Samtidar Tomagola Sekjen DPP KNPI Minta Menpora Batalkan PON Papua

FOKUSATU-Perhelatan PON XX di Papua yang akan dilaksanakan pada tanggal 2-15 Oktober 2021 nampaknya masih menimbulkan pro dan kontra. Semakin dekat palaksanaan ajang olah raga Nasional 4 tahunan itu masih menuai perdebatan akan kelangsungannya. Disatu sisi Pemerintah memastikan akan tetap terlaksana pada tanggal tersebut karena kesiapan tempat dan sarana, namun disisi lain masih dipertanyakan akan jaminan keamanan dan keselamatan atlit dan masih merebaknya wabah virus Covid 19.

Hal itu disampaikan Sekjen DPP KNPI Samtidar Tomagola yang ditemui awak media disela sela Halal bihalal para Penyuluh Agama Islam. Sam sapaan akrab Samtidar mengungkapkan bahwa Papua sejauh ini tidak mampu menunjukan dan menjamin keamanan juga keselamatan para duta olahraga nasional yang akan datang dari 34 provinsi.

“Kami DPP KNPI mengapresiasi pemerintah yang memaksakan pelaksanaan PON pada bulan Oktober karena kesiapan tempat dan venue tempat berlangsungnya berbagai cabang Olahraga, tapi kita tidak boleh menutup mata bahwa ada beberapa kejadian akhir akhir ini yang masih mengganggu dan belum bisa menjamin rasa keamanan dan keselamatan nyawa para atlit, ofisial dan suporter dari berbagai daerah”. ungkapnya

Dia menambahkan bahwa Beberapa waktu lalu tepatnya hari selasa 18 Mei 2021 ada perestiwa penyerangan dan perampasan senjata dua anggota TNI di Bandara Yahukimo yang infonya mereka bertugas mengamankan pembangunan pagar bandara.

“ini kan miris antara prestise, prestasi dan antisipasi keamanan saling bertolak belakang. Beberapa waktu lalu KKB berulah, kemudian ada perampasan senjata, Kapolda dan pejabat Papua diserang dalam suasana takjiah Kedukaan. Masa kita akan biarkan kejadian ini hanya karena kesiapan tempat dan mengejar prestasi Papua dalam menyelenggarakan PON? tegas sekjen KNPI.

“Untuk itu kami minta pemerintah jangan gegabah untuk memaksakan PON. lebih baik ditunda atau dibatalkan saja, karena situasi belum aman, juga masih merebaknya penyebaran virus Covid yang sampai saat ini belum menunjukan akan berakhir”, sambungnya.

“Jadi sekali lagi tunda atau Batalkan, kalau mau tetap dipaksakan maka pindah ke tempat yang yang lebih aman”. tutup Tomagola

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *