Sejarah Tradisi Syawalan Betawi Condet

FOKUSATU-Kawasan Condet,punya tradisi yang bernama Syawalan Betawi Condet.

Berawal dari dua kakak beradik Dato Kudul dan Dato Dji’in, yang hidup sekitar Abad 17 Masehi.
Doto Kudul sang kakak digambarkan berperawakan lebih kecil dan lebih pendek dibandingkan dengan Sang adik Dato Ji’in yang berperawakan gede tinggi dan kekar.

Kedua Dato itu ikut berperan besar dalam syiar Islam di Condet. Keduanya saling bahu membahu turut menyebarkan ajaran Islam,
walaupun karakter adik dan kakak ini berbeda, karena Doto Kudul walau perawakannya lebih kecil tapi berwatak pemberani dan tegas serta menguasai ilmu kedigdayaan diceritakan Dato Kudul selalu memegang Kayu, sedangkan adiknya Dato Ji’in lebih sering memegang Tasbih dan lebih mendalam dalam ilmu Agama.

Diceritakan keduanya yang membangun dan mewakafkan tanah untuk Masjid Al Khairaat di Condet Batuampar,
yang berawal dari Langgar di Tengah Hutan Condet, dimana Doto Kudul yang mewakafkan tanahnya dan Dato Ji’in yang memiliki Kayu Nangka, dengan berfondasikan batu kali dibangunlah Mushollah Pertama yang terbuat dari Kayu oleh keduanya.

Yang selanjutnya oleh anak dan keturunannya terus dirawat dan dikembangkan sampai menjadi Masjid Jami Al Khairaat sebagai Masjid Pertama dan tertua di Wilayah Condet. Wallahu A’lamBissawab

Insya Allah pada hari Ahad, 13 Juni 2021 akan di gelar acara tersebut, semoga Allah lancarkan dan permudah acara nya, Aamiin

*sumber FB Nur Ali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *