Isu Babi Ngepet Di Depok Hanya Rekayasa Polisi Tangkap Pelaku

FOKUSATU-Beberapa hari yang lalu tersiar berita tentang tertangkap nya seekor babi yang diduga sebagai babi ngepet di Kampung Bedahan Kecamatan Sawangan Depok Jawa Barat.

Setelah Polisi melakukan penyelidikan dipastikan kejadian tersebut adalah rekayasa, pelaku yang merekayasa kejadian tersebut dengan inisial AI kini sudah ditangkap Polisi.

Hal tersebut dijelaskan oleh Kapolres Depok Kombes Imran Siregar, “Kami sampaikan semua yang sudah viral tiga hari sebelumnya itu adalah hoax, itu berita bohong, kejadiannya tidak seperti apa yang diberitakan”, jelasnya pada jumpa pers di Polres Depok, Kamis (24/04/2021).

Imran menjelaskan cerita tentang babi ngepet bermula dari tersangka AI yang menerima laporan adanya warga yang kehilangan uang, “Cerita ini berawal dengan adanya cerita masyarakat sekitar merasa kehilangan uang satu juta rupiah ada yang dua juta”, katanya.

Dari situ tersangka bersama delapan orang lainnya kemudian bekerja sama mengarang cerita tentang adanya babi ngepet tersebut, “Tersangka ini bekerja sama dengan kurang lebih delapan orang mengarang cerita tersebut, seolah-olah babi ngepet itu benar, ternyata itu rekayasa tersangaka dan teman-temannya”, jelas Imran.

Imran juga menjelaskan untuk melancarkan rekayasanya tersangka membeli babi dari penjualan secara online, “Tersangka merekayasa dengan memesan secara online seekor babi dari pecinta binatang”, ungkapnya.

Babi yang telah dipesan seharga sembilan ratus ribu rupiah oleh tersangka setelah sampai kemudian dilepaskan didekat rumahnya lalu ditangkap kembali oleh tersangka bersama teman-temannya, dan orang yang menangkap dikatakan dengan cara telanjang adalah tidak benar, mereka hanya buak baju saja, “Supaya skenaryo itu nyambung dari awal sampai akhir itulah peran-peran orang-orang tertentu sudah diatur”, kata Imran.

Motif tersangka melakukan rekayasa tersebut bertujuan untuk terkenal karena tersangka merupakan seorang tokoh dilingkungannya,”Tujuan mereka supaya lebih terkenal dikampungnya”, kata Imran.

Atas perbuatan tersebut Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 14 ayat 1 dan atau Pasal 2 Undang Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman 10 tahun penjara.

Dan teman-teman tersangka yang membantu rekayasa tersebut masih dalam pemeriksaan Polisi secara intensif.(JS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *