada seorang Bapak yang sambil membeli Sate Madura, mencoba mengetest Nasionalisme si Penjual Sate

PEMBELI : “Cak … Sampeyan Hapal Pancasila?”

PENJUAL : “Ya hafal luar kepala saya de.
Masa Pancasila saja gak hafal..!!!”

PEMBELI : “Coba sebutkan!”

PENJUAL : “(1). Syahadat. (2). Menegakkan Sholat lima waktu. (3). Membayar Zakat. (4). Puasa Ramadhan. (5). Naik Haji ke Mekkah – Madinah.”

PEMBELI : “Lho….itu kan Rukun Islam, Cak…bukan Pancasila”.

PENJUAL : “Lhooo….sampeyan belum tahu ta’ iyeu,
kalo ini sumbernya. Rukun Islam itu di atasnya Pancasila”.

PEMBELI : “Maksudnya bagaimna, Cak?”

PENJUAL : “Lho… Gimana sampeyan ini, kok malah belum tahu?

1. Orang bisa berkeTuhanan Yang Maha Esa itu kalau sudah bersyahadat. Laa ilaaha illallaah Muhammadar Rasulullah.

2. Orang bisa menjadi Manusia yang Adil dan Beradab, apabila dia sudah benar-benar menegakkan Sholat lima waktu.

3. Persatuan Indonesia akan terwujud, apabila yang kaya suka membantu itu Zakat namanya”.

4. Para Pejabat itu bisa Memimpin dengan Hikmah, Mengutamakan Kepentingan Rakyat, tidak seenaknya sendiri yaitu dengan Berpuasa. Jadi bisa ikut merasakan bagaimana bila rakyatnya lapar.

5. Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat, apabila kita bisa bertemu dan bersatu meskipun dari suku bangsa yang berbeda-beda seperti Orang berHaji di Mekkah.”

PEMBELI : “Ooowh….jadi gitu ya, Cak.!? Sampeyan kok pinter.”

PENJUAL : “Lho….bagaimana sampeyan ini. Saya ini meskipun penjual sate kan Orang Islam. Orang Islam ya pasti Pancasilais, karena Pancasila itu turunannya Islam. Jadi gak perlu lagi kita merubah jadi Trisila atau Eka Sila.”

Allahu Akbar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *