Forkomtis 98 Dukung FPPJ Bongkar Dugaan Korupsi Formula E Dirut Jakpro

FOKUSATU-Upaya Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) membongkar dugaan kasus korupsi dirut Jakpro mendapat dukungan dari Forum Komunikasi Aktivis 98 (Forkomtis 98).

Asep Firmansyah, dalam siaran persnya hari ini (02/04) menyatakan bahwa upaya yang dilakukan oleh FPPJ sesuai dengan semangat Reformasi 98 yaitu melawan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

“Apa yang disuarakan oleh FPPJ terkait kasus Formula E sesuai dengan nafas perjuangan aktivis 98 yaitu memberantas KKN” ujar Asep.

Asep bahkan akan mendorong FPPJ untuk bersama-sama Forkomtis 98 melakukan unjuk rasa ke KPK dan BPK agar kasus Formula E menjadi fokus dalam upaya mewujudkan Clean Goverment.

“Upaya membongkar dugaan penyelewengan uang rakyat harus gerakan bersama agar pemerintah tidak lupa akan janjinya untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dari segala tindak KKN” ujar Asep.

Seperti diketahui FPPJ tengah menyoroti
Dirut PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Darwoto didesak untuk menyelesaikan semua persoalan. Salah satu yang mendesak adalah masalah pengelenggaraan balapan Formula E.

Ketua Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) Endriansah mengatakan, saat ini Wahyu kusut terutama berkaitan dengan hukum setelah adanya audit BPK.

Aktivis Jakarta yang biasa disapa Rian ini menilai, kinerja Wahyu seperti menampar wajah Anies Baswedan. Karena, konsep balapan Formula E untuk membangkitkan ekonomi rakyat di Jakarta dan nasional.

“Karena mata dunia akan tertuju ke Monas. Lha ini kalau kusut apakah namanya tidak menampar wajah Anies. Yang menjadi tanda tanya adalah apakah Jakpro ini ada agenda politik?,” sindirnya.

Diketahui, PT Jakpro ditunjuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mengurusi hajatan Formula E di Jakarta. Tapi, hasil audit BPK kalau duit commitment fee sebesar Rp984,31 miliar kepada Formula E Operation terkait musim penyelenggaraan tahun 2019 dan 2020 malah bermasalah.

“Saya harap ada pembenahan dan kocok ulang dijajaran direksi Jakpro. Jakpro adalah BUMD kelas I tapi kalau dikelola orang-orang kusut ya hasilnya kusut dong. Kami kasihan dengan Anies yang sudah kerja keras membangun Jakarta tapi di bawahnya kusut dan semraut? Saya katakan dari awal kalau Pak Dirut sebaiknya mundur saja sebelum dinonaktifkan?,” tutup Rian.

Kami akan aksi Akbar di balai kota menuntut agar Dirut Jakpro segera mundur dengan legowo karena kami anggap gagal dalam memimpin BUMD Jakpro.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *