KISAH SYEKH ABDURRAHMAN BAJALHABAN : DIANGKAT DERAJATNYA OLEH ALLAH KARENA MENGHADAPI ISTRI CEREWET

FOKUSATU-Pada zaman dahulu di sebuah desa bernama Abdurrahman bin Balkhan di negeri Hadramaut, Yaman tersebutlah seorang shaleh yg dikenal dgn nama Syekh Abdurrahman Bajalhaban, beliau adalah seorang wali yg memeliki derajat yg tinggi di sisi Allah, namun beliau tidak mengetahui dirinya memiliki keistimewaan seperti itu. Beliau dikaruniai oleh Allah SWT seorang istri yg cerewet.

Setiap hari kerjaannya hanya marah-marah dan ngomel-ngomel, Sedangkan Syekh Abdurrahman Bajalhaban adalah orang yang sabar, beliau selalu menghadapi istrinya dengan kesabaran. Tidak pernah beliau membalas keburukan dengan keburukan, omelan dengan omelan. Seandainya beliau menghadapi sifat keras istrinya dengan kekerasan pula maka rumah tangga itu akan menjadi neraka.

Suatu saat beliau mempunyai keinginan berkholawat (menyepi) untuk beribadah mendekatkan diri kepada Allah SWT di sebuah tempat bersama orang-orang yang beribadah. Beliau merasa lebih baik aku beribadah, daripada terus-terusan bersama istri yang kerjaannya selalu ngomel melulu. Beliau pun berpamit kepada istrinya dan seperti biasa jawabannya adalah omelan dan omelan. Beliau naik ke gunung terdekat dari kotanya dan di situ beliau menemukan sekelompok orang yang sedang beribadah.

Singkat cerita beliau dapat bergabung bersama mereka dengan syarat harus mau piket mencari makan untuk mereka sebagaimana adat mereka menentukan piket para anggota untuk mencari makan secara bergantian setiap harinya.

Ketika pada suatu saat beliau kena giliran piket, beliau bingung harus mencari makanan di mana. ”Lebih baik aku meminta kepada Allah” gumam beliau.

”Tetapi dengan siapakah aku harus bertawassul? Ah, lebih baik aku bertawassul dengan wali yang ditawassuli oleh teman-teman ku itu, meskipun aku tidak tahu siapakah yang mereka tawassuli,” kata beliau dalam hati.

Maka beliau pun duduk di tempat sepi mengangkat tangan seraya berdo’a, “Ya Allah berkat kemulyaan wali yang ditawassuli oleh teman-teman ku itu maka turunkanlah untukku dan teman-temanku makanan yang lezat”.

Seketika turunlah makanan-makanan yang lezat, beliau pun kaget serta kagum betapa tinggi kedudukan wali yang ditawassuli oleh teman-teman nya sehingga sekali tawassul do’a langsung terkabul.

Teman-teman beliau kaget ketika beliau datang dengan membawa makanan yang demikian lezat, mereka bertanya bagaimana kamu bisa mendapatkannya? Beliau pun menceritakan semua kejadian yang beliau alami, kemudian beliau bertanya, “Siapakah orang yang kalian tawassuli itu? Demi Allah kalau bukan karena bertawassul dengan beliau belum tentu do’aku akan terkabul dgn spontan seperti yang kalian lihat”.

Mereka pun bercerita, “Ketahuilah di desa Bajalhaban dekat pegunungan ini ada orang yang shaleh nan sabar. Beliau memiliki istri yang cerewet, namun begitu, beliau sangat sabar terhadap istrinya dan tidak pernah membalas keburukan istrinya dengan keburukan serupa. Karena kesabarannya inilah Allah mengangkat derajat beliau setinggi-tingginya. Beliau dikenal dengan sebutan Syekh Abdurrahman Bajalhaban dan kami selalu bertawassul kepada Allah dengan kemulyaan beliau”.

Mendengar cerita ini Syekh Abdurrahman Bajalhaban kaget, setinggi inikah nilai kesabaran dirinya di sisi Allah SWT? Maka beliau pun berpamit pulang ke desanya tanpa mengemukakan alasan yang jelas. Karena beliau menganggap hidup bersabar bersama istri cerewet ternyata memiliki nilai lebih besar dari pada berkholwat (menyepi) bersama orang-orang yang beribadah.

Dan teman-teman nya mempersilahkan beliau pulang tanpa mengetahui apa alasan beliau dan siapakah beliau sebenarnya, karena memang beliau tidak pernah memperkenalkan nama beliau kepada mereka.

Makamnya terletak tidak jauh dari kota Tarim, tepatnya di desa Ramlah. Lokasinya berada di tanah lapang dan jauh dari pemukiman penduduk. Dari jalan utama, bangunan makamnya yang bercat putih tampak terlihat jelas.

كُنۡ يَا أَخِيۡ مَنۡ يَصۡبِرُ عَلَى الۡبَلَا # وَطَاعَةٍ مَعۡصِيَةٍ ثُمَّ اۡلأَلَى

Wahai Saudaraku..
Jadilah kamu orang yang sabar menghadapi cobaan dan ujian..
Sabar melaksanakan ketaatan..
Sabar meninggalkan kemaksiatan..
Sabar mensyukuri kenikmatan..

لَكَ مَنَازِلٌ عَظِيۡمَةٌ بِلَا # حَدٍّ وَعَدٍّ عِنۡدَ رَبٍّ قَدۡ عَلَا

Maka kamu akan mendapatkan kedudukan keagungan..
Tanpa batas dan hitungan..
Di sisi Allah Tuhan yg sungguh menguasai dan memiliki keluhuran..
نفعنا الله بهذه القصة القصيرة المتأثرة منفعة تامة عامة

Dari kisah tersebut kita bisa mendapatkan kesimpulan bahwa memiliki istri yang cerewet bila disikapi dgn positif akan berdampak positif pula. Cerewetnya seorang istri bisa jadi memang sudah sunnatullah.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Maryland, Amerika Serikat mengungkap fakta bahwa perempuan berbicara 3 kali lipat daripada laki-laki.

Dalam satu hari penuh, rata2 perempuan mengeluarkan 13.000 hingga 20.000 kata, sedangkan laki2 hanya mengeluarkan 7.000 kata. Jadi, memang benar bukan kalau perempuan disebut cerewet.

Imam al-Ghazali dalam Ihya Ulumiddin menyebutkan bahwa salah satu syarat agar orang bisa menjadi wali Allah adalah sabar menghadapi istri yang cerewet. Ungkapan ini tentu saja ada alasannya. Sebab di dalam Alquran, Allah menyatakan “Wa’asyiruuhunna bi al-ma’ruuf.” Artinya orang harus terus berbuat baik kepada istrinya.

Muhammad Shofiey El-Hatiey dutaislam.com
Rizal Mubit https://alif.id
http://bayt-hidayah.blogspot.com
Habib Hud Alatas
أَلآ إِنَّ أَوْلِيَآءَ اللَّهِ لا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ
” منقبة الشيخ عبد الرحمن بن أحمد الباجلحبانى “

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *