Catatan Asep Lukman : Hari Lahir Pancasila, Benarkah Pancasila Ideologi Negara ( Episode 2 )

FOKUSATU-Idiologi materialisme monopolisme dipraktekan oleh dua pola; liberalisme dan sosialisme. Meski sekarang keduanya terlihat abu abu karena inkonsistensi mereka oleh sebab terdesak fakta maslah yang sulit selesaikan. Akhirnya modifikasi pola terus terjadi. Namun terlepas dengan perubahan tersebut, intinya liberalisme yaitu negara menjamin, melindungi serta memberi kebebasan terhadap praktek-praktek monopoli individu. Sementara sosialisme monopoli yang bersifat kolektif, negara total menguasai hak-hak individu (nasionalisasi). Sekarang keduanya sedang melakukan pertempuran, yaitu perang dagang china vs amerika. Suatu pertempuran yang sama sekali bukan bertujuan menyelesaikan masalah kesejahteraan masyarakat dunia. Perang yang dilakukan kedua negara itu intinya hanya demi memperkuat negara pribadinya masing-masing, wajar jika tanpa sedikitpun memperdulikan nasib korban yang bergelimpangan disekitarnya. Dan itu merupakan fakta dari sifat individualistis yang menjelma secara alami akibat kuat terbentuk oleh paham materialisme.

Bagaimana dengan pancasila ?
Konon menurut para petinggi, pancasila itu telah dijabarkan kedalam aturan di bawahnya. Kalu dialogikan, pancasila itu sudah dibikin jus yaitu UUD 45 beserta seluruh perundang-undangan turunanya. Dan konon kita sebagai bangsa sudah meminum jus pancasila itu selama 75 tahun seusia kemerdekaan. Lalu bagaimana rasa dari jus itu? Bukankah umumnya orang malah sering mengatakan; masalah yang dihadapi oleh bangsa kita ini sangat begitu komplek. Sampai-sampai para pemikirpun bingung entah harus darimana cara membenahinya. Dan itu rasa jus yang sedang kita santap sekarang ini Pertanyaanya, benarkah kompleksitas masalah itu merupakan buah dari jus pancasila? Jawabannya singkat, BUKAN, sama sekali bukan disebabkan oleh pancasila.

Nah, Kalau begitu lantas pancasila itu apa..? pancasila adalah hasil rumusan para pendiri negeri yang sangat jeli cerdik dalam menyesuaikan diri dengan kondisi sosiologis mayoritas, sehingga lahirlah lima sila yang kita sebut pancasila. secara keseluruhan isinya tidak lain hanya sebuah *menu keinginan* yang baik, namun selamanya sulit tersaji di meja makan. Karena itu wajar jika pancasila masih senantiasa dipertanyakan tentang wujud rasa aslinya.

Lalu darimana kah rasa ini ada ? Kompleksitas masalah hari ini merupakan buah serta wabah dari ideologi atau paham materialisme monopolisme yang tanpa disadari telah diterapkan selama ribuan tahun oleh semua pemimpin negara di bumi ini. Dan semua negara berada dalam masalah yang sama. Artinya, bukan hanya negara kita saja yang terus menghadapi PR yang begitu ruwet ini, sebab sudah merupakan konsekuensi logis dari penerapan ideologi atau paham materialisme monopolisme yang tanpa disadari sudah kuat membentuk menjadi suatu sistem yang mengglobal.

Sistem matrealisme nyata telah merusak jantung kehidupan masyarakat dunia yang merambat pada masalah kesehatan serta pendidikan, bahkan menghancurkan moral mental manusia hingga nyaris setiap jiwa diseluruh penjuru bumi sekarang ini menjadi berwatak serakah, induvidulis dan materialistis. Misalnya, menjamurnya money politik, akutnya korupsi, dan tingginya tingkat criminalitas dengan berbagai jenis yang amat sangat meresahkan. Sekali lagi, semua itu merupakan wabah dari sistem materialisme monopolisme.

Pertanyaan selanjutnya. Apakah semua itu bisa dipandang sebagai kesalahan para pemimpin negara..?
jawabannya, BUKAN. Kompleksitas masalah yang terjadi secara menglobal di setiap negara sekarang ini sama sekali bukan murni atas inisiatif pribadi para pemimpin negara, tapi buah dari mindset materialisme monopolisme yang tanpa disadari sudah dianut bertahun-tahun oleh semua negara diseluruh penjuru bumi ini.

Jelasnya, bahwa semua ini terjadi bukan atas kesalahan si A Si B si C melainkan mutlak merupakan kesalahan kita semua bersama sebagai manusia.

Bersambung…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *