Agus Fatah : Menanam Kesamaan Hobi Umar Bin Khotob Dan Abu Darda

FOKUSATU-Umar bin Khattab dan Abu Darda adalah dua sahabat hebat Rasulullah. Dua sahabat hebat Rasulullah ini termasuk dalam 60 Sahabat Nabi yang paling berpengaruh bagi ummat Islam, sebagaimana ditulis oleh Khalid Muhammad Khalid dalam buku berjudul: Rijal Haular-Rasul, Penerbit Daarul Al-Maqtham, kata Agus Fatah selaku Aktivis konservasi AN NAHL Ecopark

Apa kehebatan dan kesamaan hobi dua sahabat Rasulullah ini?. Umar bin Khattab sebagaimana kita ketahui, adalah sosok yang fenomenal. Kehadirannya dalam barisan pembela Islam membuat perubahan besar dalam strategi penyebaran Islam di masa Rasulullah dan di masanya. Umar bin Khattab termasuk sosok yang didoakan Rasulullah agar menjadi pendukung barisan diinul Islam.

Kehadiran Umar bin Khattab dalam Islam menempatkan beliau langsung berada di ring satu elit pendukung Rasulullah setelah Abu Bakar As-Shiddiq. Dan ini berlanjut hingga akhirnya beliau menggantikan Abu Bakar As -Shiddiq sebagai Khalifah.

Sebagai sosok seorang negarawan dan gurunya ummat, beliau dikenal tegas, adil dan peduli pada rakyat yang dipimpinnya dan pemikiran-pemikirannya jauh melampaui zamannya. Di masa pemerintahnya, ia menata kota dengan rapih. saluran air ditata dengan baik, bahkan tak sungkan beliau membersihkan parit dan menyapu jalan. Kebijakan-kebijakannya sangat pro pada kelestarian lingkungan dan ia meneruskan tradisi Rasulullah : menentukan bahkan memperluas hima (wilayah konservasi)

Umar bin Khattab juga diikenal sebagai seorang pemimpin dengan statement-statementnya yang sangat pro pada pelestarian lingkungan. Salah satu statement Umar bin Khattab yang fenomenal itu berbunyi:

” Jika ada selembar daun hijau yang jatuh di Iraq, Umar bertanggung jawab”

Pernyataan Umar bin Khattab ini cukup mengejutkan kala itu, karena pusat pemerintahan Umar bin Khattab berada di Madinah, sedangkan jarak Madinah dan Iraq sangat jauh dan disana ada gubernurnya sendiri.
Tapi Umar bin Khattab tetap turut bertanggung jawab sebagai pemimpin tertinggi ummat Islam saat itu. Menurutnya jika ada selembar dan hijau yang jatuh berarti ada yang secara sengaja atau tak sengaja merusaknya, karena logikanya tak mungkin daun yang hijau jatuh kecuali ada manusia yang memetiknya atau binatang memakannya.

Umar bin Khattab juga dikenal sebagai pemimpin yang hpbi berkebun, bahkan suatu hari, saking asyiknya berkebun beliau sampai ketinggalan sholat berjamaah. Karena peristiwa tersebut akhirnya beliau menyedekahkan kebunnya.

Sedangkan Abu Darda adalah sosok sahabat Rasulullah yang tiada tandingannya dalam hal bertafakur kepada Allah SWT. Beliau adalah sosok yang patut dicontoh dalam banyak hal. Beliau adalah pengusaha sukses yang tidak mau kesuksesan usahanya menjauhkan dirinya dari Allah SWT. Beliau menolak masuknya cinta harta ke dalam hatinya. Harta hanya beliau izin sampai ditangannya tidak boleh masuk ke hatinya, makanya tak heran jika ia senang menginfaqkan hartanya untuk kepentingan ummat.

Abu Darda adalah murid Rasulullah yang selalu siap siaga di medan perang, beliau adalah veteran Fathul Makkah (penaklukan kota Mekkah) yang sangat gemar berzikir dan orang yang sangat arif lagi bijaksana, tutur katanya lembut penuh hikmah, beliau adalah filosof ummat.

Lalu kesamaan antara Umar dan Abu Darda itu apa? Mereka sama sama tokoh berpengaruh dalam Islam, mereka adalah para pejuang, pemikir dan pemimpin terdepan ummat, mereka sama sama pengusaha yang sukses lagi mulia, tidak terlena oleh gemerlap harta dunia di puncak kesuksesannya.

Dan satu lagi mereka memliki hobi yang sama. Sama seperti Umar bin Khattab, Abu Darda juga memiliki hobi yang didasari oleh hadits Rasulullah: Menanam (berkebun).

Terkait dengan Abu Darda yang senang berkebun, Imam Ahmad meriwayatkan bahwa : suatu hari ada
seorang lelaki sedang berjalan dihadapan Abu Darda, saat itu ia sedang menanam pohon di kebunnya di Suriah.
Lelakii itu bertanya kepada Abu Darda,

“Wahai Abu Darda mengapa engkau menanam pohon ini? padahal engkau sahabat Rasulullah, lagi pula engkau telah lanjut usia, dan hasil panennya pun tidak dapat engkau nikmati kecuali setelah beberapa tahun.

Sambil tersenyum, dengan bijak Abu Darda menjawab,

“Janganlah engkau menganggapku seperti itu, aku pernah mendengar Rasulullah bersabda :

” Barang siapa yang menanam tanaman kemudian hasilnya dinikmati oleh orang lain atau makhluk ciptaan Allah maka semua itu adalah sedekah ”

Subhanallah, begitulah Abu Darda dan Umar bin Khattab orang bijak di zaman Nabi yang memahami benar arti penting menanam baginya dan bagi kehidupan.

Di saat pandemi Covid-19 ini, menanam pohon adalah aktivitas yang sangat dianjurkan agar lingkungan makin hijau. Lingkungan yang hijau insya Allah akan membantu meningkatkan imunisasi tubuh melawan covid-19.

Rasulullah telah memerintahkan kita untuk menanam, Umar bin Khattab dan Abu Darda telah melakukannya, mari kita lanjutkan dan budayakan menanam pohon agar lingkungan makin hijau, asri dan nyaman sehingga Covid – 19 berhasil kita lawan. Selamat menanam, baarokallah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *