Kalam KH Yusuf Sholeh : Diklat Ramadhan Membawa Perubahan Jadi Lebih Baik

FOKUSATU-Diklat romadlan,di antara hkmah datangnya Romadlan yakni membawa perubahan dalam kehidupan kepada yang lebih baik dari sebelumnya.

Orang jahat/buruk tidak sedikit yang punya masa depan

Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berubah menjadi lebih baik.

Bagaimanapun masa lalunya dahulu,
sekelam apapun lingkungannya duhulu,
dan seburuk apa perangainya di masa lampau.

Sangat terbuka kesempatan bagi seseorang untuk berubah. Kita dapat saksikan, ada seseorang yg ”hampir saja membunuh Rasulullah” kini ia berbaring di sebelah makam beliau.iYaitu sayyidina Umar bin Khattab. 

Janganlah melihat seseorang dari masa lalunya.Seorang yg pernah berperang melawan dan memusuhi agama Allah, akhirnya menjadi pedang-nya Allah , yaitu :
Khalid bin Walid.

-Jangan memandang seseorang dari status dan hartanya, atau kedudukannya
karena sepatu emas fir’aun dan fir’aunnya pun berada di neraka, sedangkan sandal jepit bilal bin rabah seorang budak yang berkulit hitam justru sendal jepit/ terompahnya terdengar di syurga, dan ia berada di Surga.

Jangan memandang remeh seseorang karena lingkungannya,karena bunga teratai tetap mekar cantik meski tinggal di air yg kotor.
juga ikan yg berada dilaut yang berair asin ia tidak asin.

Maka untuk jadi hebat yang diperlukan adalah kuatnya tekad, tingginya Semangat.Tak perlu pusingkan dan risaukan masa lalu,Tak perlu malu tempat asal berada, dengan masa lalu yang kelam,jika mau seseorang bisa menjadi laksana bunga teratai yang tinggal di air yang kotor namun tetap mekar mengagumkan.

Seseorang punya tekad dan prinsip, dan istiqomah yang tinggi untuk tidak terpengaruh dengan Lingkungan, sebab ikan saja tidak asin padahal tinggal di air asin.

Seseorang tidak perlu lemah semangat dan berputus asa, sebab ia dapat mengukir sejarah yang indah, diakhir perjalanan hidupnya,
Sebagai Contoh diantaranya Sayyidina Umar RA, seorang yang pernah memusuhi dan ingin membunuh Rosul sekarang justru berbaring dan makamnya di sebelah makam Rosul.

Sayyidina kholid bin walid,
Yang pernah memerangi dan memusuhi agama Allah, berubah menjadi pedangnya Allah, panglima gigih yang membela agama Allah.

Bilal bin robah seorang budak hitam,
Ia menjadi Muadzzin Rosul, dan terompahnya terdengar disurga saat Peristiwa Rosul isro’ mi’roj.

Berubah dan bangkit denga penuh semangat serta istiqomah itu jauh lebih indah dari pada diam dan hanya bermimpi indah tanpa melakukan tindakan apapun, tanpa adanya upaya untuk adanya perubahan.

Untuk Renungan
Setiap kali kita melihat Apa yang terjadi pada diri seseorang adalah ilmu yang langsung Alloh berikan kepada kita, bila kita pandai mentadabburinya.

Dan jangan pula dengan mudahnya memvonis seseorang lantaran apa yang dilihatnya atau didengarnya, dan perjalanan hidupnya selama ini, karena diakhir perjalanan Hidup seseorang tidak ada yang mengetahuinya,
apakah ia tetap dalam keburukan atau justru menjadi orang yang Mulia, dan kita tidak tau pula apakah perjalanan hidup kita masih istiqomah dalam kebaikan atau sebaliknya?…

Semangat dan diklat Romadlan, serta optimis dalam melihat masa depan, dan dengan menjadikan masa lalu sebagai guru berharga, ini Merupakan suatu Energi yang kuat dalam menghadapi perjalanan hidup kedepan menuju Perubahan yang Lebih Baika.Dan inilah diantara sekian banyak hikmah Romadlan, yakni diklat dan spirit romadlan, harus membawa perubahan, dan Perubahan itu akan membawa keberuntungan yang sangat besar.

Rosulullah SAW bersabda:

من كان يومه خيرا من امسه فهو رابح.
ومن كان يومه مثل امسه فهو مغبون.
ومن كان يومه شرا من امسه فهو ملعون.
( رواه الحاكم)

“Barang siapa hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung,
Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang yang merugi dan Barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah tergolong orang yang celaka.”
(HR. Al Hakim).

Dalam sebuah hadis Nabi pun bersabda:

خير الناس من طال عمره وحسن عمله وشر الناس من طال عمره وساء عمله.
(رواه طبرانى)

“Sebaik-baik manusia orang yang panjang umurnya, dan baik perbuatannya.
Dan sejelek-jelek manusia orang yang panjang umurnya, dan buruk kelakuannya.”
(HR. Thabrani).
_______
HM.Yusuf Sh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *